HANYA DEMI UANG

HANYA DEMI UANG
RAJA PITER 10


__ADS_3

Di rumah makan yang menyajikan berbagai macam menu itu. Di sana sudah duduk Lavina serta Dedy di gazebo. Di sekelilingnya ada kolam ikan berwarna-warni. Di saung itu keduanya sudah memesan makanan dan minuman. Sambil mengobrol keduanya terlihat semakin akrab. Dedy tidak menyangka setelah bertemu dan berkenalan dengan Lavina ketika makan bakso di warung itu dirinya merasa nyaman dengan Lavina. Nyaman dengan Lavina lantaran Lavina bisa membuatnya tersenyum dan tertawa. Walaupun terkadang Lavina sering menunjukkan blo'on nya, namun hal itu malah membuat Dedy semakin gemas.


" Kamu kenapa melihat aku saja, om Dedy? Apakah hanya dengan melihat aku saja, om Dedy sudah kenyang?" tanya Lavina. Dedy hanya nyengir kuda. Dedy memotongkan sedikit daging di piring nya lalu menyuapkan ke mulut Lavina. Lavina dengan nurutnya membuka lebar mulut nya.


" Enak gak?" tanya Dedy setelah memberikan daging dari makanan yang sudah ia pesan tadi.


" Enak banget, dan lagi sangat empuk. Bumbunya kenapa bisa meresap begitu yah! Lain kali aku akan memesan itu." kata Lavina. Dedy tersenyum.


" Kamu mau? Biar aku pesankan lagi untuk kamu." ucap Dedy.


" Eh, jangan!" sahut Lavina. Dedy mengernyitkan dahinya.


" Maksud aku, jangan tidak jadi! Dua porsi tapi dibungkus saja, om Dedy." kata Lavina. Dedy menarik hidung Lavina. Lavina meringis menghentikan mengunyah makanan nya sementara. Dedy melambaikan tangannya memanggil pelayan rumah makan berbentuk saung- saung itu. Dedy mulai memesan makanan yang dimaksudkan itu dan memintanya untuk dibungkus.


" Apakah kamu sering kemari om?" tanya Lavina. Dedy mulai bercerita.


" Sering! Di rumah makan ini adalah tempat favorit kami jika makan malam seperti ini. Tempat nya adem dan terasa tenang." ucap Dedy.


" Sama kekasih kamu, om?" sahut Lavina menebak.


" Lebih tepatnya, tunangan aku." kata Dedy. Lavina mulai memperhatikan wajah tampan milik Dedy itu.


" Waduh, ternyata aku saat ini lagi bersama pria yang sudah bertunangan." ucap Lavina.


" Jangan khawatir, tunangan ku itu tidak akan cemburu dengan kamu. Dia jauh lebih cantik dan memiliki body yang hampir sempurna. Kalau tunangan ku melihat aku dan kamu makan seperti ini, dia pasti akan mengira kalau aku sedang kasih makan anak terlantar." ucap Dedy sambil terkekeh. Lavina seketika mengerucut bibir nya.


" Aku menjadi penasaran, secantik dan seseksi apa sih tunangan, om Dedy itu!" ucap Lavina.


" Akan aku kasih tunjuk. Tapi dengan satu syarat dari aku." kata Dedy. Lavina membulat bola matanya.

__ADS_1


" Syarat apa itu?" tanya Lavina.


" Jangan panggil aku dengan om dong! Kita tidak jauh beda umur nya kan? Paling antara aku dengan kamu hanya berjarak dua tahun saja. Lebih dua tahun saja aku keluar dari rahim mami aku." kata Dedy.


" Baiklah, aku akan memanggil kamu pakdhe Dedy. Kurasa itu lebih pantas." ucap Lavina sambil meletakkan jarinya ke pelipisnya. Dedy menepuk jidatnya sendiri.


" Ya sudahlah, terserah kamu saja. Yang penting kamu bahagia." sahut Dedy. Lavina cekikikan melihat kepasrahan dari Dedy. Dedy mulai membuka ponselnya. Dia membuka galeri di ponselnya itu, mencari foto ketika dirinya sedang bersama dengan tunangannya. Setelah ketemu foto yang ada dirinya dengan tunangan nya, Dedy menunjukkan nya pada Lavina. Lavina menutup mulutnya.


" Ada apa?" tanya Dedy.


" Aku boleh pingsan tidak?" tanya Lavina. Dedy mengerutkan dahinya.


