HANYA DEMI UANG

HANYA DEMI UANG
RAJA PITER 8


__ADS_3

Raja kini bersama dengan Alexa menikmati makan siang bersama. Ponsel Alexa beberapa kali berdering menandakan ada panggilan masuk di handphone nya tapi Alexa sengaja tidak menerimanya setelah tahu siapa yang menghubungi dirinya. Raja terlihat mendengus kesal.


" Siapa? Dari tunangan kamu?" tanya Raja. Alexa akhirnya mematikan handphone nya.


"Oh iya Raja, setelah kembali dari kantor bolehkah aku ikut kamu ke rumah kamu?" ucap Alexa berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Kamu mau main ke rumah aku? Kamu mau ngapain?" tanya Raja sambil menyelidik.


" Loh, memangnya tidak boleh main ke rumah kekasihku sendiri?" sahut Alexa. Raja tersenyum menyeringai.


" Kekasih bayangan?" jelas Raja. Alexa meringis mendengar ucapan Raja.


" Aku akan membuatkan kamu puding coklat dengan saosnya." kata Alexa.


" Eh?" Raja terkejut. Kini Raja menjadi teringat jika hari ini Lavina membuatkan pancake untuk dirinya dan sudah dibawanya di kantor tadi pagi. Pancake dari Lavina pun belum ia buka dan bahkan belum ia cicipi.


" Raja, kamu suka puding tidak?" tanya Alexa.


" Suka, tapi aku lebih suka pancake dengan toping diatasnya keju, coklat dan juga mesis nya.


" Pancake? Aku belum pandai buat itu. Lain kali aku akan membuatkan untuk kamu, tapi aku harus belajar dulu." kata Alexa.


" Oke, pulang dari kantor aku akan menunggumu di tempat parkiran." kata Raja.


" Wah, bagaimana dengan Lavina? Nanti Lavina pulang dengan siapa? Tadi pagi Lavina yang menjemput aku ke rumah. Kalau mobil aku bawa, Lavina pulang pakai apa? Masak aku menyuruh nya naik taksi." pikir Raja.


" Raja, kita kembali ke kantor yuk!" ajak Alexa.


" Baiklah, aku akan ke kasir dulu sekalian mengambil pesanan makanan yang akan aku bawa ke kantor." ucap Raja. Dengan langkah lebarnya, Raja menuju ke kasir untuk membayar makanan dan minuman yang telah ia makan bersama dengan Alexa.


@@@@@@@


Di dalam mobil.


" Raja, apakah kamu masih kurang kenyang, kenapa masih membawa pulang bungkusan makanan dan minuman dari rumah makan tadi?" tanya Alexa.

__ADS_1


" Tidak! Itu makanan dan es teler buat Lavina. Dia pasti menunggu di ruangan kerjaku. Mungkin saja Lavina akan tidur di kamar istirahat aku, jika aku pergi tanpa mengajak dirinya." kata Raja menjelaskan kepada Alexa.


" Kalian terlihat dekat sekali. Aku menjadi cemburu akan kedekatan kalian." sahut Alexa. Raja tersenyum merasa senang jika Alexa bisa merasakan cemburu jika dia dekat dengan wanita lain.


" Lavina bukan siapa-siapa aku. Dia asisten pribadi aku. Kamu tidak perlu cemburu dengan Lavina. Aku hanya menyukai kamu, Alexa." kata Raja. Alexa tersenyum bangga.


" Mungkin saja kamu hanya menyukai aku saja. Tetapi apakah kamu yakin, jika asisten pribadi kamu itu tidak memiliki perasaan suka terhadap kamu? Dari sorot matanya aku bisa melihat nya kalau asisten pribadi kamu itu menaruh rasa dan perhatian lebih dengan kamu." ucap Alexa. Raja kembali teringat di malam itu, Lavina diam- diam telah menciumnya dan menyatakan perasaan nya.


" Jika kamu cemburu seperti itu, bagaimana dengan aku? Kamu yang jelas- jelas menganggap aku sebagai teman saja tetapi mesra. Kamu masih menjalin hubungan dengan laki-laki yang notabene adalah tunangan kamu itu." ucap Raja.


" Maaf, mungkin karena kita dipertemukan dalam situasi yang sudah berbeda. Seandainya saja, kita dari awal bertemu mungkin saja, kamu sudah menjadi tunangan aku. Atau mungkin saja kamu sudah menikahi aku." kata Alexa. Raja menarik hidung Alexa.


" Kita sudah sampai, aku akan turun lebih dulu." kata Alexa. Namun sebelum Alexa turun, Alexa mengecup bibir Raja duluan. Raja terkejut akan tindakan spontan dari Alexa.


" Alexa!" panggil Raja cepat sebelum Alexa membuka pintu mobil sampingnya.


" Hem, ada apa?" tanya Alexa. Raja tersenyum dengan wajah yang sulit diartikan. Alexa kembali merapat dan mendekati Raja. Alexa kembali mengulang kecupan dibibir teman tapi mesra nya. Namun sebelum Alexa melepaskan dan menjauh dari Raja, Raja menahan tengkuknya dan kini terjadilah ciuman panjang di dalam mobil itu. Hingga beberapa saat, Alexa mendorong pelan tubuh Raja.


