
setelah makan malam Steven Kembali ke kamarnya.
walau keadaannya sudah membaik dan demamnya sudah hilang tetap saja Cynthia khawatir dengan kondisi Steven sehingga ia meminta putrinya untuk menjaga Steven sehari lagi sampai kondisi Steven benar-benar pulih dari alerginya.
awalnya Davina ingin memprotes sebab Ia juga sangat lelah karena sudah menjaga Steven sejak kemarin malam.
Devira ingin tidur dengan tenang ia merasa badannya juga tak enak sebab kurang istirahat dikarenakan harus menjaga setiap semalaman
davira hanya tidur beberapa jam tadi pagi dan setelah itu ia harus memasak belum lagi merawat bayi tua itu.
davira membawa nampan berisi segelas air putih dan obat untuk.
terlihat pria itu sedang duduk membaca dokumen sambil bersandar di kepala ranjang.
Steven hanya menoleh sekilas lalu kembali fokus pada kertas di tangannya
beberapa jam yang lalu Ruben datang mengantarkan berkas yang harus ditandatangani oleh Steven dan besok pagi akan dibawa oleh Ruben.
sedang sakit saja sibuk.
dasar orang kaya"gumam Davira yang masih bisa di dengar oleh Steven.
Steven menaikan sebelah alisnya sementara bibirnya menyunggingkan senyum
"apaaaa????"tanya Steven pura-pura Tak mendengar.
padahal ia mendengar jelas ucapan lirik Davira
"tak ada aku hanya berkata minum obatmu dan cepatlah sembuh.
bisa-bisa kalau kau masih sakit aku yang gantian sakit setelah kau sembuh"
"Apa kau tidak ikhlas merawat kul??????"tanya Steve menatap wajah ayu Devira
"aku hanya sedikit kesal karena merawat bayi tua yang sangat cerewet"gerutu Davira membuat Steven tertawa kecil.
"apa aku bayi tua itu???" Steve sambil nyengir lebar
"Kau pikir saja sendiri.
sudah singkirkan dokumen itu atau nanti aku yang singkirkan"ancam Davira.
Ia berharap Steven segera meminum obatnya lalu tidur sebab Davina sudah lelah dan ingin istirahat juga.
"Ini dokumen penting dan akan dibawa Ruben esok hari"
"cepat selesaikan minum obat lalu istirahat"
"Baik istriku yang cantik"
"Istri????
rupanya demam membuat otakmu sakit juga
__ADS_1
hello....
apa kau lupa jika kau punya kekasih yang sedang hamil?????
Nikahin saja dia dan jangan bermimpi denganku"
"Apa Kau cemburu baby??"
"Cemburu???
kau sudah gila!!!"
"Aku memilih gila karena mu"
"Sakit"
"Memang aku sakit" ucap Steven sengaja terus menyahuti ucapan Davira ia senang sekali melihat wajah kesal Davira.
Davira memilih keluar dari kamar sambil cemberut.
ia membuat segelas coklat hangat dan memilih menonton kartun di ruang tengah.
Davira melihat lampu kamar mamanya sudah padam, itu berarti mamanya dan sang pengasuh Dara sudah tidur.
Davira menguap beberapa kali, namun ia enggan masuk ke kamar.
Ia merasa aman tiduran di sofa ketimbang harus berada di kamar Steven.
Steven yang sudah selesai dengan pekerjaannya mencari keberadaan Davira, ia melihat wanita cantik itu tertidur di sofa.
Steven menghampiri, niatnya ingin mengerjai Davira.
namun seketika berubah saat ia melihat kemeja piyama Davira yang kancingnya terbuka menampakkan dua bukit kembar yang putih seputih pualam.
Steven menelan salivanya.
belum lagi Davira saat ini piyama dengan celana pendek sehingga terekspos paha mulus Davira membuat dada Steven berdesir dan hasratnya bangkit.
"****...
kucing liar kau yang memancingku" ucap Steven mendekati Davira.
mencium pipi Davira sambil membenarkan anak rambut Davira.
sementara tangannya bergerilya di bawah sana.
Davira yang merasa terganggu membuka matanya dan terkejut, secepat kilat Steven membungkam mulut Davira, **********.
sementara kedua tangan Davira sudah terkunci.
"Baby kau memancingku"
"Kau yang mesum" teriak Davira kesal
__ADS_1
"Aku tidak mesum, lihat kancing bajumu
apa kau sengaja minta jatah?"
"Kau gila
dasar bajingan mesum" ucap Davira memberontak namun sia-sia
Steven mulai mencumbu Davira.
gerakan Davira melemah, kini nafasnya tersengal-sengal.
jujur Steven sudah membangkitkan gairahnya.
Steven mencumbu titik sensitif Davira
"Kau...
psikopat gila"
"Makin kau galak, makin aku nafsu"
"Lepaskan, aku mohon" ucap Davira pada akhirnya
"Aku lepaskan setelah aku selesai
baby aku merindukanmu"
"Aku tidak....
Kau sudah punya kekasih dan kini hamil
Steven please lepasin aku...
aku enggak Sudi jadi simpanan mu"
"Aku tidak pernah menjadikan mu simpanan mu, kau wanitaku.
Aku hanya bisa mengatakan jika aku tak ada hubungan apapun dengan wanita itu"
"Sayangku kau cemburu????" tanya Steven sangat senang
"Tidak...."
"Aku senang kau cemburu.
tapi percayalah kau hanya satu-satunya wanitaku.
mungkin dulu aku pemetik bunga namun sejak bersamamu hanya kau yang ku ingin"
"Kau bohong" ucap Davira mulai terisak kecil.
entah mengapa ia jadi sensitif.
__ADS_1