
Sonia kini benar-benar sudah menikah dengan laki-laki yang belum dia kenalnya. Bahkan Sonia baru pertama kalinya ia berjumpa dengan pria itu. Pria yang tadi pagi sudah tiba di rumahnya untuk menjemput dirinya. Sonia harus meninggalkan rumah dimana banyak kenangan di sana. Rumah ketika dirinya beserta keluarga nya membangun cerita dari kisah manis itu. Namun akhirnya kisah manis itu berubah menjadi pahit setelah hadirnya sosok wanita lain itu beserta anaknya. Dialah mama tiri dan juga saudara tirinya.
Setelah acara penjemputan itu, Sonia dibawa pergi oleh tuan muda dan mereka benar-benar menikah. Namun seolah pernikahan itu tidak ingin diketahui oleh publik, tidak ada pesta dan ucapan selamat dari kerabat maupun kolega. Ini seperti hanya mencari dokumen status saja.
Seperti saat ini, Sonia sudah di kamar yang cukup luas dan mewah. Benar-benar ruangan yang elegan dengan perabotan rumah yang super mahal. Sonia sudah siap dengan segalanya. Ia kini sudah menjadi istri dari tuan muda kaya di kota itu. Walaupun ketika pernikahan tadi, pria itu masih juga tidak mau membuka maskernya. Seolah-olah identitasnya benar-benar ingin disembunyikan. Selama perjalanan dan sampai di rumah, pria yang kini menjadi suami dari Sonia tidak sekalipun melepaskan masker nya. Itu ketika Sonia ada di dekatnya atau di depannya. Sudra masih enggan memperlihatkan identitasnya. Bagi Sudra itu masih belum penting. Toh pernikahan nya dengan Sonia hanya memenuhi keinginan mami dan pipinya. Soal keturunan atau cucu, nanti masih dipikirkan Sudra. Yang pasti saat ini, Sudra tidak menginginkan hubungan yang rumit dan terikat itu. Biarlah wanita yang baru saja ia kenal sebagai istrinya itu tinggal di rumahnya. Paling tidak, ada yang membantu pelayannya yang lain dalam mengurus rumahnya.
Sudah jam dua belas malam, sosok yang dinanti oleh Sonia tidak kunjung masuk ke dalam kamarnya. Bukankah ini adalah malam pertama bagi dirinya? Pria yang menjadi suaminya itu bahkan tidak ingin menjumpai dirinya atau sekedar basa- basi ingin tahu dirinya. Karena kelelahan menunggu akhirnya Sonia menghempaskan tubuhnya ke kasur mewah dan empuk itu. Lingerie yang masih menempel ditubuhnya sengaja belum Sonia ganti. Dia masih menunggu dengan harap cemas sosok suami nya itu menginginkan dirinya. Walaupun sebenarnya ada rasa ketakutan itu lantaran kabarnya tuan muda itu memiliki wajah yang buruk rupa. Pantas saja wajahnya selalu ditutupi nya dengan masker.
Karena Sonia belum bisa tertidur, Sonia berusaha mencari keberadaan sosok suaminya. Sonia dengan rasa penasaran nya akan sosok suaminya sangat besar, Sonia melangkah keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga. Satu tempat yang menjadi tujuan nya adalah ruangan tengah. Rumah itu sangat besar untuk penghuni yang hanya beberapa orang saja.
" Dimana laki-laki itu?" gumam Sonia sambil celingak - celinguk mencari orang yang dicarinya. Sedang ruangan tengah masih terlihat sepi. Para asisten rumah tangga sudah beristirahat ke kamarnya Masing-masing. Sonia benar-benar merasa kesepian akan hal itu. Sonia akhirnya mendudukkan pantatnya di kursi sofa panjang di sana. Layar televisi itu akhirnya Sonia nyalakan. Sonia mulai mencari acara yang menurutnya menarik, sampai matanya lelah menatap cahaya televisi di depannya. Matanya mulai meredup dan akhirnya dengan masih mengenakan lingerie nya, Sonia tidur di kursi sofa itu.
