
Bramantyo membawa Yurika ke rumah papi, mami nya. Bramantyo menyampaikan niatnya untuk menikahi Yurika segera. Tentu saja sebagai putra pertama, papi dan mami menginginkan pernikahan putra mereka itu diadakan secara meriah dan besar- besaran.
Namun sesuai rencana besar dan kesepakatan dari kelima putra mereka, pesta pernikahan akan diadakan serentak semua lima putra pewaris tahta perusahaan -perusahaan keluarga Piter. Jadi untuk pertama kalinya mereka akan menikah dengan pesta yang tidak terlalu besar dan meriah serta dilakukan secara tertutup oleh media. Setelah kelima putra tuan Piter menikah dengan pasangan nya, baru akan diselenggarakan pesta besar- besaran dan secara bersama-sama serta serentak dengan lima pasangan pengantin.
Bramantyo dan Yurika akhirnya akan menghalalkan hubungan mereka secara hukum dan agama besok lusa di rumah mami papi nya dan hanya mengundang keluarga besar Piter dan keluarga mempelai.
" Kamu tidak apa- apa kan sayang jika besok lusa kalian menikah secara tertutup dan hanya menghadirkan keluarga besar Piter dan keluarga kamu saja. Kami akan merencanakan pesta secara besar-besaran dan meriah kelima putra Piter. Tentu saja setelah kelima putra Kami semuanya menemukan pasangan dan istrinya." ucap mami Egi. Yurika tersenyum.
__ADS_1
" Tidak apa- apa mami Egi! Yang terpenting saya dengan bang Bramantyo sudah sah menjadi suami istri secara hukum dan agama. Soal pesta yang meriah kami mengikuti kehendak keluarga besar saja." ucap Yurika. Bramantyo merangkul Yurika dengan lembut.
" Bramantyo beruntung mendapatkan kamu sebagai istrinya. Kamu bisa merubah Bramantyo menjadi laki-laki dewasa yang bertanggung jawab. Semoga Bramantyo menjadikan kamu wanita satu- satu ya sebagai sandaran dan tempat berlabuhnya." kata mami Egi. Bramantyo menggaruk rambutnya malu jika mengingat kenakalan nya sebelum berjumpa dengan Yurika.
" Papi hanya takut, Tiba-tiba ada wanita datang mengaku memiliki anak dari Bramantyo. Itu saja. Apakah kamu siap dengan hal itu, nak Yurika. Mengingat Bramantyo sudah beberapa kali melakukan itu dengan banyak wanita- wanita cantik dalam kehidupan nya." ucap papi Piter. Kembali Bramantyo menggaruk rambutnya yang tidak gatal. Bramantyo kini menepui jidatnya sendiri setelah mendengar apa yang dikatakan oleh papinya.
" Iya papi, saya harus siap dengan semua itu. Saya sadar jika yang menikahi saya adalah laki-laki tulen dan memiliki paras yang tampan. Sehingga banyak wanita- wanita yang menggandrungi nya." sahut Yurika. Bramantyo seketika sombong dikatakan ganteng oleh Yurika.
__ADS_1
" Iya mami!" sahut Bramantyo.
" Kamu sebagai anak pertama, berikan contoh yang baik adik- adik kamu." sahut Papi Piter.
" Baik, papi." sahut Bramantyo.
" Oke, lusa kalian akan menikah di rumah ini. Segala sesuatunya sudah dipersiapkan oleh WO. Setelah menikah lusa nanti, kalian bisa berbulan madu dan buatkan cucu yang banyak untuk kami." ucap mami Egi. Yurika seketika bersemu merah wajahnya. Bramantyo kini merangkul Yurika dengan lembut.
__ADS_1
" Kita akan menikah Yurika sayang!" bisik Bramantyo. Yurika tersenyum bahagia.
" Ayo ke rumah ibu kamu. Kita ajak ibu tinggal ke rumah kita." ajak Bramantyo. Yurika mengangguk pelan.