Harga Diri Yang Terjual

Harga Diri Yang Terjual
Rindu Davira


__ADS_3

”Gue udah hubungi rumah sakit tempat dia periksa dan benar dia hamil, usia kandungannya sekitar delapan Minggu, kalau mengenai apa loe ayah biologis dari anak yang dia kandung,tunggu sampai anak itu lahir”ucap Farel santai


"Gue gak punya waktu menunggu terlalu lama”ucap Steven mendengus kesal


membuat Farel di ujung telepon tertawa terkekeh


”Sahabat macam apa loe , seneng banget temen susah, kampret"maki Steven kesal


"Gue kan udah bilang, jangan sembarangan buang benih, akhirnya loe susah sendiri kan? "ucap Farel masih terkekeh senang


”Apa loe gak punya cara agar gue tahu dia anak gue bukan” ucap Steven memelas


"Ada bro, loe inget-inget aja kapan berhubungan sama dia, nanti gue yang hitung.


Tapi menurut gue ini sama sulitnya kaya cari jarum di jerami, karena mengingat loe hobby nebar benih sama semua cewek yang loe deketin” ucap Farel tertawa lagi


”percuma gue ngomong sama loe, kayanya loe udah gak betah di posisi manager pusat, bagaimana kalau loe mutasi ke daerah, biar otakmu segar"cibir Steven kesal


"Ampun Bro, jangan lah, nanti si Winda kalau mau charger kemana? " ucap Farel merajuk


"Itu urusan loe, gue kasih waktu dua hari dari sekarang, temukan bukti , atau loe sama Ruben gue kirim ke tempat terpencil” bentak Steven lalu memutuskan panggilannya


Tiba-tiba ponsel Steven berbunyi, panggilan masuk dari Farel, senyum jahat Steven tersungging lebar


"Apa lagi????"


"Bos, kita bisa melakukan tes DNA saat usia kehamilan Margaretha"


"Serius loe??"


"Iya, gue baru memastikan dari sobat gue yang dokter.


jadi kita bisa test DNA pas di masa kehamilan sepuluh sampai delapan belas Minggu dengan cara mengambil sampel DNA dari cairan ketuban atau jaringan plasenta.


nah masalahnya bagaimana caranya biar tuh cewe rela di tes.


kalau itu bukan nak loe.bro, dia akan mati-matian menentang dengan berbagai cara" ucap Farel menjelaskan.


Steven membenarkan ucapan Farel.


"Kita bisa melakukan cara halus atau kasar jika itu memang di perlukan.

__ADS_1


sisanya segera cari informasi yang gue perlu, atau kalian berdua tahu konsekuensinya.


saat ini gue enggak mau nakal* ucap Steven menggaris bawahi


"Jangan bilang loe usaha insyaf please,


bilik neraka jadi kosong satu kan??"


"Sial bosan hidup" Dengus Steven lalu panggilan berakhir.


Steven menatap langit di malam hari, ia jadi merindukan Davira


”Kira-kira kucing liar sedang apa ya di apartemen???” tanya Davira lirih pada dirinya sendiri, menatap ponselnya di mana sebuah foto seorang gadis sedang asik menyuapi mamanya


Malam ini Steven tidak pulang ke apartemen , ia harus menyelesaikan. urusannya dengan Margareth terlebih dahulu, walau jujur ia mulai merindukan sosok yang galak di apartemennya itu.


Setelah Margaret terbangun, Steven membawa wanitabitu keluar dari kamar hotel


ia membawa Margaret menuju sebuah vila milik keluarganya yang terkadang ia kunjungi.


Vila itu terletak di pinggir kota.


Sebenarnya Steven engan membawa wanitabitu kesana, namun Tan ada tempat lain, apartemen nya di tempati oleh Davira dan mama Cynthia.


Seorang wanita paruh baya menyambut kedatangan mereka.


Margareth terlihat takjub dan kagum dengan villa tersebut


selain bergaya Eropa file tersebut juga terlihat sangat cantik dengan tanaman mawar yang menghiasi di setiap sudut ruangan.


