HANYA DEMI UANG

HANYA DEMI UANG
PENGARUH OBAT


__ADS_3

Di suatu ruangan yang gelap juga pengap, di sana ada seorang wanita yang meringkuk di bawah lantai. Di sekitarnya banyak barang-barang yang tidak dipakai dan kurang terawat berdebu. Sepertinya tempat itu digunakan untuk gudang. Wanita itu adalah Citra. Dengan kedua tangan yang terikat ke belakang dan kedua kaki juga diikat, Citra seperti seorang tawanan. Mulut nya tersumpal oleh sapu tangan. Sampai akhirnya ada sedikit cahaya masuk ke ruangan itu. Ada sosok pria yang mendekati dirinya. Penampilan nya tinggi besar dengan kemeja dan berjas. Pakaian yang sangat rapi seperti seorang laki-laki mapan. Namun dia hanyalah kacung dari seorang yang menyuruhnya untuk membawa Citra keluar dari ruangan itu.


" Ayolah manis! Nona mudaku telah memanggil kamu." ucap pria yang berjas dan berpakaian rapi itu. Sepertinya dia adalah bodyguard dari tuannya.


Citra hanya mengikuti laki-laki itu yang hendak membawanya keluar dari gudang itu setelah membuka tali yang mengikat kedua kakinya. Namun tali yang mengikat kedua tangannya tidak ia lepaskan.


Laki-laki itu sedikit mendorong tubuh Citra hingga ke lantai bawah, dimana nona mudanya telah menunggu nya. Hingga sampai lah di ruangan yang cukup luas dimana seorang wanita cantik telah duduk di singgasana nya di ruangan itu. Citra melebarkan matanya. Ia berusaha memastikan jika wanita itu adalah wanita yang sangat dekat dengan suaminya. Bahkan wanita itu, mungkin saja sudah pernah naik diranjang suaminya dan menggoyang kan tempat tidur milik Satria.


Wanita yang berpenampilan sangat seksi dengan buah d@ada yang besar dan membusung dengan sombongnya dibiarkan sedikit terbuka. Seolah wanita itu ingin menunjukkan dua bukit miliknya itu mengintip dari yang menyanggahnya. Dengan rok mini yang menampakkan paha mulus dan kaki panjang nya sangat menggoda mata laki-laki jika melihat nya. Wanita itu tersenyum sinis lalu mendekati Citra yang dibiarkan duduk di lantai. Wanita itu mengambil sapu tangan yang menyumpal mulut Citra. Citra menatap tajam wanita itu.


" Hai, apakah kamu masih mengenali aku?" tanya wanita itu sambil membelai rambut Citra yang sepinggang. Lalu tidak lama kemudian wanita itu menarik rambut Citra ke belakang yang membuat Citra menjadi mendongak kepala nya dan tertarik ke belakang.


" Tentu saja aku sangat mengenal kamu, wanita ja@l@@ng!" sahut Citra tanpa rasa takut. Wanita itu mulai menunjukan kemarahan nya.


" Haah, kamu cukup berani juga! Aku jadi ingin menyaksikan kamu bermain dengan anak buahku." kata wanita itu dengan senyuman seringai nya. Citra membulat matanya.

__ADS_1


" Apa yang kamu inginkan, Milar?" tanya Citra tanpa rasa takut. Wanita itu tertawa.


" Aku hanya menginginkan suami kamu! Tinggalkan Satria dan bercerai lah kamu dengan nya. Kalau tidak? Aku akan membuat kamu menyesalinya." ancam wanita itu yang tidak lain adalah Milar.


" Aku tidak akan takut ancaman kamu!" sahut Citra menantang.


" Benarkah? Baiklah, aku akan membuat kamu melakukannya dengan tanpa paksaan dan suka rela terhadap bodyguard ku." kata Milar seraya mengambil obat dan memasukkan nya ke dalam mulut Citra secara paksa. Dengan bantuan bodyguard nya itu, obat itu bisa masuk ke dalam mulut Citra dan telah ditelannya secara paksa. Milar tersenyum menyeringai sedangkan bodyguard nya merasakan harapan akan mendapatkan hadiah dari majikannya.


