
Hanom kini duduk di kafe bersama Gery. Hanom terlihat kacau setelah putusnya hubungan dengan Sindi. Sindi memilih karir nya dan tidak mau menikah dengan dirinya. Betapa ini sangat membuat hati Hanom kecewa.
" Seharusnya kamu tidak perlu menawarkan dua pilihan itu kepada Sindi. Kamu kamu benar-benar mencintai Sindi, dukung segala hobinya yang menghasilkan uang itu. Itu semua juga demi karir nya. Sindi sudah merintisnya dari nol. Kamu dengan semena- mena menyuruhnya meninggalkan karir nya sebagai penyanyi. Sebenarnya kamu ajak saja Sindi menikah lalu tetap mendukung karir nya. Jangan melarang nya untuk berhenti menjadi penyanyi." ucap Gery panjang lebar.
" Benar, aku salah. Aku terlalu egois. Aku tidak menduganya, jika Sindi tersinggung atas semua ini. Padahal kamu tahu, kami habis bertempur di atas peraduan sampai berkali-kali. Bahkan Sindi sangan ganas melakukannya dengan aku. Tiba-tiba setelah itu, dia memutuskan hubungan ini? Dia tersinggung dengan kata-kata aku." ucap Hanom. Gery memukul lengan Hanom keras. Gery tidak menyangka jika Hanom sekonyol itu menceritakan semua itu pada Gery yang saat ini sedang jomblo.
" Hahaha, maaf!" Hanom tertawa walaupun dalam benaknya masih tersimpan kesedihan karena putus cinta dengan Sindi.
" Oh ya, Hanom! Aku akan mengenalkanmu pada temanku." kata Gery. Hanom mengerutkan dahinya.
" Siapa?" tanya Hanom penasaran.
" Kamu mau tidak?" tanya Gery lagi.
__ADS_1
" Kenalkan saja aku dengannya. Kamu tahu kan papi mami mendesak aku untuk segera menikah dan mereka ingin melihat kami fokus mengurus bisnis milik keluarga besar kami." kata Hanom serius.
" Oke, oke baiklah! Kamu tahu Yeni tidak?" tanya Gery.
" Yeni yang mana?" tanya Hanom malah balik bertanya.
" Hanom yang giginya jongos dan rambutnya keriting krebo!" kata Gery. Hanom mulai mengingat seseorang yang dimaksudkan oleh Gery.
" Aku tahu! Apakah yang kamu maksudkan yang selalu bersama Yeni itu. Dia benar-benar wanita cantik, seksi dan sangat menarik. Ayo kenalkan aku kepada wanita itu. Temannya Yeni itu." kata Hanom.
" Kelewat kamu, Gery! Masak kamu ingin Menjomblangi aku dengan Yeni yang jongos dan keriting kriwil itu. Aku setampan ini, kamu sandingkan dengan Yeni yang jongos seperti itu. Dasar, Gery sinting!" umpat Hanom. Gery terkekeh walaupun menahan sakit karena pukulan Hanom yang benar-benar sakit ke lengannya.
" Kamu kan banyak duit, Yeni sekali operasi bisa disulap menjadi cantik." kata Gery lagi.
__ADS_1
" Ambil saja untuk kamu!" sahut Hanom sambil menenggak minuman yang ada ditangannya sampai habis.
Gery segera beringsut dari tempat duduk nya.
" Kamu mau kemana, Gery?" tanya Hanom. Hanom segera meletakkan uang lembaran di atas meja sebagai bayaran apa yang telah diminum dan beberapa cemilan yang dipesannya.
" Ayo ikutlah aku! Mungkin setelah ini kamu akan menemukan apa yang kamu cari saat ini. Kamu ingin calon istri kan? Kamu ingin wanita yang bisa kamu ajak untuk menikah bukan?" ucap Gery. Hanom tersenyum lebar.
" Jangan ke tempat Yeni yang kamu bilang tadi yah." ancam Hanom. Gery kembali tertawa terbahak- bahak.
" Tidak! Aku hanya ingin menggoda kamu saja. Aku tidak akan mengenalkan wanita yang buruk hati dan rupanya kepada kamu." kata Gery. Hanom merangkul pundak sahabat nya itu.
" Nah, begitu dong! Ini namanya sahabat yang baik dan pengertian." kata Hanom. Gery meringis saja.
__ADS_1
Keduanya mulai membelah jalanan dengan motor balap andalan Hanom. Entah kenapa, Hanom masih menyukai motor mahalnya dibandingkan dengan mobil mewahnya. Entahlah, bagi Hanom dengan mengendarai motor nya, Hanom seperti menguasai jalanan dengan aksinya.