
Seseorang yang sudah ditunggu sudah tiba. Seorang wanita yang masih terbilang gadis belia teman dari Lofie. Dia adalah Rika.
" Rika, kenalkan ini Hanom Piter. Hanom, ini Rika." kata Gery. Antara Hanom dengan Rika saling berjabat tangan.
" Halo, kak Hanom! Aku Rika teman Lifie." ucap Rika.
" Oh jadi kawannya Lofie?" bisik Hanom ke telinga Gery.
" Iya benar! Teman Lofie teman aku juga." sahut Gery tidak mau kalah.
" Oh iya, Lofie dimana kak?" tanya Rika kepada Gery.
" Ada di kamarnya." jawab Gery.
" Oh, kalau begitu biar aku ke kamar saja." ucap Rika.
" Jangan! Eh maksudku biar aku memanggil Rika. Kamu di sini saja dengan kak Gery." kata Hanom. Gery melebar matanya menatap tajam ke Hanom.
" Kok, jadi aku yang kamu comblangin ke Rika. Awas saja jika kamu merayu Lofie, adik aku." bisik Gery. Hanom cuek saja dengan ancaman Gery.
" Aku pasti bisa bikin bahagia, Lofie. Kamu pasti yakin itu kan?" bisik Hanom ke telinga Gery sebelum naik menuju anak tangga ke kamar Lofie di lantai dua.
Sementara kini Gery dengan Rika sudah mulai canggung karena Gery selalu menatap Rika sampai tidak berkedip.
" Kamu sudah makan, Rika?" tanya Gery basa- basi.
" Sudah, kak." jawab Rika asal. Setelah itu Gery mulai dengan gombalan nya.
@@@@@@@
Hanom mengetuk pintu kamar Lofie.
" Masuk saja, kak! Pintunya tidak aku kunci. Aku lagi di balkon. Kemarilah kak." sahut Lofie keras. Hanom segera masuk dan ke balkon dimana Lofie sedang duduk di sana.
" Hai, Lofie!" sapa Hanom. Lofie tersenyum memperlihatkan giginya yang berderet dengan rapi dan putih bersih.
__ADS_1
" Kamu suka duduk di balkon ini?" tanya Hanom.
" Iya, aku suka duduk di sini, apalagi ketika malam hari. Angin malam terasa segar dan aku bisa melihat bintang bertebaran dari sini." ucap Lofie dengan gaya manja nya.
" Apakah kamu sedang jatuh cinta?" tanya Hanom. Lofie mengerutkan dahinya lalu menatap wajah tampan Hanom.
" Tidak!" jawab Lofie singkat.
" Apakah kamu sudah punya pacar?" tanya Hanom lagi.
" Belum!" jawab Lofie singkat dengan suara manja.
" Benarkah?" Hanom mempertegas jawaban dari Lofie. Lofie kini mencoba meneliti maksud pertanyaan dari Hanom.
" Sungguh! Aku belum punya pacar." kata Lofie kembali.
" Kalau begitu, bagaimana kalau kamu berpacaran dengan aku? Bagaimana?" sahut Hanom. Lofie terlihat terkejut hingga bola matanya seketika membulat seperti bola kelereng.
" Kok tidak ada angin dan tidak ada hujan, Tiba-tiba kakak ngajak aku berpacaran sih? Ini benar-benar aneh." protes Lofie.
" Kak, apa yang akan kamu lakukan?" Lofie sedikit khawatir kalau Hanom akan menciumnya atau lebih dari itu. Hanom tersenyum menyeringai.
" Awas, Lofie! Ada kecoak!" kata Hanom seketika membuat Lofie menghambur memeluknya. Hanom terkekeh penuh kemenangan.
" Kamu jahat, kak Hanom!" kata Lofie manja seraya memukul dad@ Hanom.
" Kamu kenapa bisa takut dengan kecoa?" tanya Hanom masih dengan posisi nya mendekap Lofie.
" Itu karena aku sangat geli dengan binatang kecil itu, kak." ucap Lofie. Hanom terkekeh. Lofie mendorong pelan tubuh Hanom yang memeluknya.
" Lofie, jadi kamu mau kan pacaran dengan aku? Jika kamu tidak mau berpacaran dengan aku, menikah lah dengan aku." kata Hanom. Lofie membelalak matanya lantaran terkejut.