" Kamu boleh melakukan apa saja pada wanita itu. Dan bawa wanita itu ke dalam. Jangan lupa abadikan kegiatan enak- enak itu dalam bentuk video. Setelah itu serahkan semua nya kepada ku." kata Milar lalu mulai berdiri dari tempat duduknya. Citra mendengus kesal.


" Nikmati lah semuanya dengan bodyguard ku, wanita ja@l@ang! Aku pastikan kamu akan ditinggalkan oleh Satria setelah mengetahui hal ini." kata Milar dengan tersenyum menyeringai. Milar meninggalkan anak buah nya bersama dengan Citra. Kini Citra diangkat oleh laki-laki yang merupakan bodyguard Milar itu menuju kamar. Sedangkan Citra mulai merasakan sesuatu yang aneh dalam badannya.


@@@@@@@


Pria itu membuka sabuknya dan setelah itu menurunkan celana kain panjangnya. Laki-laki itu menatap Citra dengan gejolak nya yang sudah tidak tertahan. Laki-laki itu terlihat menelan salivanya sehingga naik turunlah jakunnya. Tubuh nya semakin gerah hingga kemejanya mulai di lepas nya.

__ADS_1


Citra senang sudah tidak bisa menahan semua yang dirasakan nya. Citra semakin tidak nyaman dan tidak bisa menguasai dirinya. Hingga akhirnya tangannya tanpa sadar memegangi bagian sensitif milik pribadinya. Hal itu membuat pria yang merupakan bodyguard Milar itu semakin ingin memakan Citra secepatnya.


Saat tangan pria itu mulai merayap dan menyentuh bagian-bagian yang menonjol milik Citra, pintu kamar itu pun seketika terbuka. Pria itu sangat terkejut dan tidak siap ketika Satria bersama dengan dua anggota nya menghajar laki-laki yang hendak menja@m@h Citra. Bodyguard itu kini diringkus dengan cepat oleh kedua anak buah Satria. Sedangkan Satria mendekati Citra lalu mengangkat Tuhan Citra dan meninggalkan kamar itu.


Satria dengan cepat membawa Citra menuju ke dalam mobilnya. Satria segera meninggalkan rumah Milar itu dengan berhasil membawa kabur Citra.


Satria menjalankan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Tatapan mata Citra mulai meredup dan tangannya mulai nakal mencari sesuatu yang sangat pribadi milik Satria.


" Sabar, sayang! Aku akan membawa kamu di penginapan di dekat sini." kata Satria lalu mulai mempercepat laju mobilnya. Hingga sampai akhirnya tibalah di penginapan terdekat. Satria kembali mengangkat tubuh Citra dan menggendongnya menuju ke bagian resepsionis untuk melakukan Cek-in. Setelah nya Satria dengan langkah lebar nya mulai mencari keberadaan kamar nya. Namun sepanjang menuju kamar penginapan, Citra tidak henti- hentinya melakukan gerakan yang membuat Satria semakin tidak kuasa menahan gejolak nya.


" Sayang, kita belum juga sampai di dalam kamar." ucap Satria dengan menahan hasrat yang sudah membuncah nya. Namun tangan Citra memainkan bibir Satria. Hingga akhirnya tibalah di kamar penginapan itu.


" Kita sudah berada di dalam kamar penginapan kita." kata Satria lega. Satria membiarkan Citra duduk di sofa panjang ruangan itu. Satria mulai melepaskan sepatu nya. Namun sebelum Satria melakukan aktivitas yang lainnya, Citra telah menguasai tubuh nya dan mengukung dirinya dengan berbagai serangan-serangan yang bertubi-tubi. Satria pasrah terhadap perilaku liar istrinya. Satria tahu dan paham, saat ini Citra dalam pengaruh obat petangs@@ng yang telah masuk dalam tubuh nya.


" Lakukan apa yang hendak kamu lakukan, sayang! Karena aku adalahhh suami kamu. Syukur lah, aku dan anggota ku datang lebih cepat dan menemukan kamu di rumah itu. Kalau tidak, aku tidak akan memaafkan diriku jika terjadi hal yang menyakitimu." ucap Satria.

__ADS_1


__ADS_2