HANYA DEMI UANG

HANYA DEMI UANG
ROMANTIS NYA SATRIA


__ADS_3

Satria sudah bersiap dengan pakaian yang rapi. Citra mengantar Satria sampai di depan rumah. Nenek Hindun tersenyum menatap sepasang pengantin baru itu. Nenek Hindun duduk di teras rumah itu bersama dengan suster yang menjaganya.


" Hari ini tidak perlu ngantor dulu, Satria! Papi kamu pasti juga memaklumi jika kamu habis menikah dan ingin merasakan yang enak- enak dulu dengan istri kamu, Citra. Lebih baik kamu ajak Citra jalan- jalan atau sekedar tahu tempat kerja kamu." ucap nenek Hindun. Citra seketika merona wajahnya.


" Baiklah, aku akan mengajak Citra sekalian ke kantor. Ayo Citra, ikutlah dengan aku." kata Satria sembari memeluk pinggang Citra.


" Eh, tapi tas ku masih di atas. Dan aku masih berpakaian seperti ini?" kata Citra. Satria menatap penampilan Citra dari ujung kepala sampai ujung kaki.


" Ikut saja dengan aku, kita akan mampir ke butik dan akan salon sekalian merubah penampilan kamu." ucap Satria. Nenek Hindun tersenyum mendengar Satria yang berencana me make over penampilan Citra.


Tanpa banyak bicara dan protes, Citra mengikuti apa perintah Satria. Citra masuk ke mobil dan duduk di belakang bersama Satria. Nenek Hindun menatap perlakuan manis cucunya terhadap Citra menjadi sangat bahagia.


" Semoga cucu kesayangan aku itu akan bisa berubah lebih baik. Aku yakin Citra akan menjadikan Satria suami yang setia dan bertanggung jawab." pikir nenek Hindun.


@@@@@@@


Setibanya di butik langganan keluarga Piter dan juga salon milik keluarga Piter, akhirnya Citra di make over penampilan nya. Satria menunggu dengan sabar Citra yang di rubah penampilan nya dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Satria mendekati Citra dengan tatapan takjub. Matanya tidak berkedip melihat Citra dengan penampilan nya yang baru.


" Benarkah ini istri aku?" bisik Satria yang kini merangkum pipi Citra. Citra tersenyum ketika Satria memperlakukan nya begitu sangat manis terhadap dirinya.


" Lalu menurut kamu aku ini siapa kamu?" sahut Citra dengan mengerucut bibir nya.


" Mungkin kamu adalah bidadari surga yang dikirimkan untuk aku di dunia ini." gombal Satria. Citra malah terkekeh mendengar rayuan dari Satria yang sangat garing banget. Petugas yang me makeover Citra mendekati Satria dan Citra sembari melemparkan senyuman nya dengan hasil tangannya yang merubah potongan rambut Citra semakin keren dan lebih fresh.


" Apa masih ada yang kurang, tuan muda Piter? Dari model rambut juga make up nya?" tanya pegawai salon itu.


" Tidak, ini keren banget!" sahut Satria. Pegawai salon itu bernafas lega.

__ADS_1


" Saya juga siap menjadi perias pribadi nona Citra, tuan muda. Itu jika memang diperlukan." kata Pegawai salon itu menawarkan dirinya. Satria mengangguk setuju.


" Boleh, aku akan membayar dua kali lipat dari gaji kami tiap bulannya." sahut Satria. Pegawai itu tersenyum mendengar nya.


" Terimakasih tuan muda. Nona Citra setelah ini jangan sungkan dengan saya. Saya Meriana akan memberikan solusi penampilan nono dari make up, busana maupun aksesoris yang akan dipakai nona." ucap pegawai salon itu yang bernama Meriana.


" Oke, terimakasih Meriana." ucap Citra ramah. Satria tersenyum lalu menarik tangan Citra keluar dari tempat itu


Satria membawa Citra masuk ke dalam mobilnya. Di dalam mobil itu masih dengan setia sopir pribadi Satria menunggu. Kedua pasangan pengantin baru itu kini sudah duduk di belakang mobil mewah itu.


