
Hanom mengajak Lofie ke rumah kediaman keluarga besar Piter. Tentu saja Hanom ingin menyampaikan kepada mami papinya kalau dirinya ingin segera menikah dengan adik sahabatnya itu yaitu Lofie. Papi mami Hanom yang mengetahui selama ini Hanom telah berpacaran dengan Sindi, kenapa menikah nya bukan dengan Sindi. Hal itu tentu saja menajdi pertanyaan dari papi, mami dan juga saudara nya yang lain.
Akhirnya, setelah melewati proses dan perencanaan yang matang, Hanom dengan Lofie benar-benar menggelar pesta pernikahan setelah acara ijab qabul dilakukan. Gery tidak menyangga jika dirinya saat ini benar-benar menjadi kakak ipar dari Hanom lantaran adiknya, Lofie menikah dengan sahabatnya sendiri yaitu Hanom. Setelah menikah Hanom mulai fokus ke dunia bisnis di perusahaan milik keluarga Piter. Hanom meninggalkan dunia balap nya. Apalagi Lofie sangat ngebet ingin segera hamil dari pernikahan nya bersama Hanom. Tujuan Lofie menikah dengan Hanom ingin menjadi ibu dan cepat hamil dan bisa menyusui anaknya. Menjadi istri yang baik untuk suaminya.
Lofie memang terbilang anak yang manja di keluarga nya namun Lofie sudah paham tentang urusan rumah tangga dan tanggungjawab sebagai seorang istri. Kabar pernikahan Hanom dengan Lofie tentu saja sampai di telinga Sindi, mantan kekasih Hanom yang memutuskan hubungan dengan Hanom karena Hanom memberikan dua pilihan kepadanya yaitu meninggalkan karir nya sebagai penyanyi dan menikah dengan Hanom atau putus dengan Hanom. Dan diluar dugaan Sindi memilih karirnya dan putus dengan Hanom.
Di acara pesta pernikahan Hanom bersama Lofie, Sindi datang dengan menggandeng kekasih barunya. Hal itu membuat Hanom seperti kebakaran jenggot. Apalagi Sindi sengaja menunjukkan kemesraan nya di hadapan Hanom. Hanom pun tidak kalah juga menunjukkan kemesraan nya bersama dengan Lofie.
__ADS_1
Setelah pesta pernikahan mereka, Hanom dan Lofie melakukan perjalanan bulan madu ke luar kota. Lofie sangat menyukai nya. Kini keduanya sudah tiba di luar kota. Setelah seharian berjalan- jalan menikmati keindahan kota tujuan itu, kini mereka tiba di penginapan. Setelah Hanom menikahi Lofie dan mereka resmi menjadi pasangan suami istri, Hanom belum melakukan buka segel lantaran Lofie sedang datang bulan saat malam pertama itu. Ada semangat dalam diri Hanom ketika malam ini dirinya akan membuka segel.
" Apakah kamu sudah siap Lofie?" tanya Hanom. Lofie melebar matanya.
" Siap apa kak?" tanya Lofie. Hanom menepuk jidatnya. Hanom harus ekstra sabar jika menghadapi istrinya yang terkadang terlalu polos nya lambat untuk menangkap pembicaraan dewasa.
" Tentu saja, ayo kita mulai sekarang!" ajak Lofie. Hanom mulai membuka kaos oblong nya. Lofie seketika menutup matanya karena kaget.
__ADS_1
" Kak kenapa kakak malah membuka kaos oblong kakak dan celana panjang kakak? Bukannya kita akan membuat baby?" tanya Lofie. Hanom mengerutkan dahinya.
" Iya Lofie sayang,karena kita hendak buat baby makanya aku buka semua pakaian aku. Dan kamu harus buka pakaian kamu juga, sayang." kata Hanom dengan sabar menjelaskan.
" Tapi kata kak Gery sebelum melakukan itu, kita harus menjalankan tata cara ini. Setelah nya baru kita melakukan itu. Katanya supaya cepat mendapatkan baby itu dan aku segera cepat hamil." kata Lofie seraya menunjukkan kertas yang dimaksudkan. Hanom menepuk jidatnya lalu mengusap dada nya pelan.
" Lofie sayang! Biar kakak yang mengajari kamu bikin baby itu seperti apa yah. Kamu sudah dibohongi kak Gery mu itu. Buat baby tidak perlu pakai tata cara seperti ini. Ini merepotkan banget." kata Hanom.
__ADS_1
" Baiklah, kalau begitu aku siap untuk diajari kamu kak. Yang terpenting kita bisa mendapatkan baby dengan cepat." kata Lofie akhirnya.