HANYA DEMI UANG

HANYA DEMI UANG
MENDIDIK TANPA MENDIKTE


__ADS_3

Kelima putra Piter beserta istrinya kini telah melakukan perjalanan bulan madu secara bersama-sama. Bisa dibayangkan bukan, jika keseruan itu benar-benar terjadi dengan acara berbulan madu secara bersama. Papi Piter dan juga mami Egi benar-benar menginginkan cucu dari kelima putra mereka. Walaupun diantara kelima putra Piter itu ada yang sudah hamil istrinya, yaitu Lofie, istri dari Hanom.


Kelima pasangan suami istri itu menikmati perjalanan bulan madu mereka ke tempat- tempat pariwisata dengan pemandangan yang luar biasa indah dan suasananya yang nyaman. Apalagi setelah itu mereka menikmati penginapan yang super megah, mewah dan nyaman dengan fasilitas yang lengkap. Semuanya itu sebagai hadiah pernikahan mereka dari papi Piter dan Mami Egi. Mami Egi pun memberikan beberapa set lingerie masing-masing kepada mantu nya. Betapa ini membuat para istri- istri dari kelima putra Piter seperti Bramantyo, Satria, Sudra, Hanom dan Raja jadi bergidik ngeri jika harus memakai pakaian yang seperti setengah telanjang. Namun untuk memberikan kesenangan bagi suami mereka akhirnya mereka akan memakai nya nanti ketika berdua dengan suami mereka masing-masing dan saat di kamar hotel.


Pasangan pengantin baru yang belum ada tanda- tanda memiliki momongan itu, mulai gencar melakukan cocok tanam di lahannya. Supaya benih yang ditaburkan itu bisa membuahkan hasilnya. Seperti sekarang ini di kamar Bramantyo beserta istrinya Yurika sedang melakukan adegan dewasa. Bramantyo pun ingin segera menjadi seorang ayah.


Di kamar yang lain pun, adik- adik Bramantyo pun tidak melewatkan malam yang panjang ini. Apalagi istri-istri mereka aman untuk digarap dan tidak sedang datang bulan. Kesempatan ini tidak akan disia- siakan begitu saja bagi mereka untuk melakukan olahraga malam di atas ranjang. Semuanya sedang berlomba-lomba memacu kudanya untuk mendapatkan seorang baby mungil nantinya.


@@@@@@@


Tujuh tahun kemudian.

__ADS_1


Papi Piter dan mami Egi sedang menikmati secangkir coklat panas dengan pisang goreng di taman belakang. Rambut mereka sudah mulai bertambah putihnya. Obrolan mami Egi dengan Papi Piter seputar kelima putranya yang sudah berumah tangga. Mereka benar-benar rindu ketika kelima anaknya itu masih kecil- kecil. Suasana dirumah masih ramai dengan kelima putra nya. Namun saat ini berada sangat sepi apalagi mereka saat ini sudah memiliki kehidupan masing-masing dan rumah sendiri.


Saat keduanya larut dalam ingatan masa itu. Satu persatu dari putranya berdatangan dengan istri dan anak-anak nya. Mereka adalah Semua anak- anak tuan Piter dan mami Egi telah memiliki istri sebagai pendamping hidup nya. Dari Bramantyo menikah dengan Yurika. Satria menikah dengan Citra. Sudra menikah dengan Sonia. Hanom menikah dengan Lofie dan terakhir Raja menikah dengan Lavina.


Bramantyo dengan Yurika telah memiliki tiga anak kembar dan saat ini berusia enam tahun. Tentu Bramantyo dan Yurika memboyong anaknya beserta babysitter nya.


Satria dengan Citra baru mendapatkan satu putri dan kini berusia tiga tahun. Sudra memiliki satu putra dengan usia lima tahun. Hanom dengan Lofie telah memiki anak Dua masing-masing berusia enam tahun dan tiga tahun. Sedangkan Raja telah memiliki tiga anak masing-masing berusia lima tahun, tiga tahun dan satu tahun. Jadi papi Piter dan mami Egi saat ini sudah memiliki cucu dengan jumlah 10 cucu.


" Wah, kalian kompakan datang ke rumah mami papi ada apa nih?" ucap mami Egi dengan senyum yang sumringah. Papi Piter ikut senang dan bahagia melihat cucunya semuanya datang.


" Papi mami sehat kan?" tanya Bramantyo seraya memeluk papi nya yang sudah semakin menua.

__ADS_1


" Seperti yang kamu lihat, nak!" sahut papi Piter.


Suasana di kediaman keluarga Piter saat ini menjadi ramai dengan kedatangan anak, mantu dan juga cucu pak Piter. Betapa kebahagiaan ini tidak diukur dengan materi. Kerukunan dari anak-anak nya ini membuat kebahagiaan dimata mami Egi dan pak Piter.


" Mami berharap kalian semuanya rukun dan saling membantu jika ada kesulitan. Jangan sampai diantara kalian timbul iri dengki atas keberhasilan dari usaha- usaha yang kalian jalankan. Bantu membantu dan selalu ingat, harta yang saat ini ada dalam diri kalian itu hanyalah titipan dari Tuhan. Kamu harus ingat orang-orang di bawah sana yang membutuhkan bantuan dan ukuran tangan kalian. Berbagi sesama dan jadikan semuanya bermanfaat." kata mami Egi. Papi Piter tersenyum mendengar pesan dari mami Egi.


" Kalian sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan hidup kalian supaya lebih bermakna dan bermanfaat bagi sekitar nya. Kehidupan ini hanya sesaat dan ada kehidupan lain yang akan memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya." sahut pak Piter.


Kelima putra Piter menyimak dengan mata yang berkaca.


" Masa lalu kalian yang suram itu, jangan sampai terjadi pada anak-anak kalian. Didiklah anak-anak kalian dengan sebaik-baiknya sesuai tuntunan agama dan norma." kata Pak Piter.

__ADS_1


" Terimakasih papi mami! kalian adalah orangtua yang hebat!" sahut Satria. Kelima putra Piter kini saling berpelukan. Demikian juga kelima istri- istri mereka saat ini saling berangkulan.


TAMAT


__ADS_2