HANYA DEMI UANG

HANYA DEMI UANG
CITRA DI CULIK


__ADS_3

Satria mengalungkan perhiasan yang cukup terbilang mewah itu di leher jenjang milik Citra. Betapa perlakuan manis yang diberikan oleh Satria suaminya itu membuat terharu pada Citra. Seumur hidupnya Citra tidak pernah mengenakan perhiasan emas, berlian, ataupun yang lainnya yang terbilang benda mewah menurut nya. Kehidupan nya yang tanpa sanak saudara dan hanya berdua bersama adiknya Nura, bekerja mencari uang untuk kelangsungan hidup nya bersama adik satu- satunya dan menyekolahkan Nura ke jenjang yang lebih tinggi dibandingkan dengan dirinya.


" Kamu terlihat sangat cantik setelah mengenakan kalung berlian itu, sayang!" ucap Satria lirih sambil membalikkan badan Citra ke arahnya. Citra tersenyum menatap wajah Satria yang begitu dekat. Dengan sedikit mendongak karena antara Satria dengan dirinya memang lebih tinggi darinya. Satria mengangkat dagu Citra. Citra sesaat menahan nafasnya. Kini tanpa banyak berbicara Satria mulai memainkan bibir tipis milik Citra. Cukup lama Citra membiarkan Satria mempermainkan bibirnya itu sampai akhirnya Citra mulai terbiasa dan seperti telah belajar privat dengan Satria. Dengan lincahnya Citra mulai pintar memainkan bibir tebal milik Satria. Satria mulai bergejolak hasrat nya. Aliran darahnya mulai panas. Satria ingin menuntut lebih dari semua itu.


Masih di depan rumah kayu dengan penerangan yang tidak cukup besar. Lampu merah dengan minim cahaya membuat suasana romantis tercipta diantara mereka. Mereka masih di tempat terbuka. Satria tidak perduli dengan semua itu. Dirinya bersama dengan Citra sudah terbawa dalam suasana indahnya malam itu. Tangan Satria mulai menurunkan gaun bagian lengan milik Citra. Kini semakin tampaklah bagian leher jenjang dan bagian bawah lehernya itu putih menggoda. Satria mulai menyentuh bagian itu dengan telapak tangannya. Citra masih terpaut di bibir Satria. Aliran darahnya semakin hangat. Kedua kakinya mulai gemetaran tatkala satu tangan Satria mulai menyikap dan menyusup di balik gaun nya. Satu jarinya mulai bermain dan menari di bukit kecil milik Citra. Bahkan kini mulai menerobos dan bermain di sana sampai basah. Entah cairan apa di sana namun itu akan memudahkan pergerakan Satria untuk meneruskan segala aksi-aksi nya. Kini Citra mulai meloloskan suara rintihan nikmat. Satria semakin terpacu untuk menggiring Citra masuk ke dalam rumah kayu yang mungkin sangat cocok untuk melakukan kegiatan erotis kedua insan itu.


Satria kini mulai mengangkat tubuh Citra dan menggendong nya ke dalam rumah kayu. Langkahnua yang lebar sudah tidak sabar segera ingin mengeksekusi Citra. Satria mulai merebahkan tubuh Citra di atas peraduan yang tidak terlalu luas itu. Satria kini mulai menyingkapkan gaun milik Citra hingga ke atas. Paha putih mulus itu mulai terpampang nyata. Namun Satria enggan untuk melepaskan semua pakaian yang dikenakan oleh Citra. Satria mulai menurunkan kain kecil yang berbentuk segitiga itu dari dalam gaun yang dikenakan oleh Citra. Satria tersenyum menyeringai dan mulai menundukkan kepala di area terlarang itu. Satria kini mulai menghirup aroma khas milik Citra dan mulai bermain dengan liar dengan cari dan bahkan lidahnya yang nakal. Citra menggeliat dan sedikit mengangkat pinggul nya.


Setelah nya Satria akan menuntaskan segala kegiatan itu sampai keduanya sama-sama terkulai dan saling mengatur nafasnya.


@@@@@@@@


Pagi telah hadir menyongsong hari. Matahari tersenyum ramah di alam itu. Kedua insan yang beda jenis itu masih terkulai di atas peraduan di rumah kayu itu. Kedua pasang mata mereka masih enggan untuk membuka mata. Mereka masih terlihat lelah karena pergumulan panjang yang mereka lakukan sepanjang malam sampai akhirnya keduanya polos tak berpakaian dengan selimut sebagai penutupnya. Beberapa kali pasangan pengantin baru itu melaksanakan hubungan suami istri yang saling memberi dan menerima.


Citra mulai membuka matanya menatap Satria di samping nya. Satria terlihat begitu tampan ketika sedang tidur seperti itu. Citra mulai turun dari peraduan itu dan mulai mengenakan gaunnya kembali. Citra hendak membangunkan Satria tapi diurungkan niatnya. Akhirnya Citra mulai berjalan ke atas villa untuk mengambil pakaian ganti Satria dan juga dirinya.