"Selamat datang tuan muda" sapa Bu Mirah, wanita yang bertugas menempati villa tersebut


"Siang Bu, kamu akan langsung masuk, ibu siapkan saja makan malam , kamu akan turun saat makan malam"


"Baik tuan muda"


"Owh ya , tolong bawakan segelas juicy aku haus" ucap Margaretha memrintah di saat pertama ia menginjakkan kaki di vila itu, Bu Mirah menatap Steven


"Tolong antar ke kamar" ucap Steven lalu berjalan masuk di ikuti Margaretha


Setelah makan malam, Bu Mirah memiliki tugas baru yang harus ia lakukan setiap hari.

__ADS_1


Bu Mira sudah di beritahu oleh Ruben untuk tugasnya tersebut.


seperti perintah Steven meminta Bu Mirah memberikan obat tidur sesaat setelah makan malam yang ia larutkan di juice buah yang biasa margareth minum.


Walau Margareth sedang mengandung, ia tak pernah peduli dengan asupan gizi yang di makannya.


Ia tetap menjaga pola makannya, walau kadang terlihat ia kelaparan dan akhirnya ia menambah porsi makannya dengan mengkonsumsi juice buah.


Hal tersebutlah yang membuat Steven tak menyukainya, berulang kali ia menasehati Margareth, namun Margareth tak terima dan malah terjadi pertengkaran diantara mereka.


Jika saja saat ini Margareth sedang tak hamil, Steven tak akan sudi mengalah pada wanita seperti Margareth.


Ia tak pernah uka di tentang dan di perintah.


selama ini ia yang bisa memerintah orang-orang tanpa ada bantahan.


Margareth monita yang egois sehingga Steven sangsi jika anak dalam kandungan wanita itu anaknya, namun ia harus memastikan semuanya, ia tak mau gegabah mengambil keputusan, cukup sekali ia kehilangan seorang wanita dan anak yang di nantikan ya, Steven tak mau mengulang kesalahan yang sama.


Bedanya dengan Margareth dia tak pernah mencintai nya. wanita ini menempel padanya hanya karena harta dan kedudukannya.


Steven sudah berbaring di kamarnya, pikirannya melayang membayangkan wajah cantik davira yang sedang marah, makin marah, makin cantik di mata Steven, namun ia tak ingin jatuh cinta karena baginya cinta sangat menyakitkan, dan ia takut kehilangan dan merasakan sakit itu lagi.


Steven yang larut dalam pikirannya tak menyadari jika pintu kamarnya di buka seseorang, dengan perlahan orang itu merangkak naik ke atas ranjang Steven , hingga akhirnya ia menjilat kakinya


Steven melonjak karena terkejut dan hampir saja menendang Margareth jika saja ia tak menyadari tawa keras Margareth yang berhasil mengerjainya hingga terkejut.


"Ya Tuhan margareth apa yang kau lakukan di kamarku?”tanya Steven terkejut dan kesal


"Aku gak bisa tidur babe, aku kedinginan” ucap Margareth sambil berpose se sexy mungkin dan memakai pakaian minim


”Tentu saja kau kedinginan dengan pakaian seperti itu, mengapa kau tidak menganti pakaianmu beb? tanya Steven pura-pura bodoh


Steven sangat tahu maksud tersembunyi Margareth, dan ia tak mau jatuh ke dalam perangkap wanita ini lagi


”Babe aku akan baik-baik saja jika dekat kamu.


temani aku tidur please, kehamilanku membuatku sulit tidur.


Tubuhku sakit semua dan para terapis itu malah membuat tubuhku makin sakit"ucap manja Margareth sambil memainkan anak rambutnya


”Besok aku akan bawa kamu ke spa agar mereka bisa merelaksasi tubuhmu sekalian merawat tubuhmu agar tetap cantik mempesona"ucap Steven

__ADS_1


__ADS_2