
Milar sangat marah ketika telah mengetahui bahwa Citra, istri dari Satria telah berhasil ditemukan oleh Satria beserta anak buahnya. Ketika Satria datang bersama dengan anggota nya, Milar keluar rumah itu lantaran ada jadwal offair bernyanyi di kafe.
Setelah itu, Satria mengancam Milar jika berani mengganggu Citra istrinya, Satria akan bertindak tegas terhadap Milar.
Milar mengamuk dan beberapa barang yang mudah pecah hancur di sana. Milar dikuasai emosinya hingga tidak bisa menahan amarahnya. Yang dia ingin hanyalah Satria, tetapi Satria tidak ingin menjumpai dirinya. Laki-laki yang menjadi Bodyguard Milar hanya menatap rasa penuh kasihan dengan Milar. Dari jarak yang tidak terlalu jauh, pria yang sudah menjadi bodyguard Milar selama hampir satu tahun itu, sudah paham bagaimana hubungan Milar dengan Satria selama ini. Namun tiba-tiba saja Satria menikah dengan wanita lain dan bukan dengan Milar lantaran Milar masih belum menginginkan pernikahan.
Milar sebenarnya sangat mencintai Satria, namun memang gayanya seolah tidak begitu butuh dengan Satria. Apalagi ketika disuruh memilih antara menikah atau meninggalkan penyanyi, Milar dengan cuek menganggap nya sebagai guyonan dari Satria saja. Ternyata Satria memang benar-benar ingin menikah dan akhirnya dirinya lah ditinggal begitu saja.
Milar mengambil pecahan kaca yang berserakan di lantai itu. Pikiran Milar sudah dibutakan oleh perasaan sepinya lantaran ditinggal oleh Satria. Pria bodyguard itu mulai waspada. Takut jika nona manis yang tidak jauh dari dirinya berdiri itu akan nekat melakukan tindakan yang mencelakakan dirinya. Laki-laki itu dengan langkah cepat mendekati Milar dan memeluk tubuh wanita itu. Tentu saja Milar terkejut kenapa pria yang ia gaji itu berani memeluk dirinya.
" Leo! Apa yang kamu lakukan kepada ku?" kata Milar dengan nada ketus.
" Aku hanya mencegah, non Milar supaya tidak berbuat nekat dengan memutus urat nadi di tangan nona sendiri." ucap Leo polos. Iya, laki-laki itu bernama Leo. Bodyguard Milar bernama Leo.
" Bodoh! Aku tidak akan melakukan tindakan itu! Aku punya segalanya, aku tidak mungkin Mati sia- sia." ucap Milar sangat berbeda dengan isi hatinya.
" Jadi, lepaskan aku!" kata Milar lagi. Namun Leo malah semakin kuat memeluk Milar dari arah belakang. Pecahan kaca yang dipegang oleh Milar dihempaskan oleh Leo. Leo untuk beberapa saat menikmati aroma tubuh Milar yang membuat dirinya tidak ingin menjauh dari pelukan itu. Leo menghembuskan nafasnya dan hal itu sangat terasa oleh Milar. Nafas yang hangat disertai irama jantung Leo yang semakin memburu. Keduanya akhirnya sama- sama diam untuk beberapa saat.
Masih dengan posisi Milar membelakangi Leo dan Leo masih mendekap Milar dengan kuat. Milar akhirnya memejamkan matanya tatkala Leo mulai mengenduskan nafasnya di bagian belakang telinga. Lalu ke bagian tengkuk Milar. Tidak puas dengan itu, akhirnya Leo mencium bagian leher milik Milar. Milar seperti terhipnotis. Dan akhirnya Milar merasakan dibagian ping gulnya ada yang menekannya dan seperti nya mulai mengeras. Milar membalikkan tubuh nya hingga keduanya kini saling berhadap-hadapan.
__ADS_1
Leo mulai ketakutan ketika Milar sudah menatap dirinya dengan tajam. Namun diluar dugaan Leo, Milar kini mendorong tubuh Leo hingga jatuh ke kursi sofa panjang. Setelah nya Milar mulai mengukung Leo dengan caranya yang liar. Leo tersenyum menyeringai.
" Aku pikir, kamu akan marah dengan aku." ucap Leo dengan tatapan liar. Leo malah membantu Milar dengan membuka kancing-kancing kemejanya.
