Harga Diri Yang Terjual

Harga Diri Yang Terjual
Galak


__ADS_3

"Apa itu namanya Sholat???" tanya steven membuka pembicaraan


"Apa kamu baru pertama kali melihat orang sholat???" tanya Arabella alih-alih menjawab pertanyaan Steven yang menurut Davira sangat konyol.


sekalipun non muslim, semua orang tahu.


apa Steven sedang berpura-pura dengannya dan sedang bermain trick???


"Pernah, hanya saja sekilas dan di media sosial" ucap Steve. lirih


"Oh" ucap Davira malas memperpanjang


"Apa kamu harus melakukannya???” tanyanya lagi


"Di agamaku, sholat itu wajib , sholat adalah tiang agama, tapi menurutku sholat itu sebenarnya kebutuhan kita, wujud syukur kita karena semua nikmat yang kita peroleh semua dari Allah, mengagungkan kebesaran Allah. jadi kalau di tanya harus atau tidak, aku menjawab suatu keharusan untukku, bukan karena hanya kewajiban saja"


Steven mengangguk mencoba mencerna ucapan Davira.


sejak kepergian mamanya, Steven tak pernah beribadah apalagi ia Tan percaya tuhan.


"Masing-masing agama punya kewajiban tersendiri untuk umatnya, di agamaku, sholat dan puasa adalah kewajiban yang harus dijalankan, di tinggalkan mendapat dosa, dan di agamamu pasti juga ada hal seperti itu, kewajiban yang harus dijalankan umatnya"


Steve. mengangkat bahunya,ia tak pernah tahu. selama ini ia hidup sendirian sejak mamanya meninggal, ia sampai lupa memeluk agama apa??


selama ini ia tak pernah perduli dengan hal itu, namun begitu mengenal Davira, ada sesuatu yang mengetuk hatinya, ada ruang hampa yang entah bagaimana di ungkapkan


Steven terdiam termangu, Davira tak memperdulikannya, ia langsung mendorong Steven dari kasur hingga ia terjatuh ke lantai


"Cepat keluar atau mamaku akan menangkap basah kita berada dalam satu ruangan" ucap Davira berbisik karena sudah mendengar suara batuk Cynthia pertanda mamanya itu sudah bangun dan sholat


Dengan kesal Steven berjalan keluar, saat hendak menutup pintu, Steven mendorong nya menjulurkan kepalanya dan mengecup kening Davira lalu berjalan sambil tertawa menuju sofa ruang tamu untuk meneruskan tidurnya yang terganggu


"Dasar gila" umpat Davira kesal


Davira menutup pintu kamarnya, ia menguncinya karena khawatir Steven akan masuk lagi.


Ia harus berganti pakaian karena akan memasak sarapan pagi untuk mereka semua, walau Steven sudah memberikan seorang pembantu untuk masak dan membersihkan rumah, Davira tetap turun membantunya karena ia bosan jika harus duduk diam di apartemen.


Selama tinggal di apartemen ini ia hanya keluar ke supermarket, selebihnya ia habiskan di dalam rumah

__ADS_1


Cynthia keluar dari kamarnya, ia terkejut melihat Steven yang terlihat sedang tidur nyenyak di sofa raung tamu. ia tidak mendengar atau tahu kedatangannya.


Cynthia kembali ke kamarnya,membawa selimut dan menyelimuti Steven sambil tersenyum senang, ia senang Andrew akhirnya pulang ke apartemen setelah berhari-hari sibuk bekerja hingga menginap di kantornya, begitulah penuturan Davira kepada mama nya


Cynthia berjalan kerah dapur karena mendengar suara orang sedang memasak, terlihat putri kesayangannya sedang bergelut dengan alat masak di bantu oleh pembantu rumah tangga mereka yang bernama Sri


Sri dipekerjakan oleh Steven hanya untuk memasak dan membersihkan rumah dan pada sore harinya ia akan pulang


"Masak apa nih, wangi bener baunya, bikin Mama lapar" ucap Cynthia sambil berjalan mendekati putrinya


"Mama, bikin kaget aja. mama tunggu di meja makan saja, aku sedang buat nasi goreng seafood , buat mama bubur Manado" ucap Davira menoleh kearah mamanya sebentar kemudian fokus memasak kembali


"Mama juga mau nasi goreng aja" ucap Cynthia merajuk


"Nanti setelah mama pulih sepenuhnya Vira akan masakan apapun yang mama mau, sekarang mama sebaiknya makan yang sehat dulu” ucap Davira lembut menyentuh punggung mamanya, meletakkan bubur yang baru saja matang di depan mamanya


