
Lavina di dalam rumah kontrakanmya. Lavina saat ini benar-benar kacau dan patah hati. Dia butuh waktu untuk menyembuhkan segala kecewa, sakit dan semuanya. Dirinya belum sanggup jika bertemu dengan Raja dan bahkan melihat kedua pasangan itu telah berikar segera menikah. Melihat Raja melamar Alexa, Lavina tidak akan sanggup melihat nya. Memikirkan atau membayangkan saja, Lavina tidak akan kuat.
" Lebih baik aku menyibukkan diri dulu hari ini, aku ingin membuat kue saja." pikir Lavina ingin bangkit dari keterpurukan atas patah hatinya itu.
Lavina mulai berkutat di dapur kecilnya. Di rumah kontrakannya yang terbilang cukup sederhana, Lavina mulai dengan menyiapkan segala sesuatunya, dari bahan yang akan digunakan untuk membuat kue yang simple cara membuat nya. Kali ini Lavina ingin membuat pancake dengan toping keju dan coklat. Susu cair yang low fat pun sudah ia campur dengan tepung terigu dan beberapa bahan yang lainnya. Setelah nya, Lavina diamkan beberapa menit supaya adonan bisa mengembang.
Lavina duduk kembali ke ruang tengah. Dirinya mulai melihat status Wa dari Raja. Dirinya juga penasaran akan keadaan dan perkembangan dari seseorang yang masih penting dalam hidupnya. Lavina melihat status Wa Raja dan Lavina jadi menyimpulkan sesuatu.
" Kenapa status Pak Raja terlihat galau, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Lavina dalam pikiran nya sendiri.
" Apakah pak Raja ditolak cinta nya oleh Bu Alexa?" tebak Lavina. Namun tidak berapa lama ponsel Lavina kembali di matikan. Sementara Lavina ingin sendiri dan tidak mau dihubungi oleh orang-orang kantor yang mempertanyakan ketidak hadirannya hari ini.
Lavina kembali melangkah ke dapur dan mulai menyibukkan dirinya membuat pancake.
" Adonan ini aku pikir sudah mengembangkan dan siap di masak di pan. Semoga hasilnya sempurna." pikir Lavina sambil mengaduk- aduk adonan kue pancake itu. Kini Lavina menyiapkan teflon nya dan setelah panas mulai menuang sedikit adonannya.
" Hem, baunya harum! Ini terlihat indah dan mengembang hasilnya. Semoga rasanya makin empuk dan lezat.
Setelah semua adonan habis di masak di pan teflon, Lavina mulai memberikan toping berupa mentega, keju dan coklat.
" Wow ini sangat sempurna! Aku akan memfoto nya." kata Lavina sambil berjalan mengambil ponselnya di ruang tengah. Ponselnya kembali dihidupkan.
" Eh, ada pesan chat dan panggilan tak terjawab dari pak Raja." gumam Lavina setelah menghidupkan ponselnya. Lavina tetap melangkah ke dapur dan mulai mengabadikan hasil pancake nya.
Setelah memfoto hasil karyanya, Lavina kembali duduk di ruang tengah dengan membawa pancake di piring lebar itu. Lavina dengan lahap memakan pancake itu sampai beberapa buah. Sesaat kesedihan nya hilang. Lavina sesaat melupakan semua kekecewaan nya. Karena kekenyangan, Lavina tertidur di kursi panjang di ruang tamu di rumah kontrakannya.
@@@@@@@
Raja menghentikan mobilnya di depan rumah kontrakan Lavina. Raja mulai melangkah masuk ke rumah itu setelah mengetuk pintu rumah kontrakan Lavina namun sudah lama mengetuk ya tidak ada sahutan dan jawaban dari si penghuni rumahnya. Raja mulai membuka pintu utama rumah itu dan ternyata tidak dikunci. Raja sangat lega ketika melihat Lavina ada di rumah dan terlihat baik- baik saja. Bahkan Raja melihat Lavina sedang tertidur pulas.
Raja mulai mengambil pancake yang terletak di atas meja. Raja mulai memakannya.
" Apakah ini pancake buatan Lavina? Ini enak dan lembut! Manisnya pas, aku suka." ucap Raja sambil mengunyah pancake hasil tangan Lavina yang ada di atas meja.
" Lavina terlihat pulas tidur nya. Apakah aku bangunkan saja yah?" gumam Raja. Raja mulai mendekati Lavina dan mencoba membangunkannya.