" Cukup! Nanti bisa kita lakukan selepas pulang kerja. Kita lakukan di rumah kamu. Oke?" janji Alexa. Raja tersenyum menyeringai. Alexa keluar dan turun dari dalam mobil Raja. Kini tinggal Raja yang masih di dalam mobilnya mengatur detak jantung nya yang tidak beraturan.


@@@@@@@


" Lavina!" panggil Raja yang baru saja masuk di dalam ruangan kerjanya. Raja mencari keberadaan Lavina, namun belum dia lihat. Raja lalu membuka kamar tempat nya untuk istirahat. Ternyata benar, Lavina saat ini sedang tertidur di ruangan tempat istirahat nya. Raja tersenyum dan kembali ke ruangan nya dan kembali menjalankan kerjaannya yang tertunda. Namun sebelum Raja duduk di kursi kerjanya, Raja mengambil tupperware yang berisi pancake untuk dirinya. Pancake itu adalah buatan dari Lavina.


" Pancake ini pasti enak." Raja mulai menggigit pancake buatan Lavina yang sudah dingin.


" Hem yummy! Kamu memang pandai bikin kue, Lavina." kata Raja. Kini Raja mulai menikmati pancake buatan Lavina itu sampai habis beberapa biji.


" Pak Raja, sudah tiba! Eh em maaf, saya tidur sebentar di kamar pak Raja." kata Lavina tiba-tiba yang keluar dari kamar istirahat.


" Tidak apa! Oh iya, aku tadi bawakan makanan dan es teler buat kamu. Itu aku letak di atas meja kursi sudut." kata Raja. Lavina duduk di kursi sudut itu dan melihat makanan dan minuman segar yang dibawakan oleh bos nya.


" Wow iga bakar dan es teler! Terimakasih banyak pak Raja! Wah, besok sebagai gantinya akan aku buatkan pisang coklat keju, aja." kata Lavina. Raja tersenyum mendengar nya.


" Pisang coklat keju? Oh jangan!" sahut Raja. Lavina mengerutkan dahinya.

__ADS_1


" Jangan? Apakah pak Raja tidak suka pisang?" tanya Lavina.


" Maksudnya, jangan tidak jadi." sahut Raja. Lavina tersenyum mendengar candaan dari Raja.


" Pak Raja, ini boleh aku makan kan?" tanya Lavina. Raja tersenyum mendengar nya.


" Engga boleh! Ya sudah makan dan habiskan, kenapa harus bertanya lagi. Itu makanan dan minuman untuk kamu, khusus kamu seorang." kata Raja sambil mengutak-atik laptop nya.


Lavina kembali melahap iga bakar yang dibawa oleh Raja untuk dirinya. Lavina lupa jika sudah berhadapan dengan menu iga bakar itu, padahal dia tadi sudah mengeksekusi mie ayam dan juga bakso bersama Dedy. Ditambah teh botol dua, masuk ke dalam perutnya. Ini giliran paket iga bakar super jumbo dengan es teler nya.


" Pelan- pelan saja makannya! Awas nanti kesedak loh." kata Raja seraya tersenyum melihat tingkah lucu dan imut asisten pribadi nya itu.


@@@@@@@


Jam pulang kantor.


" Lavina, hari ini aku tidak bisa mengantar kamu pulang ke rumah kontrakan kamu yah. Aku ada janji dengan Alexa. Alexa mau main ke rumah. Kamu bisa naik taksi atau pesan GO-CAR. Ini ongkos buat kamu." kata Raja sambil memberikan lima lembar uang kertas seratus ribuan.


" Eh?" Lavina terkejut namun diterima juga uang pemberian bos nya.


" Baiklah, aku pulang lavina! Jangan lupa janji kamu untuk membuatkan aku pisang coklat keju." kata Raja seraya keluar dari pintu ruangan nya. Lavina masih berdiri mematung sambil menatap uang lembaran seratus ribuan itu.


" Kalau untuk bayar taksi atau GO-CAR, aku masih ada uangnya pak. Tapi, aku sedih pak! Kamu lebih mengutamakan bu Alexa dibandingkan aku." gumam Lavina.


" Aku bukan siapa-siapa pak Raja. Sampai kapanpun, pak Raja hanya menganggap aku asisten pribadi nya saja." pikir Lavina seraya mengusap air matanya yang kembali lolos di sudut matanya.


@@@@@@@


Lavina berdiri di depan bangunan tinggi yayasan itu. Namun tiba-tiba tidak jauh dirinya berdiri, sebuah mobil berhenti di depannya. Lavina dibuat terkejut ketika pintu kaca mobilnya terbuka. Ada suara teriakkan dari si pengemudinya untuk menyuruhnya masuk ke dalam.


" Lavina! Ayo masuklah!" teriak si pengemudi. Karena takut kemacetan terjadi, Lavina segera masuk ke dalam mobil itu.


" Hai!" sapa si pengemudinya yang tidak lain adalah Dedy.


" Hai Dedy! Kebetulan sekali kamu lewat." sahut Lavina. Dedy tersenyum menatap Lavina.

__ADS_1


" Beri alamat tinggal kamu, aku akan mengantarkan kamu ke rumah." kata Dedy. Lavina tanpa basa- basi menyebutnya alamat rumah kontrakan nya.


__ADS_2