" Sepertinya aku sudah lama melewatkan pria tampan dan perkasa di dekat aku." ucap Milar sembari naik ke atas tubuh Leo.
Tangan Milar mengusap lembut pipi Leo dan mulai mengamati wajah tampan milik Leo. Leo semakin bergejolak dirinya. Jantung nya semakin ber genderang tidak menentu.
" Baiklah, malam ini kita minum bersama-sama." ujar Milar sambil turun dari posisi mengukung Leo. Leo menarik nafasnya. Ada kekecewaan di sorot matanya. Padahal dirinya sangat merindukan ciuman dan sentuhan lainnya bersama nona yang menjadi bos nya itu.
" Apakah hanya minum saja, nona?" tanya Leo. Milar tersenyum sinis seperti merendahkan Leo.
" Sebenarnya yang lebih pantas, nona lah yang akan menguasai peraduan aku." sahut Leo tidak kalah berani nya.
" Kenapa? Memangnya hanya kamu laki-laki di dunia ini yang tampan? Di lingkungan artis banyak, Leo. Dan mereka tidak miskin seperti kamu." ejek Leo.
" Tapi aku bisa membuat nona merasakan enak." sahut Leo.
" Hahaha! Maaf, aku tidak berselera dengan laki-laki miskin seperti kamu. Walaupun kamu terlihat tampan dan perkasa." kata Milar penuh hinaan kepada Leo.
__ADS_1
" Baiklah! Kita mau minum dimana nona?" tanya Leo yang tidak pernah sakit hati dengan ucapan Milar. Leo sudah terbiasa dengan ucapan Milar yang apa adanya dan blak-blakan.
" Ikutlah dengan aku! Dan temanilah aku minum sampai puas malam ini." kata Milar. Leo mengikuti apa kata Milar.
@@@@@@@
Di sebuah club malam, Milar benar-benar banyak menenggak minuman beralkohol. Sedangkan Leo dengan setia menemani Milar di club itu dan sesekali minum namun tidak sebanyak Milar. Leo tetap menjaga Milar supaya aman dan tidak diganggu oleh laki-laki hidung belang di tempat itu. Akhirnya Milar sampai mabok dan mengoceh tidak jelas.
Leo memapah tubuh Milar hingga ke dalam mobilnya. Setelah itu membawanya kembali pulang ke rumah. Dengan setia dan pelan, Leo membawa masuk Milar ke dalam kamar milik nona bos nya itu. Setelah itu Leo membaringkan tubuh Milar hingga di atas kasur.
Setelah dirasa cukup aman, Leo segera keluar dari kamar milik Milar itu. Namun Milar tiba-tiba beucap.
" Leo, kamu laki-laki bodoh! Kemarilah kamu!" kata Milar dengan suara lantang. Leo yang mendengar Milar menyebutnya namanya seketika mengurungkan niatnya untuk melangkah keluar dari kamar bos nya itu. Leo mendekati nona Milar di samping tempat tidur yang luas dan mewah itu.
" Nona memanggilku? Ada apa lagi, nona?" tanya Leo dengan patuh. Namun Milar tidak menjawab pertanyaan Leo namun hanya menarik tangan Leo hingga jatuh ke atas tubuh nya. Leo tidak lagi berpikir panjang ketika wajahnya dekat dengan wajah Milar. Leo sebenarnya ingin segera mencium bibir nona bos nya itu. Namun Leo tidak suka jika mencium bau alkohol apalagi jika saat ini wanita itu sendiri sedang mabok. Leo segera melepaskan dirinya dan menjauh dari Milar.
" Sayang sekali, nona Milar! Mood aku seketika hilang jika melihat anda sedang mabok seperti ini." gumam Leo. Namun kembali Milar berkata.
" Ayo Leo! Bukannya kamu tadi, menginginkan aku?" ucap Milar. Leo tidak menghiraukan ucapan bosnya dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar nona bosnya.
__ADS_1
" Aku adalah bodyguard kamu, nona Milar! Jika kamu menghendaki aku dan kita melakukan nya dengan kesadaran penuh. Tidak dengan cara mabok seperti yang nona lakukan itu. Aku tahu, jika nona belum menyukai aku. Nona masih menyukai laki-laki itu." pikir Leo si bodyguard Milar.