HANYA DEMI UANG

HANYA DEMI UANG
HANOM PITER 8


__ADS_3

Sesampainya di hotel. Hanom dalam kegelisahan, apakah akan menjumpai Sindi di tempat penginapan nya atau tidak. Jika dirinya pergi, itu artinya Hanom akan meninggalkan Lofie sendirian di kamar hotel itu. Walaupun Lofie sudah tertidur dengan pulas, namun Hanom khawatir jika Lofie terbangun dalam. tidur nya karena nglilir dan tersadar jika dirinya sendirian di kamar hotel itu. Lalu setelah dirinya kembali, dirinya harus bilang apa dengan Lofie atas kepergian nya. Ini akan menjadi kacau dan malapetaka bagi rumah tangga mereka yang masih hangat- hangat nya itu.


Hanom mulai turun dari peraduan itu, namun tiba- tiba Lofie menahan tangannya sehingga Hanom mengurungkan niatnya untuk pergi menjumpai Sindi.


@@@@@@

__ADS_1


Benar saja, di penginapan yang lainnya Sindi benar-benar menunggu kedatangan Hanom. Sekian lama Sindi menungu Hanom namun Hanom tidak juga datang ke sana. Sindi mulai marah dan mengumpat akan situasi itu.


" Awas saja Hanom. Kamu pikir aku mengancam kamu hanyalah isapan jempol saja. Setelah ini aku akan membuat istri kamu jauh dari kamu. Dan kamu akan menangis darah akan hal itu." ucap Sindi.


" Aku akan memposisikan kamu sebagai peran utama dalam sinetron nanti. Namun kamu perlu mengingat nya, sayang. Jangan mempermalukan aku. Kamu harus tetap cerdas dan bisa menempatkan diri kamu. Kamu harus mengeksplorasi potensi kamu dalam bidang akting. Aku yakin kamu punya banyak bakat juga dalam dunia peran." kata laki-laki itu panjang lebar.

__ADS_1


Laki-laki itu adalah produser dalam bidang rumah produksi. Tentu saja memiliki banyak relasi orang-orang yang terjun di lapangan dalam pembuatan beberapa film, sinetron. Laki-laki itu ingin menaikan Sindi di dunia peran.


" Baiklah, aku akan berusaha masuk di dunia peran. Aku tidak akan mengecewakan kamu." kata Sindi.


" Aku senang mendengar semua itu dari kamu. Namun sebelum aku mempromosikan kamu, lakukan sesuatu kali ini kepadaku. Buat aku senang." kata laki-laki itu. Sindi mulai melingkarkan kedua tangannya di leher pria itu. Sindi mu)ai menyentuh bibir tebal milik pria itu yang tebal dan seksi. Terlihat leher laki-laki itu sudah naik turun lantaran menelan saliva nya sendiri. Kini keduanya sudah mulai bermain di daerah sana dengan ciuman yang panjang dan saling mengabsen bagian itu. Dreu nafas mulai tersengal tatkala pria itu sudah mulai membantu ikut membuka pakaian yang dikenakan oleh Sindi. Sindi mulai mendes@h tatkala tangan laki-laki itu mulai memainkan bagian dua benda yang semakin menantang dan menggoda. Kaki itu beralih mencium bagian itu sesekali menyes@p dan menggigit nya. Sindi mulai bergetar aliran tubuh nya. Laki-laki itu sudah tidak sabar mendoring tubuh Sindi hingga jatuh ke atas peraduan. Dengan sekali saja, rok mini yang masih dikenakan oleh Sindi tersingkap dari sana. Laki-laki itu melebarkan kedua kaki Sondi lalu mengambil kain bagian dalam yang masih ada di sana karena itu akan menghalangi pergerakannya nanti. Hingga akhirnya laki-laki itu dengan cepat dan tanpa ampun menerobos goe sempit milik Sindi dengan sesuatu yang tumpul yang sudah mengeras dan terlihat sombongnya menantang langit. Tubuh Sindi berguncang dengan hebat tatkala laki-laki itu mulai memainkan ritme maju mundurnya tanpa ampun dan liat. Teritan, keluhan, desisan, de sahan lolos dari mulut laki-laki itu dan Sindi secara bersahutan. Hingga setengah jam Sindi dalam kungkungan kenikmatan si pria yang akan mempromosikan dirinya sebagai aktris. Sampai akhirnya laki-laki itu menyudahi kegiatannya dan ambruk di atas tubuh Sondi setelah titik puncak itu lepas dan dari sana. Lega yang di rasakan pria itu, diiringi senyuman nya yang mengembang.

__ADS_1


__ADS_2