HANYA DEMI UANG

HANYA DEMI UANG
SUDRA PITER 9


__ADS_3

Di kamar Sudra.


" Kamu bersiap- siaplah! Aku akan mengajak kamu pergi." kata Sudra. Sonia terlihat melebar matanya.


" Mau kemana?" tanya Sonia.


" Shopping! Aku akan membelikan beberapa baju yang berkelas dan juga perhiasan untuk kamu." jawab Sudra.


" Tidak perlu, aku masih memiliki banyak pakaian kok." ucap Sonia.


" Memang kamu memiliki banyak pakaian, namun pakaian kamu tidak ada yang berkelas sedikit pun. Lagian apakah kamu tadi tidak mendengar kata mami aku, melihat penampilan kamu tidak ada perhiasan." kata Sudra.


"Tapi.." sahut Sonia.


" Dilarang memprotes aku!" ucap Sudra.


" Baiklah!" kata Sonia.


" Tapi sebelum kita pergi shopping kita..." kata Sudra seraya mendekati Sonia. Sonia memahami senyum nakal dari suaminya itu. Sonia mundur beberapa langkah sampai bersandar di dinding kamar itu.


" Sudra! A.. ap.. apa yang akan kamu lakukan kepadaku? Bu.. bukankah tadi sebelum kita kemari kita sudah melakukan..." ucap Sonia mulai gugup. Sudra semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Sonia.

__ADS_1


" Rasanya tidak lah cukup puas jika selalu di dekat kamu, tidak melakukan itu. Walaupun tadi kita sudah melakukan nya." ucap Sudra. Kini nafasnya mulai memburu.


" Ke.. kenapa kamu menjadi maniak sekali, Sudra?" kata Sonia.


" Hanya dengan kamu saja, Sonia. Aku menjadi kecanduan." ucap Sudra mulai menjalankan aksinya. Sonia lagi- lagi tidak bisa menolaknya.


@@@@@@@


Di pusat perbelanjaan di kota.


"Sudra! Apakah ini tidak kebanyakan? Lagi pula satu stel baju ini harga nya mahal sekali." kata Sonia. Sudra hanya tersenyum mendengar ocehan Sonia.


" Ayo kita ke bagian sepatu dan tas!" ajak Sudra seraya menarik tangan Sonia.


" Ini mahal sekali, Sudra! Tas ini seperti nya tidak cocok untuk aku." kata Sonia. Sudra semakin terkekeh.


" Kamu tenang saja, sayang! Aku tidak akan bangkrut hanya dengan belanja keperluan kamu ini." kata Sudra. Sonia lagi- lagi pasrah atas pemberian suaminya.


" Kamu yakin, ini tidak akan menguras tabungan kamu?" tanya Sonia. Kembali Sudra terkekeh.


" Tidak Sonia sayang! Jika kamu keberatan jika aku memberikan kamu belanjaan sebanyak ini, kamu nanti bisa membayarnya kepada ku." ucap Sudra. Sonia mengerutkan dahinya.

__ADS_1


" Bayaran? Aku tidak ada uang." sahut Sonia. Sudra tertawa lalu membisikkan sesuatu kepada Sonia di telinga nya.


" 5 ronde untuk nanti malam dan kamu di atas." kata Sudra membisikkan di telinga Sonia.


" A.. apa lima ronde? Kamu mau membunuhku dengan belalai kamu?" tanya Sonia.


" Tidak! Aku yakin kamu sanggup sayang! Aku yakin itu." kata Sudra. Sonia mendengus kesal.


" Tiga ronde saja yah." tawar Sonia.


" Tidak ada penawaran soal ini." kata Sudra.


" Baiklah lima ronde tapi aku dibawah saja." Sonia mengalah. Sudra meringis menang.


" Dasar maniak! Awalnya seperti jijik dengan wanita setelah sekali merasakan enak minta terus.." keluh Sonia.


"Apakah kamu sedang mengeluh?" tanya Sudra.


" Eh ti.. tidak kok. Aku hanya memikirkan obat apa supaya aku bisa kuat dengan gempuran kamu nanti malam." kata Sonia. Sudra mengerutkan dahinya.


" Kamu ingin obat seperti itu? Aku bisa mendapatkan nya." sahut Sudra menanggapi perkataan Sonia yang asal.

__ADS_1


" Eh, tidak! Tidak Sudra, aku tidak mau!" sahut Sonia. Sudra meringis sambil membayangkan adegan liar Sonia jika meminum obat seperti itu.


__ADS_2