
"Kamu sudah menyakiti hati papa, mau sampai kapan kamu sadar?? apa nunggu papa meninggal baru kamu puas??
Mama sudah meninggal lama, apa kamu pikir mama akan memaafkan perbuatan mu?
Cukup Steve, jangan sakiti papa lagi, beliau sudah menyesal dan bertaubat.
Bertahun-tahun ini papa menyesali perbuatannya hingga ia sakit parah.
Semoga tak ada hari dimana aku melihatmu
Menyesal di kemudian hari" ucap Jhon menghempas tubuh adiknya kasar lalu segera pergi menyusul papa nya yang di bawa oleh anak buahnya
Steve jatuh terduduk, ia menatap nanar kepergian kakak nya, walau selama ini ia membenci Alex, namun jauh di dalam hatinya ia merindukan Alex yang dulu sangat menyayangi nya.
Ia hanya belum bisa memaafkan Alex karena membuat papanya itu, mama nya bunuh diri karena tidak tahan dengan sikap Alex yang suka bermain wanita.
Steve menangis seperti anak kecil, ucapan Jhon menyentil ego nya yang paling dalam, namun Ia belum bisa menerima kepergian mama nya dan terus saja menyalahkan Alex
"Maaaa, Steve rindu mama" steven menangis sambil memeluk lututnya, seperti anak kecil, rapuh
Kejadian yang di lihat nya sewaktu kecil membuat trauma tersendiri bagi Steven.
Trauma itu pula yang memicu dirinya membenci wanita dan ingin membuat wanita manapun yang di lihat nya berada di kaki nya.
Ia membenci semua wanita dan menilainya sama-sama menjijikan seperti semua wanita yang pernah ia lihat, seperti wanita simpanan papanya.
Merayu, menggoda hanya demi uang dan kenyamanan hidup.
Sementara di dalam kendaraan
Seorang Pria paruh baya terlihat murung, wajahnya menampakan kesedihan yang teramat dalam, sesekali air mata nya menetes tanpa diundang membasahi pipinya yang sudah mulai mengeriput.
kegagahan dan ketampanan masa mudanya perlahan pudar.
Kini ia hanya seorang pria tua yang kesepian, yang merindukan putra bungsu yang amat ia cintai, sayangnya putra bungsunya sangat membencinya.
Alexander memandang keluar dari jendela mobil nya, pandangannya menerawang jauh seakan terbang ke masa lalu nya.
beberapa kali terdengar ia menghela nafas berat.
memejamkan mata namun dengan kening yang berkerut, ia memijit pelipis nya yang terasa berdenyut-denyut, pelipis yang di tumbuhi rambut yang sudah mulai memutih semua.
__ADS_1
"Bagaimana agar anak itu mau memaafkan kesalahan ku di masa lalu, aku sadar sudah menggoreskan trauma yang dalam pada nya, namun aku sudah mendapatkan balasan setimpal, aku kehilangan cahaya dalam hidupku, wanita yang amat berarti dalam hidupku, kehilangan anak yang paling aku cintai, ia menjauhiku seolah aku ini penyakit menular yang sangat berbahaya.
Kini waktu ku sudah tak banyak lagi, penyakit ini terus menggerogoti ku, entah kapan ajal akan menjemput ku , dan aku takut saat itu tiba aku sudah tak bisa mengenalinya lagi dan penyesalanku semakin dalam" gumam Alex dalam hati
Alexander Gerald adalah seorang pria kaya raya, berasal dari ibu berdarah jawa dan bapak berdarah eropa sehingga memiliki paras yang rupawan walau di usia nya yang terbilang sudah tak muda lagi.
Flash Back
Alex menikahi seorang wanita berkebangsaan indonesia tionghoa, cantik, lemah lembut dan penyabar.
wanita Sholeha yang selalu patuh pada suaminya.
