HANYA DEMI UANG

HANYA DEMI UANG
BRAMANTYO PITER 6


__ADS_3

Bramantyo menggandeng Yurika menuju ruangan VVIP bernomor enam. Di sana beberapa kawan- kawannya sudah menunggu kedatangannya. Setelah menemani Yurika makan di kafe dekat club itu, Bramantyo dengan cepat ke tempat pesta kecil- kecilan yang di maksudkan. Yurika tanpa perlawanan mengikuti Bramantyo menggandeng nya ke tempat dimana kawan- kawannya sudah lama menantinya.


Bramantyo masuk ke ruangan yang private itu. Dimana Teman-teman nya sudah saling berpasangan duduk di kursi sofa yang panjang. Sambil menikmati irama musik yang suaranya keras memenuhi ruangan. Semua mata tertuju pada Bramantyo dengan menggandeng Yurika yang baru datang dan masuk ruangan itu. Botol- botol minuman penuh di atas meja. Ada beberapa camilan di sana. Yurika tidak menyangka, jika pesta kecil yang dimaksudkan seperti itu. Semuanya sudah terlihat intim di ruangan itu dengan pasangannya masing-masing. Ada beberapa yang seperti sudah mabok karena minuman nya.


" Hai, Bramantyo! Kamu sudah sangat terlambat!" ucap Lala sambil mendekati Bramantyo. Lala memberikan dua gelas minuman kepada Bramantyo dan juga Yurika.


" Maaf! Banyak yang terjadi hari ini, jadi kami datang terlambat kemari." sahut Bramantyo sambil menenggak habis minuman yang diberikan oleh Lala. Lala tersenyum lalu mengisi gelas itu kembali dengan botol minuman yang Lala ambil di atas meja. Kembali Bramantyo menenggaknya. Hal itu sampai beberapa gelas, Bramantyo meminumnya sebagai cara permintaan maaf karena sudah terlambat datang dan melewatkan waktu kumpul- kumpul dengan kawan se club nya itu. Apalagi si Rodes, kekasih Lala baru datang dari luar negeri.


" Giliran wanita mu yang belum meminumnya!" sahut Rodes yang mendekati Lala dan memeluknya erat. Yurika tidak terbiasa meminum minuman seperti itu. Gelas minuman Yurika akhirnya Bramantyo lah yang menghabiskan nya. Rodes dan Lala tertawa melihat jiwa pahlawan dari Bramantyo. Yurika mulai mengkhawatirkan Bramantyo karena sudah minum terlalu banyak.


Rodes menatap Yurika dari ujung kepala sampai kaki.


" Boleh juga wanita nya Bramantyo." pikir Rodes.

__ADS_1


" Anak baru?" bisik Rodes ke telinga Bramantyo. Bramantyo tersenyum menyeringai. Bramantyo tidaj rela jika Yurika dipandangi Rodes dengan mata yang liar.


" Kekasihku! Kamu jangan coba- coba menggoda nya. Atau aku congkel mata kamu?" ancam Bramantyo kepada Rodes. Rodes mulai ciut ketika Bramantyo sudah seperti ini. Ditambah Bramantyo sudah mulai terpengaruh dengan minuman yang telah diminum nya. Bramantyo menarik tangan Yurika keluar dari ruangan itu. Dimana Teman-teman club nya sudah mulai terbawa suasana masing-masing di ruangan itu. Sebagian sudah keluar dari sana dan menuju kamar penginapan.


" Kenapa buru- buru sekali Tyo! Kamu baru datang sudah main kabur saja!" protes Lala diikuti yang lainnya.


Bramantyo sudah tidak mempedulikan protes dari Teman-teman nya yang berada di ruangan yang sudah minim pencahayaan itu. Sengaja dibuat seperti itu untuk menambah kedekatan dan keintiman dan suasana romantis antara mereka. Yurika mengikuti Bramantyo yang mengajaknya keluar dari tempat itu. Bramantyo mengajak ke tempat parkir dimana mobilnya berada. Bramantyo masih bisa membukakan pintu mobil samping itu supaya Yurika bergegas masuk ke sana. Diikuti Bramantyo juga masuk ke mobilnya. Kini Bramantyo menyandarkan tubuhnya dan mulai memijat pelipisnya. Matanya terpejam. Bramantyo merasakan mulai memanas suhu tubuhnya. Pandangannya mulai kabur dan sudah merasakan sesuatu yang mendesaknya. Yurika mengkhawatirkan keadaan Bramantyo.


