
Di halaman rumah kediaman Piter masih berkumpul kelima putra dan menantu serta calon menantu dari keluarga Piter. Pesta itu belum usai lantaran ada pesta dansa yang akan dilakukan semua putra tuan Piter beserta pasangan nya. Mami Egi dan juga tuan Piter ikut berdansa meramaikan acara malam itu.
Musik yang mengalun indah sebagai pengiring tarian dan dansa untuk mereka yang saling berpasang-pasangan. Kecerian dan kebahagiaan muncul di wajah- wajah mereka. Apalagi mami Egi dan tuan Piter berasa memiliki banyak anak. Yang dulunya hanya memiliki lima putra saja, kini bertambah dengan adanya menantu dan calon menantu mereka.
Setelah acara pesta dansa usai para kelima putra keluarga Piter berkumpul sendiri dan kelima pasangan mereka duduk bersatu sendiri. Para Ciwi-ciwi ikut menikmati acara barbeque an di halaman istana kediaman keluarga Piter. Mereka semakin akrab karena sudah mulai mengenal satu dengan yang lain. Apalagi Sonia yang tipe nya mudah bergaul menjadi akrab dengan Lofie. Yurika pun demikian sedang bercerita dengan Claudia, mereka terlihat lebih akrab. Citra pun juga mudah bersosialisasi dengan Alexa, Yurika, Sonia dan juga Lofie.
" Bagaimana kalau weekend nanti kita sama-sama nyalon yuk. Kita perlu perawatan supaya pasangan kita semakin lengket dan jatuh hati dengan kita. Jangan sampai pasangan kita kepincut dengan wanita lain yang lebih cantik dan menggoda." usul Alexa. Lofie tersenyum mendengar usul dari Alexa itu.
" Iya, apalagi wanita- wanita diluar sana lebih tertarik dengan pria yang telah beistri apalagi suami kita orang tajir." sahut Sonia. Lofie terkekeh mendengar nya.
" Laki-laki diluar sana pun lebih tertarik istri orang dari pada seorang gadis. Katanya menurut mereka istri orang lebih menggoda dari pada seorang gadis." sahut Lofie. Mereka tertawa kecil dan bercanda dan berbincang hal- hal yang kurang berfaedah.
Acara barbeque an itu sampai larut malam. Acara pesta kecil itu akhirnya selesai setelah para cowok- cowok menarik pasangan nya satu demi satu untuk berpamitan dengan mami Egi dan tuan Piter untuk kembali ke rumahnya Masing-masing.
Pesta malam itu selain mengumpulkan kelima putranya tapi juga ingin membuat semuanya saling mengenal dengan pasangan saudara nya.
@@@@@@@
Bramantyo kini sudah berada di dalam mobil bersama dengan Yurika. Kali ini Bramantyo tidak membawa sopir pribadinya ataupun asistennya, Yoyo. Bramantyo sendiri yang menyetir sendiri mobilnya.
" Aku akan mengantarkan kamu pulang! Temanilah ibu kamu." kata Bramantyo. Yurika tersenyum kecut.
" Terimakasih untuk malam ini!" kata Yurika. Bramantyo tersenyum menyeringai.
" Terimakasih untuk apa?" tanya Bramantyo.
" Terimakasih karena kamu mengenalkan aku sebagai kekasih kamu, om Tyo." kata Yurika. Bramantyo seketika mendengus kesal jika Yurika memanggil dirinya dengan panggilan om. Bramantyo mengangkat dagu Yurika dan meraup bibirnya yang merah. Setelah itu mobil kembali dijalankan oleh Bramantyo.
" Eh, emmp. Bang Tyo!" kata Yurika lirih. Bramantyo tersenyum mendengar panggilan itu.
__ADS_1
" Sepertinya kamu selalu ingin menggoda aku dengan panggilan om. Supaya aku mencium kamu. Kamu tinggal bilang saja jika menghendaki ciuman dari aku." kata Bramantyo. Yurika melengos mendengar ocehan Bramantyo.
" Bagaimana keadaan ibu kamu? Apakah kondisi nya masih lemah?" tanya Bramantyo.
" Ibu sudah lebih baik. Semua lantaran bantuan dari kamu, bang. Terimakasih banyak atas dana yang kamu berikan kepada kami. Hutang- hutang keluarga kami sudah beres dan kesehatan ibu sudah lebih baik." kata Yurika.
Mobil kini sudah berhenti di depan rumah kontrakan Yurika bersama dengan ibunya.
" Turunlah, sampaikan salam aku kepada ibu calon mertuaku." kata Bramantyo. Yurika tersenyum mendengar nya.
