Harga Diri Yang Terjual

Harga Diri Yang Terjual
Makan Siang Untuk Steven


__ADS_3

keesokan harinya Steve sudah kembali sehat seperti sedia kala.


pagi ini Steven sudah berpakaian rapi dan bersiap untuk berangkat ke kantor.


ya sengaja berangkat pagi-pagi sebab sudah 3 hari Steven tidak masuk kantor.


sekalipun Ia seorang pemilik perusahaan tersebut Namun Steven bukan orang yang suka berpangku tangan dan menerima hasil.


kelakuannya memang buruk namun dalam soal pekerjaan meskipun seseorang yang profesional dalam pekerjaannya.


Safira terlihat sedang menyiapkan sarapan untuk Steven mamanya dan juga sang perawat.


kali ini davira menyiapkan sarapan dengan sangat hati-hati.


iya kapok jika Steven alergi lagi dan ia harus menjaga pria itu.


Davira juga mencatat semua makanan yang sifat suka dan makanan yang tidak ya suka sehingga kedepannya ia tak melakukan kesalahan yang sama lagi.


Satu Minggu kemudian


sudah satu minggu berlalu, sejak itu pula Steven tidak kembali ke apartemen tersebut.


walaupun ponselnya bisa dihubungi namun pria tersebut tidak pernah kembali sejak lahir kali Ia sakit


Cynthia meminta davira menyiapkan makan siang untuk Steven.


iya mau minta putrinya untuk mengantarkan makanan tersebut ke kantor Steven yang letaknya tak jauh dari apartemen tersebut.


Cynthia sangat mengkhawatirkan kondisi Steven sebab pria itu baru saja sembuh dari alerginya


awalnya udah Vira menolak Namun karena melihat mamanya yang terus was-was dengan kondisi Steven akhirnya davira menyanggupi permintaan mamanya.


siang itu sebelum jam makan malam davira sudah selesai menyiapkan makan siang yang ia masukkan ke dalam box bekal dan bersiap untuk berangkat menuju kantor Steven


sebelum berangkat davira ingin mengabarkan kedatangannya Sebab ia tahu Steven adalah pemilik perusahaan tersebut sehingga tidak mudah bagi seorang seperti davira bisa menemui pemuda tersebut


namun yang membuat davira kesal adalah hari ini ponsel Steven mati dan tidak aktif Sejak pagi tadi.


terpaksa davira berjalan menuju kantor Steven dengan bekal nekat

__ADS_1


P kini davira sudah berada di lobby perusahaan iya langsung mengutarakan maksudnya ingin bertemu dengan Steven namun salingonis langsung menahannya dan tidak memperbolehkan davira untuk naik ke lantai paling atas di gedung tersebut di mana ruangan Steven berada.


sebab sudah menjadi peraturan lumrah Jika setiap orang yang ingin bertemu harus memiliki janji temu terlebih dahulu dengan Steven


Devira terbengong duduk di lobi sambil memikirkan cara bagaimana ia bisa masuk dan menyerahkan bekal makan siang untuk Steven.


hingga ia melihat seseorang yang tak asing yang tak lain adalah Ruben asisten pribadi


Devira langsung berlari mendekati Ruben pria itu terlihat tergesa-gesa menuju


"tuan tuan Ruben"panggil davira sebelum Ruben menutup pintu lift.


iya tak bisa maju lagi sebab keamanan langsung memegangi tangan davira sementara jarak Ruben dan davira cukup jauh.


namun Ruben melihat keributan dan ia urung menutup pintu lift.


alisnya berkerut melihat wanita yang ia kenal


"Tuan Ruben"panggil Devira lagi sambil melambai karena terlihat Ruben melihatnya


lu bilang langsung keluar dari lift dan mendekati davira ia melihat dari ujung kepala hingga ujung kaki davira.


gadis di depannya itu terlihat cantik Walau tanpa polesan make.


"Tuan Ruben Saya ingin mengantarkan ini untuk Steven, maksud saya tuan Steven"Ucok davira meralat ucapannya karena terlihat dua orang petugas keamanan yang memeganginya menatapnya tak suka karena mendengar davira memanggil atasannya dengan hanya nama


"nona davira apa kau ke sini untuk mengantar makanan untuk Steven????"


"anu Mama memintaku mengantarkan ini untuk Tuan Steven"


"tunggu apa lagi ayo cepat"


"hah??"Devira hanya bengong membuat Ruben berdesak kesal.


pasalnya ia sedang buru-buru karena harus mempersiapkan meeting dengan klien.


"apa aku harus yang mengantarkannya???


saat ini jus sejujurnya aku sedang sibuk jadi alangkah lebih baiknya jika kau mengantarkannya sendiri.

__ADS_1


aku pikir setiap akan senang karena mendapatkan makan siang spesial darimu" goda Ruben membuat wajah merah karena baru


"lepaskan tanganmu dari nona davira.


lain kali jika ia datang dan ingin menemui Tuan Steve biarkan dia masuk.


atau pekerjaan kalian akan terancam jika Tuan setiap tahu"ucap Ruben membuat dua keamanan tersebut langsung melepaskan tangan mereka dari tubuh davira


"maafkan kami Nona kami tidak tahu jika anda tamu Tuan Steve"


"ayo cepat atau ku tinggal nanti"ucap Ruben langsung berjalan bergegas menuju lift


Devira dengan langkah cepat mengikuti Ruben dari belakang


dalam hati Ruben tertawa iya ingin memberikan kejutan pada Steven lebih tepatnya ingin mengerjai bosnya tersebut sebab season sudah membelinya pekerjaan lebih lagi Dan lagi membuat Rubin beberapa hari ini sangat kelelahan"


Ruben hanya mengantar davira sampai meja sekretaris seo yang berada di lantai paling atas sementara ia kembali ke ruangannya untuk mengikuti meeting.


walau sang sekretaris melihat davira dengan tatapan menyelidik dan merendahkan namun davira berusaha tersenyum.


iya sudah tahu apa yang ada dalam pikiran sekretaris Steve tersebut.


wajar saja sebab setiap terkenal sangat Flamboyan dan gemar menghisap madu.


salah satu sekretaris tim mengantar daerah yang terlihat elegan dari luarnya.


sang sekretaris langsung mengetuk pintu ruangan tersebut.


terdengar teriakan marah dari dalam itu adalah suara Steve artinya pria itu baik-baik saja.


namun sekretaris itu dengan ragu mengetuk pintu untuk kedua kalinya.


"Sepetinya bos tidak mau di ganggu, nona bisa datang nanti lagi"


"Aku Hanya mengantar makan siang ini


Mba g usaha takut dia tak akan marah pada mba" ucap Davira walau sesungguhnya Ia juga tak yakin seven tak marah pada dirinya apalagi pada sekretarisnya.


namun dia sudah muak menunggu lama haruskah ia menunggu lama lagi Sementara ia sudah berada di depan ruangan

__ADS_1


"Tunggu nona ..nonaaa...."


Devira langsung berlari berbalik arah dan membuka pintu ruangan step namun begitu pintu ruangan terbuka bola matanya membulat sempurna.....


__ADS_2