" Bang Tyo! Apakah disini?" tanya Yurika setelah Bramantyo sedikit memberikan ruang dan sejenak beristirahat akan ciumannya dengan Yurika. Bramantyo mengusap bibir itu setelah Bramantyo dengan liar menciumnya.


" Kenapa? Kita bisa melakukannya dimana saja bukan?" protes Bramantyo Jari-jari nya mulai menyusup ke dalam itu. Yurika mulai mendesis.


" Aku tidak suka disini!" ucap Yurika. Bramantyo kembali merapikan celananya dan Yurika pun mulai merapikan bajunya yang sudah sedikit terbuka oleh kenakalan Bramantyo.

__ADS_1


Bramantyo kembali turun dari mobilnya dan membuka pintu samping itu. Yurika menuruti perintah Bramantyo.


" Kita tidak bisa pulang malam ini. Apalagi kembali ke villa itu. Jadi malam ini kita bermalam dulu di sini. Oke?" kata Bramantyo pelan. Yurika mengangguk pelan.


Bramantyo kembali menarik tangan Yurika menuju ke tempat penginapan di dekat sana. Bramantyo sudah mulai berjalan mengambang. Yurika melihat nya pun akhirnya menggandeng dan menuntun Bramantyo. Laki-laki itu memberikan card nya kepada resepsionis penginapan itu. Kembali mereka menuju kamar yang sudah ditetapkan oleh resepsionis itu. Yurika kembali menuntun Bramantyo ke kamar VIP itu dibantu petugas penginapan di sana. Karena Yurika seperti sudah mulai kesusahan, pelayan penginapan itu membantu memapah Bramantyo yang sudah mulai mabok akan pengaruh minuman dan mungkin saja Rodes atau Lala sudah mengerjainya dengan memberikan serbuk penambah gairah. Entah gelas nya ataupun gelas milik Yurika. Yang pasti karena Bramantyo datang terlambat itulah Bramantyo harus meminum beberapa gelas baik. Ditambah menggantikan Yurika untuk meminum minuman itu.


Pelayan itu membantu membukakan pintu penginapan itu dengan kartu dan kata sandi nya. Bramantyo masih sadar memberikan dompetnya kepada Yurika supaya memberikan tips kepada pelayan penginapan itu. Pelayan itu pergi dan mengucap terimakasih kepada Yurika yang telah memberikannya lembaran uang kertas kepada pelayan itu dari isi dompet milik Bramantyo.


Yurika menjatuhkan tubuh Bramantyo ke atas kasur empuk di kamar VIP di penginapan itu. Yurika mulai membantu melepaskan sepatu dan kaos kaki yang dipakai oleh Bramantyo. Bramantyo kini malah kembali menarik tangan Yurika hingga tubuh Yurika berada di atas Bramantyo. Kini Bramantyo menggulingkan tubuhnya hingga menghimpit Yurika diposisi bawah. Kembali Bramantyo melakukan aksi-aksi nya.


" Maaf, kali ini aku tidak bisa lembut. Aku sudah tidak tahan dengan apa yang aku rasakan." kata Bramantyo pelan sambil mulai meraup bibir milik Yurika itu dengan ganas. Yurika tidak menolaknya bahkan Yurika semakin ketagihan akan perlakuan kasar dan terkadang lembut dari Bramantyo. Laki-laki dewasa, matang dan juga mapan. Laki-laki yang akan membantunya membalaskan dendam ayah dan juga ibunya. Perusahaan dan bisnis ayahnya yang hancur dan ditambah ayahnya bunuh diri. Dan kini ibunya masuk rumah sakit karena penyakit kerasnya. Ekonomi nya sudah hancur. Yurika sudah tidak memiliki kekayaan itu. Putri kecil tinggal itu kini sudah seperti wanita gembel yang banyak terbelit akan hutang- hutang peninggalan ayahnya. Yurika.


Yah, Yurika! Malam ini kembali menikmati tubuh kekar dengan bahu yang lebar. Dada yang kekar seperti atletis. Berwajah tampan dan memiliki kharisma. Siapa pun yang akan diajak nya bergumul di atas peraduan bersama laki-laki itu, tidak akan sanggup untuk menolaknya. Termasuk Yurika saat ini benar-benar menikmati aksi-aksi dari Bramantyo.

__ADS_1


__ADS_2