" Hem, setelah ini kamu mau kemana?" tanya Yurika penuh selidik.
" Aku akan menghabiskan malam ini bersama Claudia." ucap Bramantyo bohong. Yurika menahan getir dihati nya tiba-tiba. Yurika akhirnya turun dan bergegas pergi dari sana. Bramantyo menatap punggung Yurika sampai tidak terlihat dari pandangan nya karena Yurika masuk ke dalam kontrakan itu.
" Sepertinya aku mulai benar-benar menyukai Yurika. Apakah dengan Claudia aku sudah benar-benar tidak lagi berharap lagi? Nyatanya saat ini Yurika lah yang aku kenalkan ke mami papi sebagai calon istri aku. Walaupun aku masih terikat kontrak dengan Yurika." gumam Bramantyo sambil menjalankan mobilnya.
Sementara di balik kaca rumah kontrakan Yurika menatap kepergian mobil yang membawa Bramantyo, dengan tangis nya. Hatinya sakit dan sesak ketika Bramantyo menyinggung nama Claudia mantan nya dulu.
" Yurika! Apakah kamu sudah pulang nak!" suara ibu Yurika dari dalam kamar.
" Iya bu. Ini Yurika sudah pulang." sahut Yurika.
Yurika mengganti gaun pesta pemberian Bramantyo itu dengan pakaian santai. Setelah nya Yurika masuk ke kamar ibunya.
" Ibu sudah makan?" tanya Yurika.
" Sudah! Tadi sebelum suster pamit pergi, suster sudah menyuapi ibu makan. Suster malam ini tidak pulang. Dia ijin dulu malam ini tidak jagain ibu." kata ibu Yurika.
" Iya bu. Maaf, tadi Yurika lama perginya. Ibu jadi sendiri di rumah." kata Yurika.
__ADS_1
" Tidak apa- apa. Ibu hanya mengkhawatirkan kamu saja, Yurika." kata ibu Yurika.
" Aku baik- baik saja kok bu. Tadi Yurika hanya ada pesta kecil bersama bang Tyo di rumahnya." cerita Yurika.
" Apakah kamu menyukai pemuda itu, nak? Apakah kamu mencintai Bramantyo mu itu? Dia laki-laki baik dan perhatian dengan kamu dan ibu. Ibu suka." kata ibu Yurika.
" Tapi bang Bramantyo belum tentu mencintai aku, bu." sahut Yurika dengan raut sedih.
" Kamu salah, nak! Ibu melihat Bramantyo itu sangat menyukai kamu. Ibu yakin itu." kata ibu Yurika.
" Semoga saja bu." sahut Yurika.
" Percaya dengan ibu. Jika Bramantyo adalah jodoh kamu, kalian pasti akan disatukan dalam sebuah ikatan suci." kata ibu Yurika.
" Iya bu. Tapi Bramantyo anak orang konglomerat. Sedangkan aku?" sahut Yurika.
" Maaf, jika saja..." kata Ibu Yurika.
" Ibu!" kata Yurika seraya memeluk ibunya. Yurika mungkin saja sangat lelah. Air matanya tidak bisa dibendung lagi. Kenapa tiba-tiba malam ini dia sangat rindu dengan laki-laki itu. Namun laki-laki itu sudah membuat dirinya sedih dengan mengatakan akan menghabiskan malam ini bersama Claudia, mantannya.
" Apakah benar yang dikatakan bang Bramantyo? Dia akan bersama dengan Claudia malam ini?" pikir Yurika.
" Ibu, aku harus pergi." kata Yurika. Yurika sepertinya tidak rela jika laki-laki itu menghabiskan malam nya bersama wanita lain.
" Aku harus ke sana. Memastikan kalau Bramantyo tidak bersama wanita itu." pikir Claudia.
" Kemana?" tanya ibu Yurika. Yurika diam tidak menjawabnya.
" Kamu ingin menemui laki-laki itu?" tanya ibu Yurika. Yurika mengangguk cepat. Ibu Yurika tersenyum melihat kegelisahan di wajah anaknya itu.
__ADS_1
" Yurika, kamu sudah cukup dewasa untuk bersikap dan menentukan pilihan kamu. Ibu yakin semua yang dilakukan oleh tuan muda Bramantyo akan dipertanggungjawabkan. Pergilah, jika kamu mencintai laki-laki itu." ucap ibu Yurika. Yurika mulai bersemangat untuk mengejar cinta nya. Dia tidak ingin melepaskan laki-laki yang dicintai nya pergi bersama wanita lain.