HANYA DEMI UANG

HANYA DEMI UANG
SUDRA PITER 2


__ADS_3

Pagi itu Sudra bersama dengan asisten pribadinya menjemput calon istri nya. Sudra Piter merasa keputusan yang sudah diambilnya itu lantaran desakan kedua orang tuanya yang mengharuskan dirinya dan juga saudara nya yang lain segera melepas masa lajangnya. Semua demi mendapatkan jatah, kedudukan dan posisi kekayaan dari milik keluarga Piter yang tidak akan habis selama tujuh keturunan. Wirya nyetir mobilnya melewati rumah besar yang akan ditujunya. Wirya mulai memasuki gerbang dengan bangunan rumah yang luas dan megah. Di sanalah putri dari rekan bisnisnya itu akan dijodohkan dengan Sudra dengan barter Sudra akan memberikan bantuan di perusahaan Pak Sujatmico yang diujung kebangkrutan itu.


Selain itu, Pak Sujatmico telah menjual beberapa saham perusahaan nya untuk menyelamatkan nasib perusahaan nya yang diujung kebangkrutan. Dan Sudra dianggap sebagai dewa penyelamat perusahaan Pak Sujatmico yang hampir bangkrut itu.


" Tuan muda, kenapa wajah tuan ditutup dengan masker? Apakah tuan muda Sudra tidak percaya diri dengan ketampanan yang dimiliki tuan muda?" tanya Wirya penuh selidik.


"Mereka menganggap aku bermuka buruk. Tentu saja Pak Sujatmico menyampaikan hal itu kepada putri nya. Selain itu, setiap ada pertemuan dengan Pak Sujatmico, wajahku selalu aku tutupi dengan masker. Ketika suatu hari Pak Sujatmico menyuruhku untuk membuka masker aku. Aku bilang kalau wajah aku cacat dan banyak luka bakar di wajah." kata Sudra.

__ADS_1


" Dan Pak Sujatmico dengan bodohnya percaya begitu saja?" sahut Wirya. Sudra tersenyum dibalik masker nya.


" Aku ingin melihat putri Pak Sujatmico ini menilai seseorang berdasarkan fisik, materi atau yang lain. Sebenarnya aku ingin wanita yang benar-benar tulus menyukai aku bukan lantaran aku punya apa-apa, namun karena aku yang apa adanya." kata Sudra. Wirya tersenyum mendengar penuturan Sudra. Di zaman sekarang sulit mendapatkan wanita yang benar-benar tulus mencinta kalau tidak melihat latar belakang si pria dengan segala kemapanan dan kekayaan nya.


@@@@@@@


Namun Sonia merasa kepergian nya di rumahnya itu lebih baik daripada harus satu rumah dengan mama dan saudara tirinya yang suka mengadu domba antara papi dan dirinya.

__ADS_1


"Jika pria ini memiliki ketampanan, tidak mungkin Maria menolak perjodohan ini. Pada akhirnya akulah yang dikorbankan. Baiklah, ini lebih baik juga untuk jalan ku. Setidaknya aku tidak mau berurusan dengan kedua wanita yang berwajah munafik itu." pikir Sonia sambil mengusap pipinya yang halus.


" Apakah harga kecantikan aku ini dibayar dengan laki-laki yang buruk rupa? Apakah laki-laki itu baik? Jika laki-laki itu memiliki perilaku seperti binatang, apa kelebihan laki-laki itu jika wajahnya saja buruk rupa." batin Sonia.


Ketukan suara pintu kamar Sonia menjerit keras. Memecahkan lamunan Sonia dengan pikirannya sendiri. Sonia melangkah membuka pintu kamarnya. Diambil nya tas yang berisi bajunya. Dia benar-benar keluar dari rumah itu. Rumah dimana dari kecil ia tinggal bersama mama kandungnya. Kini seperti terusir secara halus dari ulah mama dan saudara tirinya.


" Tuan muda Sudra Piter telah menunggu nona di bawah." kata salah satu pelayan. Sonia tanpa bersuara menyusuri ruangan dan turun ke anak tangga. Dia sebentar lagi akan menjadi nyonya muda Sudra. Itu pikir nya.

__ADS_1


__ADS_2