@@@@@@@
Sudra sampai di rumah pukul dua pagi. Acara kumpul dengan temannya itu sangat menghabiskan waktunya. Paling tidak itu adalah salah satu cara untuk menghilangkan tekanan nya. Dilihat nya Sonia yang tidur di ruang tengah. Sudra memicing kan matanya.
__ADS_1
" Wanita ini, apakah tidak menyadari kalau banyak orang yang bekerja di rumah ini tidak semua nya wanita. Kenapa seenaknya dia memakai pakaian terbuka seperti ini?" pikir Sudra dengan pandangan merendah.
Sudra segera mencari keberadaan pelayannya. Tentu saja menyuruh membangunkan Sonia dan segera pindah di kamarnya. Sudra berjalan cuek menuju kamar utama. Tentu saja kamar yang bukan ditempati oleh Sonia.
" Nona muda, pindah di kamar nona!" ucap pelayan wanita di rumah itu. Sonia membuka matanya perlahan.
" Hem, apa tuan muda sudah kembali?" tanya Sonia.
" Sudah, nona muda! Tuan muda sudah ada di kamarnya." ucap pelayan wanita itu.
" Baiklah! Aku akan segera menyusulnya." ucap Sonia. Pelayan wanita itu mengerutkan dahinya atas apa yang telah didengar nya.
@@@@@@@
" Kamu!" ucap Sudra yang ternyata lupa saat ini dirinya tidak mengenakan masker atau menutupi wajahnya.
__ADS_1
" Kamu, ternyata memiliki wajah yang ganteng yah? Aku benar-benar sangat beruntung menjadi istri kamu, kalau begitu." ucap Sonia tidak ada malunya.
" Apa? Kamu mau ngapain mengetuk pintu kamarku?" tanya Sudra. Sonia tersenyum dengan ekspresi malu- malu.
" Bukannya kita pasangan suami istri dan tadi pagi baru saja menikah? Apakah kita melewatkan malam pertama itu begitu saja?" ucap Sonia benar-benar menyingkirkan rasa malunya.
" A.. a.. apa? Tidak ada malam pertama. Aku mau tidur! Besok aku ada pertemuan dengan klien." ucap Sudra seraya menutup pintu kamarnya. Sonia sontak terkejut dengan sikap Sudra.
Sudra di balik pintu kamarnya mengatur detak jantung nya. Baru kali ini Sudra merasakan jantung nya berdetak dengan kencang ketika melihat pemandangan yang menggoda di hadapan nya itu.
" Wanita itu benar-benar tidak memiliki rasa malu sedikitpun. Bahkan dia mendatangi aku dengan mengenakan pakaian terbuka seperti itu. Benar-benar." ucap Sudra seraya mengusap adiknya yang tiba-tiba menegak lantaran hiasan yang sangat menonjol milik Sonia.
Di kamar Sonia. Sonia menjatuhkan tubuh nya di atas peraduan kamarnya. Sonia tersenyum sendiri setelah melihat wajah tuan muda yang sudah menikahi dirinya.
" Dia sungguh tampan. Benar-benar menggoda sekali. Kalau memiliki suami ganteng nya seperti itu, siapapun tidak akan menolak nya. Tapi kenapa dia seperti tidak menginginkan aku. Bahkan aku sudah hampir setengah telanjang. Apakah laki-laki itu tidak memiliki hasrat dengan seorang wanita? Apakah laki-laki itu sebenarnya seorang gay?" pikir Sonia. Muncul pikiran gila dari benak Sonia. Besok pagi atau mungkin kalau ada kesempatan, Sonia akan mengerjai suami nya itu. Apakah benar-benar laki-laki itu tidak memiliki hasrat ketika bersama dengan seorang wanita?
__ADS_1
"Aku akan membuktikan nya." gumam Sonia sambil tersenyum menyeringai.
" Tidak ada malam pertama? Padahal aku benar-benar sudah penasaran dengan kegiatan di atas ranjang itu. Bahkan aku sudah belajar dengan melihat video tentang cara berhubungan dan memuaskan pasangan." gumam Sonia.