Citra meninggalkan rumah kayu itu dimana masih ada Satria yang tertidur di sana. Citra dengan langkah nya berjalan ke kamarnya. Namun sebelum dirinya sampai di kamarnya, dia orang pria asing telah menghadangnya dan membekap mulut dan hidungnya dengan sapu tangan. Citra kini mulai tidak sadar kan dirinya dan dibawa oleh kedua pria asing itu.


Kedua pria asing itu lantas membawa Citra masuk ek dalam mobilnya dan mulai meninggalkan tempat itu.


@@@@@@@

__ADS_1


Satria terbangun dari tidurnya dan tidak mendapati istrinya ada di sebelah nya. Hari sudah mulai siang. Satria berpikir, Citra saat ini berada di villa kamarnya. Dengan cepat Satria kembali ke atas dan menuju kamar di villa nya. Namun setibanya di dalam kamar villa itu, satria tidak mendapati Citra, sang istri tercinta. Satria segera mencari keberadaan penjaga villa, pelayan di sana dan juga sopir pribadinya. Namun mereka semua nya tidak mengetahui keberadaan Citra, istri tuan mudanya itu.


" Lihat CCTV-nya. Siapa yang berani menculik Citra?" ujar Satria mulai geram. Asisten pribadi yang merangkap sopir nya itu segera melihat CCTV di sekitar villa itu.


Satria mulai emosi dengan penculikan istri nya tersebut. Sampai akhirnya asisten dan penjaga villa tersebut menemukan seseorang yang telah menculik Citra.


" Tuan muda!" asisten pribadi Satria mulai berucap.


" Bagaimana, apakah kalian menemukan petunjuk siapa yang telah membawa Citra?" tanya Satria.


" Plat mobilnya Bxxxx, tuan muda! Dua orang laki-laki asing dengan penutup wajah. Sepertinya mereka adalah suruhan seseorang." jelas asisten pribadi Satria.


" Cari keberadaan plat mobil itu, cepat!" perintah Satria dengan gusar.


" Mungkin saja Milar atau... " gumam Satria.


" Aku harus mencari Milar!" pikir Satria lalu mulai mengenakan jaketnya.


" Ikut aku!" perintah Satria kepada asisten pribadinya.


" Kita akan mencari istri tuan muda dimana?" tanya asisten pribadi Satria kepo tingkat dewa.

__ADS_1


" Kita mencari keberadaan Milar terlebih dahulu. Mungkin kita ke apartemen nya dulu." ujar Satria. Asisten pribadi Satria mengikuti apa kata tuan mudanya. Satria dengan kekhawatiran yang tinggi mulai menjalankan mobilnya hingga kecepatan tinggi. Asisten pribadi Satria mual dan pusing, Satria mengendarai mobil nya dengan kecepatan diatas rata- rata itu. Di lain sisi, Orang-orang Bramantyo sudah mencari keberadaan Citra di berbagai tempat.


Karena banyak orang-orang di dunia bawah yang terkadang suka membuat masalah, mereka mengetahui siapa- siapa saja yang akan mengancam keamanan dan menteror kehidupan keluarga mereka.


Ponsel Satria berbunyi, panggilan masuk diangkat nya. Panggilan masuk dari kakaknya Bramantyo.


" Kamu tenang saja dik! Istri kamu ada bersama orang-orang nya Milar. Citra di sekap di rumahnya. Tampaknya, mantan kekasihmu itu hanya ingin bermain- main dengan kamu saja, dik! Hahaha." ucap Bramantyo di seberang sana. Satria mendengus kesal.


" Aku sudah menikah, kak! Aku sudah berjanji dengan nenek dan Citra, tidak akan bermain- main lagi dengan wanita lain." ucap Satria.


" Baguslah! Aku suka komitmen kamu, dik! Kakak juga demikian halnya." sahut Bramantyo.


" Benarkah?" ucap Satria seperti nya tidak percaya ucapan Bramantyo.


" Hahaha, kau seperti nya tidak mempercayai aku dik!" kata Bramantyo.


" Bukan seperti itu, kak! Aku hanya berpikir, kasihan wanita-wanita yang memuja kakak. Mereka pasti akan patah hati dengan keputusan kakak yang menikah dengan Yurika dan akan setia itu." ucap Satria.


" Ini adalah resiko bagi laki-laki tulen dengan segudang pengalamannya. Hahaha." sahut Bramantyo.


" Oke, Satria! Jika Milar menyulitkan kamu, orang-orang ku akan bertindak." tambah Bramantyo.

__ADS_1


" Aman kak, aku akan menyelesaikan masalah ini. Aku pastikan Citra akan baik- baik saja. Milar hanya menginginkan aku, bukan Citra." kata Satria lalu menutup panggilan masuknya.


__ADS_2