" Boleh, silahkan!" sahut Dedy. Lavina memainkan bola matanya jengah.


" Aku sangat terkejut melihat nya?" kata Lavina.


" Dia, benar- benar cantik dan sangat seksi." kata Lavina.


" Tidak, dibandingkan dengan kamu, kamu yang paling cantik dan indah." sahut Dedy jujur. Lavina mencoba mencari kebenaran dari ucapan Dedy itu.


" Kenapa? Aku berkata jujur kok. Kamu yang lebih cantik dibandingkan dengan tunangan aku. Mungkin sekilas dia cantik secara fisik namun kamu lebih menarik, Lavina." kata Dedy.


" Aku tahu, setiap. laki-laki pasti akan bilang seperti itu." kata Lavina sambil menatap langit-langit saung itu. Dedy semakin gemas melihat tingkah Lavina. Hidung mancung itu kena tarik oleh Dedy.


Sesaat keduanya diam dalam pikiran masing-masing dan sesekali masih menghabiskan makanan penutup mereka.


" Alexa adalah tunangan Dedy. Saat ini Alexa sedang menjalin hubungan rahasia dengan Pak Raja. Apa yang kurang dari Dedy bagi Alexa yah." batin Lavina sambil mengaduk- aduk Parfait strawberry mangga kesukaannya.


" Lavina, aku ke toilet sebentar yah!" ucap Dedy. Lavina mengangguk mempersilakan Dedy membuang hajatnya.

__ADS_1


@@@@@@@


Masih di rumah makan yang sama, namun beda saung sebagai tempat duduk mereka berdua. Antara Raja dan Alexa saat ini sama-sama menikmati makan malam di tempat itu. Keduanya terlihat mesra dan saling menyuapi makanan. Tanpa disadari oleh mereka, sepasang mata telah memperhatikan mereka dengan tatapan marah dan juga kecewa.


" Alexa! Aku pikir kamu adalah tipe wanita yang setia. Ternyata diam- diam dibelakang ku kamu suka bermain api dengan laki-laki lain. Padahal kita sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah." gumam laki-laki itu yang tidak lain adalah Dedy.


Dedy bergegas kembali menuju ke saung dimana Lavina masih di sana.


" Apakah kamu sudah selesai makannya, Lavina?" tanya Dedy.


" Aku sudah selesai dari tadi kok!" sahut Lavina.


" Hem, Lavina! Ini dompet aku, dan tolong bayar semua makanan dan minuman yang kita pesan tadi yah. Aku akan menunggu kamu di dalam mobil. Oh iya, jangan lupa aku tadi sudah pesankan dua porsi stik daging untuk kamu." kata Dedy sambil memberikan dompetnya ke Lavina. Lavina menerima nya dengan melongo.


" Kamu tidak apa- apa kan, jika aku menunggu kamu di tempat parkiran?" tanya Dedy lagi.


" Eh, iya, tidak apa- apa kok!" sahut Lavina. Dedy bergegas meninggalkan Lavina dengan langkah lebarnya menuju ke parkiran dimana mobilnya berada di sana. Sedangkan Lavina mencoba menerka- nerka apa yang terjadi pada Dedy yang tiba-tiba wajahnya menunjukkan wajah sedih, kecewa, dan menahan emosi. Lavina menuju ke tempat kasir. Sesekali matanya melihat ke sekeliling tempat itu. Di sana masih banyak pengunjung yang berdatangan untuk makan malam bersama dengan orang-orang tercintanya.


" Hai Lavina!" panggil Raja seraya menepuk lengan Lavina pelan.


" Eh, pak Raja! Pak Raja di sini juga?" tanya Lavina sambil mencari tahu dengan siapa pak Raja datang ke rumah makan itu.


" Kamu mencari siapa? Aku kemari bersama dengan Alexa. Kamu sendiri datang kemari dengan siapa?" tanya Raja.


" Eh, sama pakdhe aku. Eh em Pak Raja, saya pamit duluan yah pak. Pakdhe mungkin sudah menunggu ku lama di parkiran." kata Lavina. Raja menatap kepergian Lavina sambil menggelengkan kepalanya. Kini giliran Raja membayar ke bagian kasir semua makanan dan minuman yang sudah dipesan nya ditempat itu.


Sementara Lavina berjalan menuju ke parkiran.


" Rupanya Dedy melihat tunangan nya jalan dengan Pak Raja. Apa itu yang membuat Dedy berubah raut wajahnya?" gumam Lavina.

__ADS_1


__ADS_2