
Masih di yayasan milik keluarga Piter. Di ruang kerja Raja. Raja duduk di kursi kerjanya. Di depannya Alexa duduk di depan Raja. Keduanya sedang larut dalam pembicaraan yang serius. Ajakan menikah serta pernyataan cinta dari Raja terhadap Alexa yang akhirnya mendapat penolakan dari Alexa membuat Alexa merasa bersalah. Walaupun sebenarnya Alexa sendiri masih menyukai Raja. Namun Alexa tidak berani meninggalkan kekasih atau tunangan nya itu demi Raja.
" Aku minta maaf! Aku bingung dengan kondisi yang aku jalani. Jujur, aku masih menyukai kamu Raja. Namun aku pun tidak bisa melepaskan tunangan aku." jelas Alexa.
" Sudah lah, lupakan itu! Anggap saja kemarin itu aku hanya bercanda dengan kamu." sahut Raja dengan santai nya.
Diantara obrolan mereka berdua ada Lavina yang duduk di kursi sudut ruangan itu. Lavina pura-pura tidak memperhatikan mereka, namun dengan jelas bisa mendengar ucapan keduanya.
"Raja, maksud aku, bagaimana kalau kita tetap menjalin hubungan. Namun aku tidak bisa menjanjikan kalau aku menikah dengan kamu." kata Alexa. Raja yang mendengar itu menjadi mengernyitkan dahinya.
" Maksud kamu?" tanya Raja.
" Maksudnya, kita menjalin hubungan teman tapi mesra." jawab Alexa dengan santai nya. Raja yang mendengar nya menjadi terkekeh. Lavina pun ikut terkejut dengan tawaran yang diberikan oleh Alexa. Lavina benar-benar tidak menyangkalnya jika Alexa yang dinilai sangat polos dan alim bisa berpikir selingkuh atau mengkhianati tunangan nya.
" Ayolah, Raja! Aku juga mencintai kamu." ungkap Alexa akhirnya. Raja sesaat mulai terpengaruh. Raja seperti memikirkan apa yang ditawarkan oleh Alexa untuk nya.
" Baiklah, istirahat makan siang aku tunggu kamu di parkiran. Kita mulai berkencan." ucap Raja. Lavina yang mendengar nya menjadi sangat terkejut, Raja menyanggupi hubungan tanpa komitmen itu.
" Oke, sayang! Kalau begitu aku kembali ke ruanganku dulu." ucap Alexa seraya tersenyum dengan Raja.
Lavina kembali dirundung sedih. Kini Raja sudah menjalin hubungan dengan Alexa walaupun Alexa sudah bertunangan dengan pria lain.
" Kopi untuk aku mana Lavina?" ucap Raja tiba-tiba ketika Lavina melamunkan sesuatu..
" Eh, iya Pak. Akan saya buatkan untuk pak Raja." ucap Lavina lalu bergegas membuatkan kopi untuk Raja. Raja menatap Lavina sampai menghilang dari pandangan nya. Raja tersenyum teringat ketika Lavina diam- diam mencium dirinya saat kemarin malam ketika dirinya dalam keadaan minum terlalu banyak.
@@@@@@@
Di dalam mobil nya, Raja telah menunggu kedatangan Alexa untuk makan siang bersama. Tidak sampai menunggu lama, Alexa datang dan masuk ke dalam mobil milik Raja yang sudah dikenali nya.
" Maaf, kamu jadi menunggu ku." kata Alexa.
__ADS_1
" Bukannya ini yang kamu inginkan? Kamu ingin hubungan kita tidak diketahui oleh orang-orang bukan? Orang-orang tetap mengetahui dan mengira kalau kamu adalah tunangan dari Dedy, kekasih kamu." ucap Raja.
" Kok kamu bisa mengetahui kalau tunangan ku bernama Dedy?" sahut Alexa terkejut.
" Tentu itu mudah bagi aku untuk mengetahuinya. Inilah sebabnya kenapa kamu sangat takut jika melepaskan Dedy mu itu? Ternyata selain tampang nya keren, dia juga pengusaha muda yang sukses juga. Dari keluarga konglomerat." ucap Raja. Alexa terdiam sesaat.
" Raja, cepat jalankan mobilnya! Kita bicara panjang lebar sambil makan siang saja. Oke?" kata Alexa. Raja akhirnya mengikuti kata Alexa.
" Baiklah!"sahut Raja. Kini Raja mulai menjalankan mobilnya menuju rumah makan untuk menikmati makan siang bersama dengan Alexa. Sementara Lavina memandangi pancake yang tadi selepas subuh ia membuatnya. Pancake yang kata Raja sangat enak dan Raja mau Lavina membuatkannya lagi. Namun pancake itu masih utuh belum disentuhnya. Raja bahkan belum melihat bentuk pancake yang Lavina buat dengan beberapa jenis toping diatasnya.
Lavina berkaca matanya. Namun dia tidak mau menangis lagi. Lavina sudah menyerah. Lavina tidak mau berharap lagi.