@@@@@@


Setelah mengajak Citra ke perusahaan, Satria kini mengajak Citra ke villa pribadi keluarga Piter. Satria ingin mengajak Citra menikmati suasana yang dingin di sekitar pantai. Sepanjang perjalanan, sopir pribadi seperti obat nyamuk yang harus menyaksikan keromantisan antara pasangan yang baru saja menikah itu.


" Kita sampai sayang! Ayo!" ajak Satria. Citra mengikuti apa kata Satria.


" Ini villa pribadi milik keluarga kita. Nanti aku akan tunjukkan kepadamu pantai yang luas di belakang villa kita. Pemandangan nya benar-benar keren. Kamu pasti menyukai nya." ucap Satria bersemangat.


" Hem, benarkah? Aku sudah tidak sabar melihat semua itu." kata Citra dengan semangat. Satria mendekati sopir nya dan entah apa yang sedang dibicarakan kedua nya. Mungkin saja, Satria ingin memberikan kejutan atau menyuruh sopir nya untuk menyiapkan apa yang dibutuhkan oleh Satria.


Satria menggandeng Citra masuk ke villa itu. Citra mengikuti langkah lebar dari Satria. Hingga keduanya sampai di dalam kamar villa yang luas dan megah.


" Ayo kemarilah, kita ke balkon dulu. Kamu nanti akan melihat pantai dengan hamparan laut yang luas." ajak Satria seraya mendorong Citra keluar dari kamar utama itu menuju balkon.


" Wow, astaga kak Satria! Ini benar-benar sangat menakjubkan! Kenapa baru sekarang kamu mengajak aku kemari?" kata Citra. Satria kini malah memeluk tubuh Citra.


" Kalau dulu aku mengajak kamu kemari, apakah kamu bakalan mau? Dulu kamu belum menjadi istri aku." tanya Satria.


" Benar! Apakah kamu pernah mengajak wanita selain aku sebelum ini, di tempat ini?" tanya Citra.

__ADS_1


" Tidak ada! Hanya kamu saja yang aku ajak ke tempat ini." sahut Satria.


" Lalu dengan nona Milar?" tanya Citra penuh selidik. Satria dengan cepat membungkam mulut Citra dengan ciuman. Citra mendorong pelan Satria karena Citra hampir saja sulit untuk bernafas karena ciuman dari Satria yang brutal.


" Satria!" Citra melotot matanya.


" Itu hukuman buat kamu jika menyebut nama itu lagi dihadapan aku. Mulai sekarang percaya dengan aku, aku tidak akan bermain- main dengan wanita lain selain dengan kamu. Oke?" kata Satria dengan mengusap bibir Citra bekas ciuman nya.


" Baiklah! Tapi apakah setelah ini aku harus benar-benar mempercayai kamu?" tanya Citra.


" Tentu saja!" sahut Satria. Citra mengangguk dan mengerti akan niat baik Satria.


" Ayo, aku akan tunjukkan tempat yang lebih indah dari ini. Di luar kamar kita ini ada pemandangan yang jauh lebih keren lagi." kata Satria sambil menarik tangan Citra dan menggiring nya ke tempat yang dimaksudkan.


Di luar sana di belakang villa yang letaknya sedikit lebih tinggi tempatnya ada bangunan kecil seperti rumah kayu yang lengkap dengan segala sesuatu nya. Tidak jauh dari rumah kayu itu sudah disiapkan meja dengan kursinya disertai beberapa menu makanan dan minuman di atas meja tersebut. Citra menatap hari dengan keromantisan yang disajikan khusus untuk dirinya itu.


" Kamu menyukai nya, sayang?" tanya Satria sambil memeluk tubuh Citra dari belakang.


" Iya, ini sangat keren. Rumah kayu itu begitu nyaman dan terlihat asri. Dan kamu pun sengaja menyiapkan semua nya ini di dekat rumah kayu? Kamu benar-benar sangat romantis sekali, Satria." ucap Citra.


" Kamu tahu, ini semua yang menyiapkan sopir pribadi ku tadi dengan pelayan di sini." kata Satria.


" Terimakasih, sayang!" sahut Citra.


" Ayo kita nikmati makanan dan minuman ini. Setelah itu..." kata Satria sambil tersenyum menyeringai.


" Setelah itu apa?" sahut Citra dengan memutar bola matanya.


" Nanti kamu juga akan mengetahuinya." jawab Satria dengan memainkan bola matanya.

__ADS_1


__ADS_2