"Baiklah, makan apapun mama mau karena masakan putri mama yang paling sedap sedunia"puji Cynthia membuat Vira tertawa


"Mam lebay ih, sebentar Vira ambilkan minum dulu sama siapkan obat mama"ucap Davira tersenyum dengan ulah mama nya


Tak berapa lam kemudian Davira kembali dengan segelas dan obat ditangannya, meletakkan nya di samping mama nya


”Secepatnya mama akan lepas dari obat itu, asal mama semangat sembuh, rajin ikuti anjuran dokter dan sisanya serahkan sama Allah, Vira yakin mama akan sembuh" ucap Davira menghibur mamanya


"Owh ya, kapan nak Steven kembali? kok mama gak dengar dia pulang, gak tahu juga kapan dia pulang?"tanya Cynthia ketika teringat Steven yang pulas tertidur di sofa


"Itu, hmm, semalam ma, Vira yang bukakan pintu" ucap Davira canggung


"Kasian dia harus tidur di sofa, lain kali jika ia pulang, kamu tidur di kamar mama, biar dia kembali tidur di kamarnya" ucap Cynthia penuh perhatian, ia sudah menganggap Steven seperti anaknya sendiri


"Baik ma"


"Sekarang kamu bangunkan dia, pasti dia sudah lapar, setelah makan jika dia mau tidur lagi biarkan saja, Nak Steven pasti sangat kelelahan karena beberapa hari ini tidur di kantor karena pekerjaan" ucap cynthia kasihan


"Si psikopat itu memang sibuk dan kelelahan , tapi bukan karena pekerjaan tapi sibuk mengerjai wanita sampai wanita itu hamil, cih menjijikan, mengapa ada manusia seperti itu, senang sekali menabur benih" cibir Davira dalam hati


"Sayang kok malah bengong, suruh bangunkan nak steven malah diam aja , gak baik anak perawan bengong pagi-pagi" tegur Cynthia menyenggol tangan putrinya yang terdiam


"Maaf ma, aku bukan anakmu yang sama seperti dulu, aku sudah kotor"gumam Adavira menangis dalam hati

__ADS_1


"Maaf ma, Bella akan bangunkan mas Steve dulu"


Davira langsung menuju ruang tamu, ia menepuk lembut pipi Steven


"Mas, mas bangun"


"Hmm masih ngantuk"gumamnya malah memegang tangan Davira dan menempelkannya di pipinya, kemudian ia menarik Davira hingga jatuh duduk di sofa


"Apa kamu sudah tidak sabaran??? aku masih tertidur pun kamu goda" ucap Steven sudah membuka matanya, tersenyum licik.


Menopang kepalanya dengan pose yang menurut Davira menggoda


"Hei darimana pikiran kotorku, apa aku sudah ketularan pria mesum ini??" umpat Davira dalam hati


"Dasar mesum, aku ke sini karena mama memintaku membangunkan mu untuk sarapan, jika bukan permintaan mama, mana aku sudi" ucap Davira ketus


"Aku kecewa" ucap Steven dengan wajah muram dan sedih


"Terserah, bukan urusanku, cepat bangun dan lepaskan tanganmu yang kotor itu" ucap Davira lirih karena ia tak mau mamanya mendengar pembicaraan mereka.


Steven hanya tersenyum di kulum, menikmati kepanikan gadis didepannya


Gadis liar ini sungguh membuatnya tergila-gila.


awalnya Steven hanya ingin main-main, tapi entah mengapa ia tidak pernah merasa bosan dengan Davira


Steven sangat menyukai semua yang ada pada diri davira


Senyumnya, matanya, marahnya, judesnya, semuanya.


Bahkan Steven sering merindukan gadis ini jika tak bertemu sebentar saja.


”Cepat bangun, atau aku tak perduli kamu kelaparan atau tidak" ucap Davira bangkit lalu berjalan menuju ruang makan setelah memberontak dan berhasil.


"Sayang jangan pergi" teriak Steven berharap Davira kembali


"cepat bangun dasar manja", ucap davira tanpa menoleh


"Ah sungguh wanita yang galak dan menggemaskan"gumam Steven tersenyum menatap kepergian Davira.

__ADS_1


Ia lalu bangkit dari tempat tidur lalu masuk ke kamarnya dan mandi, tak berapa lama kemudian Andrew sudah keluar dengan wajah fresh dan langsung bergabung di meja makan untuk sarapan


__ADS_2