Alexander adalah pria tampan berwibawa yang di segani dan di kelilingi wanita cantik , namun pria itu kini terlihat rapuh di makan usia
kehilangan wanita yang paling di cintai nya membuat hidupnya berantakan, bukan salah wanita itu memilih bunuh diri, siapapun wanita nya mungkin akan melakukan hal yang sama jika di hadapkan dengan kehidupan yang di jalani.
Rumah tangga yang penuh tangis dan air mata, sakit hati dan kecewa, terhina dan merasa hancur karena pengkhianatan suaminya.
Suami tercinta yang ia cintai sering bergonta-ganti wanita dan yang lebih parahnya lagi secara terang-terangan membawa selingkuhannya tersebut kerumah dan bercinta di dalam rumah yang mereka tempati.
Rumah yang di harapkan sebagai surga bagi anak-anaknya malah menjadi bak neraka bagi kehidupannya, dengan sekuat tenaga wanita itu berusaha keras bersabar dan bertahan demi dua buah hati mereka.
namun Meisya salah, ia mengira Steven kecil yang kala itu masih duduk di bangku taman kanak-kanak tidak tahu apa yang di perbuat papa nya.
Steven kecil menjadi pribadi yang pendiam dan murung, ia sulit sekali diajak bicara, ia hanya akan bicara jika Meisya , mama nya yang mengajaknya bicara.
Steven kecil tumbuh dengan menyimpan dendam pada papa nya, ia teramat sering melihat pertengkaran kedua orangtua nya yang berujung melihat mama yang ia sayangi menangis dan terluka.
hari demi hari kebencian Steven semakin dalam pada Alexander.
Ia melihat sendiri dengan mata kepalanya saat papanya membawa pulang para wanita murahan itu.
Ia melihat sendiri bagaimana papanya memperlakukan mereka dan menghujani mereka dengan materi, semua ia lihat sendiri.
Steven kecil hanya bisa menatap penuh benci sambil mengepalkan kedua tangan mungilnya lalu berlari ke taman dan menangis.
Si kecil yang dianggap Meisya belum bisa mencerna keadaan ternyata salah, Anaknya itu memiliki IQ diatas rata-rata, ia selalu berusaha menghibur mama nya saat melihat mama nya menangis.
Hingga ketika kelas dua sekolah dasar, steven sudah bisa mengerjakan soal untuk anak sekolah menengah pertama, prestasi yang membanggakan.
Seharusnya kedua orangtuanya bangga dan mendukungnya,
__ADS_1
namun kedua orangtuanya terlalu sibuk dengan hidup mereka.
papanya sibuk dengan para wanita dan bisnisnya tanpa perduli dengan perkembangan steven
Sementara mamanya sibuk dengan kesedihannya karena di khianati.
Tak ada seorangpun yang perduli padanya.
Sampai di suatu ketika, mama nya meminta izin padanya dan itulah saat terakhir ia bisa berbicara dengan mama nya,
wanita itu memilih mengakhiri hidupnya dengan menggantung dirinya di kamar, berpakaian lengkap layaknya pengantin, pakaian yang dulu ia kenakan ketika menikahi Alexander.
merias wajahnya cantik sebelum ia memilih mengakhiri hidupnya yang hampa.
Sebelum mengakhiri hidupnya, Meisya
meninggalkan goresan tinta.
kalimat terakhir yang menggambarkan perasaan hatinya yang paling dalam
...Hari itu kamu memintaku untuk menjadi pendamping hidupmu selamanya, ...
sejak saat itu aku titipkan masa depan dan hidupku padamu imam ku permata hatiku.
Namun saat ini kamu memilih melupakan aku, hatiku, jiwaku, masa depanku sirna
namun cintaku akan tetap ada di sana, tak bisa ku ambil kembali
untuk apa hidup tanpa jiwa,
Aku tak mau hidup seperti ini lagi.
kau sudah merampas semua harga diriku, cintaku, pengorbananku dan kepercayaan ku.
Jika kepergian ku membuatmu bahagia, maka biarkan aku pergi....
selamat tinggal,
semoga kamu menemukan kebahagiaan yang kau cari selama ini
Meisya
__ADS_1