" Aku pikir, mereka tidak akan berhubungan lagi setelah bu Alexa bilang kalau dirinya sudah bertunangan dengan laki-laki itu. Tetapi nyatanya? Bu Alexa sendiri yang menawarkan pengkhianatan itu. Mengkhianati tunangan nya dan menjalin hubungan dengan pak Raja." pikir Lavina.
" Aku lapar! Aku mau bakso." Lavina keluar dari ruangan Pak Raja dan berjalan mencari warung bakso dan mie ayam yang dia inginkan saat ini.
Lavina berjalan dari bangunan sekolah itu dan keluar dari sana. Lavina mulai menyeberangi jalan dan mencari warung bakso yang pernah Lavina lihat ketika naik mobil.
Karena warung itu banyak yang melayani nya, Lavina tidak menunggu lama untuk bisa mencicipi mie ayam dan bakso pesanan nya. Lavina mengambil minuman dingin di lemari pendingin di warung itu. Lavina duduk dan mulai menikmati dua jenis makanan yang sudah ia pesan tadi.
Seorang pria memperhatikan gerak- gerik Lavina yang sedang menikmati makanan nya. Pria itu terlihat tersenyum melihat tingkah Lavina yang duduk sendiri di meja nya. Akhirnya pria itu mendekati Lavina.
" Maaf, boleh gabung di sini?" tanya laki-laki itu. Lavina yang saat itu sedang menelan pentol baksonya hampir keselek dibuat pria itu.
" Uhuk uhuk eh silakan!" ucap Lavina lalu dengan cepat minum botol dingin yang sudah diambilnya.
" Maaf, jadi membuat kamu tersedak! Aku akan mengambilkan minuman manis dingin lagi." kata laki-laki itu.
" Eh, tidak usah! Ini masih ada kok!" sahut Lavina.
" Tidak apa- apa! Jangan khawatir, nanti aku yang akan mentraktir kamu." kata laki-laki itu. Lalu mengambil dua botol teh manis dingin di dalam lemari pendingin.
__ADS_1
Laki-laki itu memperhatikan Lavina setelah kembali duduk dengan membawa dua botol teh manis dingin ditangan nya. Laki-laki itu mulai memberikan beberapa caos dan sambal dalam mangkok baksonya.
" Selamat makan!" ucap laki-laki itu.
" Selamat menikmati! Ini aku sudah mau habis." sahut Lavina. Laki-laki itu tersenyum melihat dua mangkok bakso dan mie ayam milik Lavina hampir bersih ludes dimakan oleh Lavina.
" Oh, mau tambah lagi gak? Biar aku pesan kan." kata laki-laki itu.
" Oh cukup! Aku sudah kenyang banget. Hehehehe." sahut Lavina.
" Pasti kenyang lah, satu porsi mie ayam dan satu porsi bakso jumbo." ucap laki-laki itu pelan sambil terkekeh.
" Kamu mau cobain bakso milik aku tidak? Ini baksonya didalamnya ada kejunya." kata laki-laki itu.
" Hah, yang benar?" tanya Lavina tidak percaya. Laki-laki itu memberi satu butir bakso yang berisi keju itu ke dalam mangkok Lavina. Lavina tanpa malu mencoba nya.
" Benar, ini sangat enak! Aku akan memesannya untuk dibungkus saja." kata Lavina akhirnya. Laki-laki itu tersenyum melihat Lavina.
" Oh iya, kenalkan nama aku Dedy!" kata laki-laki itu. Lavina jadi teringat nama tunangan bu Alexa yaitu Dedy. Bukannya tadi atas perintah bos nya, dirinya menyelidiki siapa mantan bu Alexa itu. Akhirnya menemukan informasi kalau tunangan bu Alexa adalah pengusaha sukses dan masih muda yang bernama Dedy.
" Ah mana mungkin tunangan bu Alexa mau makan bakso di warung sederhana seperti ini? Ini pasti Dedy yang lain. Pasti dia Dedy tukang ojek, atau sopir grab. Hihi." pikir Lavina seraya tersenyum sendiri.
" Ada apa, kenapa kamu senyum- senyum sendiri?" tanya Dedy.
" Eh, maaf! Eh tidak ada! Oh iya nama aku Lavina! Kamu bisa memanggil aku dengan La, Vi, Na atau Vina." kata Lavina memperkenalkan diri. Dedy terkekeh mendengar Lavina ketika berbicara. Bagi Dedy, Lavina sangat lucu dan menghibur dirinya.
" Oh iya, Dedy! Aku sudah selesai, bolehkah aku kembali duluan? Aku harus masuk ke kantor. Bos aku pasti mencari aku jika dia duluan datang." kata Lavina.
" Oke, tapi sebelum itu kita bisa tukar nomer WA dulu kan?" ucap Dedy. Lavina akhirnya memberikan nomor WA nya. Mereka pun akhirnya saling bertukar nomor WA.
" Terimakasih Lavina! Aku akan menghubungi kamu." ucap Dedy sambil tersenyum menatap kepergian Lavina dari warung bakso mie ayam itu.
__ADS_1
" Dedy? Dia lumayan tampan, sebelas dua belas dengan pak Raja." nilai Lavina.