Harga Diri Yang Terjual

Harga Diri Yang Terjual
Kecoa


__ADS_3

Davira guling-guling di kasur sambil memegangi perutnya yang sakit karena kelaparan


Pandangan matanya pun kini sudah kabur efek laper berat, ia lemas tak bertenaga


Pagi tadi ia hanya makan bubur, itupun dalam porsi kecil dan belum makan hingga sekarang


"Ya Tuhan, apakah pria itu mau membuatku mati kelaparan? dasar psikopat sialan" gerutu Davira  kesal, ia berjalan menuju meja lalu meminum teh sisa Steven minum tadi, berharap dengan air itu bisa mengganjal sedikit laparnya


Tiba-tiba Steven masuk dengan membawa nampan berisi makan dan minum untuknya.


Steven nampak tertegun melihat Davira  sedang meneguk teh manis sisa ia minum tadi, lalu bibirnya menyunggingkan senyum mengejek


"Apa kau merindukan bibirku hingga gelas bekas aku minum kau minum juga, apa rasa bibirku begitu memberi candu padamu? " tanya Steve.  menggoda membuat Arabella buru-buru meletakkan lagi gelas itu ke meja dengan wajah bersemu merah karena malu kepergok Steven


"Dasar mesum" ucap Davira sambil merebut paksa nampan dari tangan Andre lalu berjalan kembali ke maja dan langsung memakannya tanpa menoleh lagi ke arah Steven


" Sial kalau bukan karena dia, aku tak sudi minum teh manis bekas dia, tapi perutku sudah sangat sakit karena kelaparan, dasar pria mesum, yang di pikirkan hanya hal yang buruk saja" gerutu Davira memakan makanannya dengan kesal sehingga seperti orang yang sedang berkelahi dengan piring makannya


Klotak,


klotak,


klotak


Bunyi piring beradu dengan sendok dan garpu, membuat Steven menggeleng dengan senyum tipis terlihat di bibir nya


Tanpa Davira sadari, steven sudah berada di depan Davira duduk di Sofa sambil menopang dagunya dengan kedua tangan, senyum menghias wajahnya yang tampan


Davira bergerak mencari minum, namun ia tersendak melihat wajah Steven yang berada tepat di depannya


"Uhuk uhuk uhuk"


Davira terbatuk-batuk dengan wajah merona merah


"Sial sejak kapan pria mesum ini berada di depanku? apa yang dia lakukan dengan senyum jeleknya itu, menyebalkan" gerutu Davira sambil meneguk minumnya dengan posisi menyampingkan tubuhnya


"Jadi tadi itu caramu makan? sungguh aku tak mengira, gadis cantik makan dengan barbar seperti itu"ledek Steven dengan senyum mengembang

__ADS_1


"Tutup mulutmu" dengus Davira marah


"Ups, ada yang marah karena ketahuan rahasianya" ucap Steven cekikikan membuat Davira melotot galak ke arah Steven , padahal ia masih lapar, namun nafsu makannya entah mengapa hilang, menguap entah kemana


"Dasar psikopat" ucap Davira menghentakkan kakinya hendak berjalan keluar kamat, namun Steven dengan gesit menarik tangan Davira sehingga Membuat tubuh Davira terhuyung kedepan dan jatuh di dalam dekapan Steven


"Mau kemana kucing manisku? " tanya Steven mendekap erat Davira


"Lepasin, lepasin, lepasin " bentak Davira tertahan karena tak mau mamanya yang berada di kamar sebelah mendengar teriakannya


"Kalau aku gak mau lepasin kamu mau apa? tantang Steven engan tawa mengejek


Davira terdiam, ia tak mungkin berteriak yang akan memancing pertanyaan mamanya jika mendengarnya, namun ia juga tak mau lama- lama berada di dekapan Davira


Davira lalu melunak, ia memasang wajah memohon sambil mendongakkan kepalanya menatap Steven


"Tolong lepasin dong mas Steven aku mau keluar sebentar liat mama" ucap Davira memasang wajah puppies nya


"Ada syaratnya, baru aku lepas" bisik Steven


"Kalau begitu tak akan aku lepaskan" ucap Steven dengan senyum licik


Davira menghela nafas, ia tak akan menang jika beradu argumen dengan pria menyebalkan itu,


Davira langsung merubah ekspresinya, menjadi lebih manis sambil berusaha tersenyum lebar


"Mas Steven, syaratnya apa" ucap Davira berusaha menekan kesalnya


"Puaskan aku disana" ucap Steven menunjuk kasur yang masih berantakan


"Dasar psikopat mesum" ucap Davira makin kesal, pria ini gila!!!!


"Aku bisa mendengar mu loh" goda Steven


"Maaassss, sini aku bisikin, soalnya aku malu" Arabella sedikit bersikap centil, ia membasahi bibirnya dan mengedipkan matanya nakal, membuat Steven terbengong, lalu tersenyum


berjalan mendekati Davira

__ADS_1


"Gadis ini lebih manis kalau bersikap manja seperti ini" gumam Steven dalam hati


Steven perlahan mendekatkan kupingnya ke telinga ke arah Davira


Dan tiba-tiba


"Aaaaaarrrggggghhhhhh sakittt" teriak Steven sambil memegangi kupingnya yang memerah karena Davira menggigitnya dengan gemas


"Apa kau anj*ng yang suka menggigit, sial sakit" umpat Steven kesakitan


"Kalau kau teriak seperti itu, mama dan mba suster akan mendengar loh" ucap Davira menahan tawanya


"Dasar wanita menyebalkan, awas saja.... " belum selesai Steven berbicara, pintu kamar nya terbuka dan masuklah Chintya dengan di dorong suster


"Ada apa ini?, kenapa nak Steven tadi mama dengar berteriak? apa yang terjadi? " tanya Chintya memandang putrinya dan Steven bergantian


"Itu ma, Davina... "Davira langsung memotong ucapan Steven yang belum selesai membuat Steven dongkol dan melotot kearah Davira karena ucapannya selanjutnya


"Itu ma, mas Steven takut sama kecoa, tapi dia nempel di tangan eh dia teriak-teriak" ucap Davira beralasan, ia berusaha bersikap wajar agar mamanya tak menaruh curiga jika ia berbohong


"Tapi... " Steven ingin menyangkal, namun lagi-lagi Davira memotong, Davira sengaja menginjak kaki Steven hingga pria itu tak terpekik kaget juga kesakitan


"Aduuuh" pekik Steven terkejut karena tiba-tiba kakinya diinjak Davira , ia ingin marah, namun keberadaan Chintya di depannya membuatnya menahan diri


"Tuh kan ma, kecoa nya lewat kaki mas Steven dia ketakutan, yuk keluar biar mas steven yang membunuh kecoa itu,


Yuk ma kita keluar Vira kangen sama mama" ucap Davira langsung a mengambil alih kursi roda lalu mendorongnya keluar sebelum Steven berkata apa-apa


"Huh rasakan kau psikopat mesum, untung saja kupingmu gak ku gigit sampai putus" ucap Davira dalam hati sambil cengengesan menatap Steven yang melotot tak senang.


tak lupa ia menjulurkan lidah tanda ia menang mengerjai Steven


"Selamat berburu kecoa ya mas" ucapnya makin membuat Steven makin kesal


"Awas saja kau, lihat pembalasanku" gumam Steven menatap kepergian Davira yang berjalan keluar kamar, ada senyum kecil tersungging di bibir Steven


"Menggemaskan" gumam Steven lagi sambil memegangi kupingnya yang masih terasa sakit

__ADS_1


__ADS_2