HANYA DEMI UANG

HANYA DEMI UANG
HANOM PITER 10


__ADS_3

Hanom dan Lofie kembali pulang dari bulan madunya. Keduanya mampir dahulu ke rumah kediaman keluarga Piter. Mami Egi menyambut kedatangan putra dan menantunya itu.


" Lofie sayang, semoga setelah ini mami akan secepatnya mendapatkan cucu dari kalian." ucap Mami Egi. Pak Piter memeluk Hanom, putra nya dan menggiring nya masuk ke dalam.


" Kita main catur dulu, Han! Papi sudah lama tidak main catur bersama dengan kamu." kata Pak Piter. Hanom menerima saja ajakan papinya itu. Sedangkan mami Egi dan Lofie menyiapkan makanan di atas meja makan.


" Bagaimana liburan di luar kota itu, sayang? Apakah kamu senang?" tanya Mami Egi.


" Tentu saja, mami! Di sana pemandangan nya keren banget dan udara di tempat itu masih sangat segar. Oh iya mami, aku membeli banyak Souvenir di sana. Nanti bisa mami lihat, mana tahu mami menyukai nya." kata Lofie.


" Eh tidak sayang! Yang penting setelah ini mami dapat kabar yang baik dari kalian. Kamu bisa hamil dan kasih mami cucu yang lucu." ucap Mami Egi. Lofie tersenyum malu.


" Semoga saja, aku cepat hamil yah mi." sahut Lofie.


" Oh iya, setelah kita makan ini bagaimana kalau kita nyalon, lalu shoping." ajak Mami Egi.

__ADS_1


" Hem, nanti aku minta ijin kak Hanom dulu, Mi." kata Lofie. Mami Egi tersenyum bahagia melihat menantunya sangat imut dan penurut dengan suaminya.


@@@@@@@


Setelah mereka makan duluan lantaran Pak Piter dengan Hanom masih asyik bermain catur, Mami Egi dengan Lofie berangkat nyalon dan shoping. Keduanya diantar oleh salah satu sopir pribadi keluarga Piter.


Hampir seharian Mami Egi dan Lofie melakukan perawatan keseluruhan tubuh nya. Dari rambut, sampai ujung kaki. Setelah itu shoping di beberapa butik untuk membeli beberapa pakaian.


" Kamu senang sayang?" tanya mami Egi.


" Setelah ini kita ke bagian sepatu dan tas yah!" ajak Mami Egi. Lofie menurut saja, apa yang jadi ajakan mami Egi, sang ibu mertua.


" Mami yakin, Hanom akan semakin terpesona dengan kamu, sayang. Kamu wangi dan terlihat lebih cantik dan fresh." ucap mami Egi menatap Lofie tidak berkedip. Lofie menjadi membayangkan jika setelah dirinya pulang, akan kena serangan oleh sumainya itu.


Namun Lofie sadar jika dirinya dan suaminya itu masih terbilang sangat muda dan masih hot- hotnya jika melakukan olahraga di atas peraduan itu.

__ADS_1


" Oh iya, Lofie sayang! Apakah kamu lapar?" tanya Mami Egi.


" Tidak lapar pakai banget sih mi. Namun ingin makan aja, mi. Seharian melakukan perawatan keseluruhan tubuh jadi ingin ngemil saja, mi." kata Lofie.


" Selera makan kamu bertambah yah, sayang? Apakah kamu hamil?" tebak Mami Egi.


" Mami, pernikahan aku dengan Hanom bahkan belum ada satu bulan, mi." sahut Lofie.


" Bahkan kami melakukan itu, baru beberapa hari kemarin." kata Lofie jujur. Mami Egi jadi tersenyum mendengar kekonyolan menantunya itu.


" Oh iya, apakah itu enak? Eh, em maksud mami, apakah Hanom. menyakiti kamu, sayang?" kata Mami Egi berusaha mengupas semuanya.


" Awalnya Hanom bikin sakit aku, Mi. Namun setelah itu bikin aku enak- enak terus kok, Mi." ucap Lofie polos dan jujur. Mami Egi tertawa terbahak- bahak mendengar ucapan menantunya itu.


" Ya sudah, kita masuk ke rumah makan Jepang saja, yuk!" ajak Mami Egi. Lofie menurut saja.

__ADS_1


__ADS_2