" Menikah? Lalu aku punya baby?" ucap Lofie pelan. Hanom terkekeh melihat ekspresi Lofie yang imut itu.
" Benar! Bagaimana Lofie? Kamu mau kita berpacaran atau kita menikah dan punya baby." kata Hanom mengikuti pemikiran Lofie.
__ADS_1
" Aku ingin menjadi ibu dan menyusui." sahut Lofie. Hanom kembali terkekeh melihat imutnya Lofie.
" Bagaimana? Tapi sebelum kamu menjadi ibu dan menyusui baby kita, akulah yang mencicipi susu itu." ucap Hanom vulgar. Lofie memerah wajahnya karena malu.
" Menikah dengan aku yah!" ucap Hanom. Lofie mengangguk pelan. Hanom seketika meraih tubuh Lofie dan mendekapnya erat.
@@@@@@@
" Tidak boleh! Kamu mau menikahi adik aku? Hanom, adik aku masih berumur 20 tahun. Dia masih sangat muda. Pokoknya aku tidak setuju." protes Gery ketika Hanom dan juga Lofie mengutarakan niatnya untuk menikah.
" Tapi kakak! Aku ingin menjadi ibu yang punya baby dan menyusui nya." sahut Lofie. Gery menepuk. jidatnya. Rika yang mendengar rencana menikah antara Lofie dengan Hanom secara tiba-tiba tanpa proses berpacaran atau pendekatan, menahan tawanya. Ini benar-benar sangat lucu.
" Tidak boleh! Memangnya semudah itu menikah lalu punya baby? Lofie kamu sudah diapain oleh Hanom sehingga kamu jadi berpikiran jauh untuk menikah, hah?" kata Gery mulai geram. Hanom menahan tawanya.
" Kak Hanom yang mengajak aku untuk berpacaran lalu menikah." sahut Lofie. Kembali Gery dan Rika menepuk jidatnya.
" Tuh kan? Lofie saja mau aku ajak menikah dengan aku. Kamu sebagai kakak nya seharusnya mendukung dan memberi restu dong." kata Hanom. Lofie kini mendekati Hanom.
" Pokoknya aku akan menikah dengan kak Hanom. Titik." ucap Lofie. Hanom menjulurkan lidahnya ke arah Gery. Gery semakin geram karena adiknya tidak bisa dibilangin.
" Kamu bilang sendiri dengan papi mami, kalau mau menikah dengan Hanom." kata Gery akhirnya pasrah dan menyerah.
" Biar aku yang bilang dan melamar Lofie. Ini salah satu bentuk aku serius dengan Lofie." kata Hanom. Gery tidak percaya akan ucapan Hanom.
" Hanom, kamu jangan main-main seperti dong! Kamu belum mengenal Lofie, dan ini kamu langsung mengajak Lofie menikah. Kamu jangan mempermainkan Lofie, Hanom." kata Gery benar-benar khawatir.
" Aku tidak bercanda dan main- main. Aku memang dari awal mau nyari istri. Dan ini atas desakan papi, mami aku. Mereka juga ingin aku segera memberikan cucu untuk mereka. Bukankah, aku sudah cerita ini dengan kamu, Gery." kata Hanom.
" Iya, iya aku tahu. Tapi kenapa dengan Lofie adik aku? Cari saja wanita lain yang mau kamu ajak nikah, tapi jangan Lofie adik aku." kata Gery geram.
" Tapi aku mau kok, kak! Aku tidak mungkin menolak Kak Hanom untuk menikahi aku. Karena Kak Hanom tidak takut kecoa jadi nanti kalau ada kecoa, kak Hanom yang menangkap kecoak itu untuk melindungi aku." kata Lofie dengan suara manja nya. Kembali Gery, dan Tika menepuk jidatnya. Sedangkan Hanom menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Gery, percaya dengan aku! Aku akan membuat Lofie bahagia bersama aku." kata Hanom.
" Benar, percaya dengan kak Hanom. Kak Hanom pasti akan memberikan aku baby di dalam perut aku ini, kak." sahut Lofie. Kembali semuanya menepuk jidatnya mendengar ucapan Lofie yang bikin geregetan.
__ADS_1