Harga Diri Yang Terjual

Harga Diri Yang Terjual
Tom and Jerry II


__ADS_3

Dugg


"Adaaaawwww" pekik Steven kesakitan.


Kakinya di injak Davira dengan keras


Mata davira melotot tak terima masakannya di hina oleh Steven


”Kalau gak mau gak usah di makan, lagian aku juga gak nyediain kamu"ucap Davira sinis


"Sayang gak baik anak gadis berkata begitu, siapa yang mau sama calon galak kaya kamu"ucap Chyntia


menasihati anaknya.


”Mama... wajah bela gak jelek-jelek amat, pasti banyak yang mau sama Vira"protes Davira tak terima


”Yang mau sama kamu banyak? terlalu percaya diri non, yang mau sama kamu itu pasti .... "Steven tak meneruskan ucapannya karena Davira sudah berdiri di depannya dan bersiap mendaratkan cubitan


”Pasti apa? ucapnya Davira kesal.


Steven berlari untuk menghindari nya, wanita ini tak akan berhenti sampai Steven memeluknya, dan itu tak mungkin ia lakukan di depan mama Chyntia


Steven sengaja lari ke kamarnya, ia akan menyerang Davira di sana, dan benar saja Davira termakan umpan, ia mengejar hingga dalam dan tiba-tiba Steven memeluknya tiba-tiba, belum hilang keterkejutannya , Steven langsung membungkam mulut Davira dengan mulutnya, ia mencium paksa Davira


Davira langsung menggigit bibir Steven , namun tak membuat pria itu melepaskan ciumannya, bau amis darah mewarnai ciuman mereka, hingga Steven melepas ciumannya dan memandang marah pada Steven


”Apa kamu pikir aku tak bisa menikmati tubuhmu sekarang?jangan mengetes kesabaranmu, makin kamu memberontak, makin membuatku bergairah” bisik Steven di telinga Davira, ia juga sengaja menjilati telinga Davira karena ia tahu titik sensitif Davira ada di bagian itu


"Mas, hentikan nanti mama melihat kita”ucap Davira parau menahan gejolak di dirinya


Namun Steven tak perduli, ia terus menciumi leher janjang Davira, Davira memberontak, namun kekuatan Steve terlalu besar, ia mengunci tangan Davira sementara tangan satunya meremas bongkahan menjulang di depannya membuat Davira terpekik pelan dan berusaha melepaskan dirinya, namun sia-sia,


Steven terus mengabsen setiap inci tubuh Davira hingga Davira merasa pusing dengan kelakuan Steven


Tok tok tok

__ADS_1


"Sayang sudah bercandanya, kalian seperti anak kecil saja, ayo makan , nanti keburu dingin.”ucap Chyntia dari luar kamar


Sontak Steven menghentikan kegiatannya dan mendengus kesal, ia merasa gairahnya sudah di ubun-ubun, namun Mama chyntia mengganggunya


Dengan tak rela Steven melepaskan Davira.


"Kau harus membayarnya malam ini"ucap Steven tersenyum jahat lalu berjalan menuju kamar mandi, menuntaskan yang tertunda


Davira mengatur nafasnya yaang tak karuan karena perbuatan Steven mampu memporak porandakan pertahanan dirinya.


Davira merapihkan pakaiannya kembali lalu berjalan menuju ruang makan, disana Chyntia ,mamanya sudah menunggu


"Loh kemana nak Steven sayang? "tanya Chyntia mencari keberadaan putra angkatnya itu


”Dia kebelet ma, mules katanya" ucap Davira asal, ia langsung menikmati sarapan buatannya sendiri tanpa perduli mata menyelidik Chyntia mengarah padanya


"Anak ini tak pernah bisa dewasa, hufh entah apakah aku bisa melihat putriku ini menikah nanti? Aku resah memikirkan kelakuannya yang keras kepala, semoga saja ia bisa mendapatkan lali-laki yang bisa mengaturnya”ucap Chyntia dalam hati, ia menggelengkan kepalanya memikirkan Davira


Sementara di kamar Steven terlihat menggerutu sendiri, ia sudah selesai mandi dan kini sedang berpakaian.