" Lavina!" ucap Raja sambil menepuk-nepuk lengan Lavina. Tidak lama untuk membangunkan gadis itu. Lavina mulai membuka matanya dan melihat laki-laki yang sudah mengusik tidur nya.
" Hem, pak Raja!" ucap Lavina kaget. Lavina mulai membenarkan posisi duduknya.
" Apakah kamu sakit? Kenapa hari ini kamu tidak masuk?" tanya Raja seraya memegang dahi Lavina. Raja mulai menganalisa.
" Kamu tidak demam kok, suhu badan kamu normal. Ada apa Lavina?" ucap Raja lagi.
" Saya saya hanya merasakan sakit di bagian lain saja, pak Raja." sahut Lavina. Raja mulai mengerutkan dahinya.
__ADS_1
" Bagian mana yang kamu rasa sakit?" tanya Raja berusaha meneliti bagian tubuh Lavina. Lavina menjadi salah tingkah.
" Eh, anu pak Raja. Di sini saya sakit, dan terasa sesak sekali." kata Lavina sambil menunjukkan letak jantung nya. Raja dengan bodohnya menyentuh bagian yang ditunjuk oleh Lavina.
" Eh??" Lavina tentu saja sangat terkejut. Raja mulai menyadari jika yang dimaksud oleh lavina bukan sakit pada umumnya. Ini sakit lantaran sesuatu itu.
" Maaf, Lavina! Apakah aku menyakiti kamu?" tebak Raja akhirnya. Lavina menggeleng kepalanya pelan.
" Tidak, pak Raja tidak bermaksud menyakiti aku. Akulah yang salah. Pak Raja, aku ingin mengundurkan diri menjadi asisten pak Raja." kata Lavina.
" Tetapi kenapa? Kamu ingin menghindar dari aku?" tuduh Raja. Lavina menggeleng cepat.
" Lalu apa alasannya?" tanya Raja. Tidak ada jawaban dari mulut Lavina. Raja akhirnya merengkuh tubuh Lavina. Lavina seketika bergoncang tubuh nya lantaran menangis tersedu-sedu.
"Stttt.. jangan menangis Lavina!" kata Raja menenangkan. Lavina mendorong pelan tubuh Raja. Raja membulat matanya.
" Alexa sudah tidak mencintai aku, Lavina. Alexa sudah bertunangan dengan laki-laki lain. Alexa telah menolak aku, Lavina." curhat Raja seraya menarik rambutnya sendiri. Lavina melindungi Raja seketika menjadi kacau gara- gara patah hati ditolak oleh Alexa.
" Pak Raja!" gumam Lavina merasa iba.
" Apakah rasa sakit yang dirasakan oleh Pak Raja sama seperti yang aku rasakan saat ini?" batin Lavina.
" Sudahlah, Lavina! Bagaimana kalau kita bersenang-senang malam ini." ajak Raja.
" Iya, ikutlah dengan aku dan temani aku malam ini. Aku ingin melupakan kesedihan ku ini." kata Raja.
" Kemana Pak?" tanya Lavina lagi.
" Sudahlah, bersiap lah dan ganti baju kamu, aku tidak ingin menunggu kamu terlalu lama. Oh iya pancake kamu, tadi aku makan dua biji." kata Raja. Lavina segera bergegas masuk ke kamarnya dan berganti pakaian. Namun sebelum masuk ke dalam kamarnya, Lavina menanggapi bos nya itu soal pancake buatannya.
" Habiskan saja pancake itu, pak! Itu adalah pancake rasa patah hati. Siapapun yang memakan nya seketika menjadi lupa akan kesedihannya karena patah hati." ucap Lavina asal. Raja tersenyum seraya mengemplok pancake buatan Lavina yang menurutnya sangat enak dan pas dilidah nya.
" Lavina!!! Besok kamu harus membuatkan pancake ini untuk aku?" teriak Raja keras karena Lavina saat ini sudah ada di dalam kamarnya.
" Boleh saja, pak! Tapi tidak ada yang gratis loh, pak!" sahut Lavina dengan suara ikut keras menjawab teriakan Raja.
@@@@@@@
Raja mengajak Lavina ke kafe. Di sana Raja terlihat memesan banyak minuman. Lavina jadi sangat mengkhawatirkan Raja jika Raja akan meminum banyak jenis minuman beralkohol yang dipesan oleh Raja. Lavina tidak pernah merasakan minuman yang seperti itu.
" Apakah ini yang kamu maksud bersenang-senang itu, pak?" tanya Lavina. Raja tersenyum menatap Lavina yang lugu.
