Harga Diri Yang Terjual

Harga Diri Yang Terjual
Alibi Steven


__ADS_3

Hanya bunyi dua benda berbenturan hingga akhirnya keduanya  mencapai puncak bersama.


Davira mencengkam bahu steven dan melingkarkan kakinya erat di pinggang steven seolah tak ingin terlepas.


Keduanya tumbang setelah itu dengan napas tersengal


"Apa kau menyukainya sayang??"


"Tidak" ucap Davira dengan wajah merona merah


"Tak menyukainya tapi tubuhmu berkata lain.


apa perlu aku mengulangnya hmmm???" tanya Steven dengan wajah menggoda


"Dasar mesum sialan" maki Davira malu pada dirinya sendiri


"Tapi kau suka kan????" goda Steven menangkup wajah mungil Davira 


"Tidak, kau memalukan"


"Aku hanya tak tahu malu di depanmu.


aku tak ingin ada batasan antara kau dan aku"


"Siapa yang tahu di belakangku"


"Apa kau sangsi padaku??" tanya Steven menaikan sebelah alisnya


Davira mengangkat bahunya cuek


"Menurutmu dengan kelakuanku apa ada wanita yang percaya dengan perkataannya???


Jika ada yang percaya fix hanya dua kemungkinan.


wanita itu bodoh atau hanya perduli uangmu, bukan dirimu


"Lalu kau golongan yang mana"


"Sial aku tak masuk keduanya

__ADS_1


lagi pula kau gila.


sakit tak sakit tapi pikiranmu selalu mesum.


sepetinya kau bukan hanya harus ke dokter tapi perlu ke psikiater juga"


"Kau obat penyembuh ku, aku sekarang merasa lebih baik" ucap davira memeluk erat tubuh wanita yang entah sejak kapan mulai mengisi hatinya, hanya Steven masih saja ak bisa menentukan hatinya.


Ia masih takut berkomitmen dengan Davira, walau ia akui jika Steven merasa tenang di dekat wanita itu. Keduanya berpelukan, kulit mereka bertemu membuat Davira merasa nyaman


"Kau psikopat, bagaimana bisa sedang sakit kau hanya memikirkan urusan ranjang?" gerutu Davira


"Kau yang duluan menggodaku??


Kau tahu, sesuatu di sana bereaksi sendiri karenanya" ucap Steven masih memeluk Davira yang berusaha memberontak


"Lepaskan Steven"


"Dengar sayang, jika kau terus memberontak, kau membangunkan ia yang baru saja tertidur.


Aku tak keberatan melakukanya lagi jika kau belum puas" senyum licik steven terpampang jelas.


Davira sudah sangat lelah dan yang menakitkantem mamanya sering masuk ke kamarnya, apa yang akan ia katakan jika mendapati anaknya sedang...


"Mas, kau kembalilah ke kamar, aku takut mama masuk dan memergoki kita sedang seperti ini" ucap Davira berusaha lembut, berharap Pria mesum itu mau mendengar.


"Aku akan bertanggung jawab"Ucap Steven yang sibuk menciumi tengkuk Davira


"Mas, apa kau lupa jantung mama...


Tolong lepaskan aku ok???


Kita sudah melakukanya, jadi kau bisa kembali ke kamarmu" ucap Davira berusaha sabar


"Sial suara kucing liar seolah menggodaku, membuatku bergairah lagi" maki steven yang tak mengerti dirinya sendiri


"Maaaaaas"


"Sudah ku katakan aku akan bertanggung jawab" ucap Steven ******* bibir Davira yang kini sedikit bengkak karena ulahnya.

__ADS_1


"Kau menyebalkan" ucap davira kesal lalu bangkit dan menuju kamar mandi, melarikan diri


"Astaga bisa pendek umurku karena ketakutan akibat perbuatan manusia mesum itu, sial" gerutu Davira membasuh tubuhnya yang letih di bawah guyuran shower.


Saat Davira keluar kamar, ia sudah tak mendapati Steven disana, terlihat pria itu sedang menerima telepon penting, Davira menduga itu dari asisten pribadinya.


Tiba-tiba Steven menoleh ke arah Davira yang mengintip dari balik pintu dan mengedipkan sebelah matanya sambil memanyunkan bibirnya, mengirim kiss dari jauh


Davira a langsung menutup pintunya dan menguncinya


"Pria mesum sialan" ucap Davira di balik pintu dengan jantung berdebar


"Dia mau tanggung jawab??? hahaha


ucapan pria jika ada maunya, Sial mengapa aku jadi memikirkan ucapnya yang kosong itu??


pria arogan itu tak akan pernah bisa serius pada satu wanita!!!!" ucap Davira meyakinkan hatinya agar tak kecewa karena berharap.


Benar saja baru lima menit Steven keluar, Cynthia terdengar suaranya di balik pintu.


Davira mengelus dadanya bersyukur ia segera mengusir Steven keluar.


baru saja ia bisa bernafas lega terdengar suara ketukan dari luar


Davira membuatnya dna terlihat mamanya berdiri dengan membawa nampan berisi teh hangat dan juga potongan buah.


"Mama,....


jangan terlalu banyak gerak"


"Kalau mama enggak gerak, kapan sembuhnya????


Apa demamnya sudah turun??"


"Iii...iya ma, cuma tinggal lemas aja"


"Tadi Steven bilang kamu sudah makan DNA sudah di kasih obat, sekarang istirahat"ucap Cynthia mengelus puncak kepala putrinya


"Ii.iya ma* Cynthia tersenyum lalu meninggalkan kamar tersebut

__ADS_1


"Sial dasar pria error kapan dia memberiku obat, yang ada dia yang membuat penyakit padaku" gumam Davira kesal.


__ADS_2