"Ah gadis itu membuatku selalu ingin menyentuhnya, Sial, aku sampai harus menyelesaikan sendiri" gerutu Steven kesal


Ia memandang pantulan cermin di depannya, bibirnya nampak sedikit bengkak karena ulah Davira, ia meneteskan obat di bibirnya tersebut sambil memejamkan mata karena menahan perih


”tunggu kau gadis nakal, aku akan buat kamu tak bisa berjalan besok, tunggu saja"ancam Steven tersenyum smirk


Steven berjalan keluar bergabung di meja makan dengan mama Chyntia dan Davira.


Davira asik menikmati sarapan paginya tanpa sedikitpun tak melirik saat Sreven datang


"Sayang apa perutmu baik-baik saja? kata Vira perutmu mulas, apa perlu mama ambilkan obat? tanya Chyntia khawatir


"Perut Steven sudah baikan ma”ucap Steven sengaja menaikan volume suaranya, namun Vira tetap cuek fokus dengan makannya


"Nak bibirmu kenapa?" tanya Chyntia yang melihat bibir Steven membengkak

__ADS_1


”Tadi gak sengaja terkena sundulan kepala keras Davira, jadi sedikit berdarah "ucap Steven dengan suara seolah teraniaya


Davira yang sedang makan hingga tersedak mendengar alasan yang Steven ucapakan pada mamanya


"Kamu kalau makan pelan-pelan, lain kali kalau becanda jangan kelewatan Vira, lihat nak Steve. kasian kan jadi luka"ucap Chyntia kesal dengan putrinya


"Bukan begitu ma....” ucap Vira membela Dili, namun ia menelan kalimat berikutnya, tak mungkin juga ia mengatakan jika mereka berciuman dan ia menggigit bibir Steven, ia hanya bisa melotot kesal memandang Steven, sementara Steven tersenyum jail


”Kamu udah tahu salah, masih aja ga mau minta maaf"semprot Chyntia pada putrinya, sementara di ujung meja Steve menahan tawa sambil meletakkan tangannya di leher dengan gerakan memotong, ia tersenyum jahat


”Dasar pria psikopat, gara-gara dia gue kena marah mama, nyebelin banget nih orang, kalau bukan karena utang Budi, dah gue santet nih orang, eh nyantet dosa ya, gue kasih broklak aja biar dia bab sampai mamsyus ”ucap Davira menabuh genderang peperangan di matanya


"Daviraaaaa....


kamu denger mama gak sih?????, diajak ngomong orangtua malah diem aja, kesel mama"ucap Chyntia pada akhirnya


”Iya mama sayang, maafin Vira"ucap Vira yang tak tega melihat mamanya sedih


Setelah Sarapan pagi, mereka bersiap untuk pergi kerumah sakit, melanjutkan Terapy untuk Chyntia


Davira duduk di samping Steven sementara Chintya dan Baby sitter yang membantu Chyntia duduk di bangku penumpang


Sepanjang jalan tak ada suara yang keluar, tak terkecuali Davira yang biasanya ceriwis berubah menjadi diam, ia lebih memilih membuang pandangannya keluar jendela mobil, menikmati jalanan yang mereka lewati, walau apartemen mereka dekat dengan rumah sakit, namun mereka harus memutar Arah sedikit untuk sampai rumah sakit tempat Chyntia menjalani kegiatan Terapy nya


Sampai rumah sakit Steven membantu Chyntia keluar dari mobil, ia juga menyiapkan kursi roda untuk Chyntia


Walaupun Chyntia sudah bisa berjalan, namun kondisinya masih lemah, dan Steven bersikeras ia harus berada di kursi roda sampai ke ruangan Terapy agar Chyntia lebih konsentrasi menjalani Terapy nya


Baby siter yang bertugas merawat Chyntia mendorong terlebih dahulu keruangan Terapy sementara Steven dan Davira berjalan di belakang


Steven melirik ke arah Davira yang mengacuhkannya, karena kesal akhirnya Steven menarik pergelangan tangan gadis cantik itu membuat Davira terkejut, berusaha melepaskannya namun dengan santai Steven berbisik


”Mama" ucapnya pelan sambil meletakkan jarinya di depan mulutnya sendiri.


"Dasar psikopat” gerutu Davira tak bisa berbuat apapun

__ADS_1


Steven tertawa penuh kemenangan, rasanya enak sekali mencuri kesempatan menjahili Davira .


__ADS_2