" Iya, kamu tidak ingin mencobanya?" tanya Raja. Lavina menggelengkan kepalanya cepat.
" Tidak! Saya tidak pernah meminum itu pak." sahut Lavina.
__ADS_1
" Baguslah! Kami lebih baik minum juz buah saja, bagus untuk kesehatan." kata Raja.
Raja mulai menenggak minuman yang dibotol itu setelah di tuang ke gelas kecil. Sampai beberapa botol habis di minum Raja.
" Pak Raja, sudah cukup! Mari pulang pak!" ajak Lavina. Raja sudah mulai bebas bicara. Apalagi ada seorang wanita seksi berusaha menggoda Raja. Lavina membulat matanya.
" Raja, ayo kita kembali!" ucap Lavina sambil menarik lengan Raja. Raja mulai kurang keseimbangan untuk berdiri apalagi melangkah. Akhirnya Lavina mulai memapah Raja menuju ke mobilnya.
" Wanita tadi tidak secantik Alexa. Dia bukan selera aku. Enak saja menyentuh pipi aku, hah." oceh Raja yang masih mengoceh dengan wanita seksi yang berusaha menggodanya ketika di kafe.
" Ayo pak Raja, biar aku yang menyetir mobil nya." kata Lavina seraya membuka pintu mobil dan mendudukkan Raja di samping kemudi. Lavina masuk mobil dan mulai menjalankan mobilnya.
" Aku akan mengantarkan pak Raja sampai di rumah." pikir Lavina.
@@@@@@@
Lavina memasuki rumah besar milik Raja. Satpam di rumah itu pun ikut membantu memapah Raja masuk ke dalam rumah.
" Sudah cukup pak, terimakasih atas bantuan nya." ucap Lavina ketika satpam rumah Raja itu ikut membantu dirinya ketika membawa Raja masuk ke dalam rumah dalam kondisi mabok.
" Pak Raja mabok berat yah, non?" tanya satpam itu. Lavina menganggukan kepala nya. Lavina segera menuntun Raja ke dalam kamar Raja dan mulai melepaskan sepatu dan kaos kaki nya. Raja terlihat tidur. Lavina jadi lebih leluasa untuk membersihkan tubuh Raja yang bau alkohol yang diminum nya.
Lavina mengusap bagian dada bidang Raja setelah melepaskan kemejanya. Lavina sedikit gemetaran menatap tubuh laki-laki yang masih dia kagumi itu.
Setelah selesai membersihkan wajah dan badannya Raja, Lavina menyelimuti tubuh itu dengan selimut tebal di kamar itu. Lavina bersiap untuk kembali pulang.
" Pak Raja, saya pamit dulu pak!" kata Lavina. Raja tentu saja tidak menghiraukan ucapan Lavina yang hendak pulang. Raja tidur dengan nyenyaknya.
" Pak Raja terlihat tampan sekali kalau sedang tidur begitu. Apakah laki-laki tampan seperti dia masih bisa ditolak oleh seorang wanita? Wanita itu sangat bodoh!" pikir Lavina seraya meninggalkan kamar bos nya itu. Namun sebelum dirinya benar- benar keluar dari kamar bos nya itu, Lavina kembali mendekati Raja.
" Maaf Pak, aku hanya ingin mencium pak Raja saja." gumam Lavina seraya mengecup dahi Raja. Lavina tersenyum menikmati wajah tampan milik bos nya itu. Belum puas mencium kening bos nya, Lavina kini mengecup bibir Raja. Lavina tersenyum setelah melakukan itu.
" Mungkin setelah ini aku tidak akan mendapatkan kesempatan yang kedua lagi untuk mencium kamu pak!" kata Lavina pelan lalu dengan cepat meninggalkan kamar Raja.
Raja tersenyum setelah Lavina ke luar dari kamarnya.
" Wanita itu, diam- diam telah mencuri ciuman pertama ku." ucap Raja seraya menyentuh bibirnya bekas ciuman dari Lavina. Raja tersenyum dengan tingkah Lavina yang ternyata benar-benar mencintai dirinya.
@@@@@@@
Lavina membawa mobil bos kembali pulang. Besok pagi Lavina akan menjemput Raja. Lavina tersenyum mengingat tingkah konyol nya yang mencium Raja dengan diam- diam.
" Ah... apa yang aku lakukan ini benar? Ah sudahlah, pak Raja tidak akan tahu jika aku telah menciumnya." pikir Lavina.
" Eh, Pak Raja minta Pancake buatan ku. Besok pagi aku akan membuatkannya." Lavina mulai berencana.
__ADS_1