
Davira tertidur karena kelelahan, pagi pagi sekali dia sudah terbangun menyiapkan sarapan pagi untuk semua orang lalu lanjut memasak untuk bekal makan siang steven.
Kesehatannya juga kurang baik beberapa hari ini sebab ia tak bisa tidur saat malam, entah mengapa sudah seminggu ini ia insomnia dan baru tertidur setelah sholat subuh, baru saja memejamkan mata mama nya sudah membangunkannya.
Davira merasa tak bertenaga
Ditambah ia berlari menuju taman danau dan setelah itu steven menggaulinya, kini Davira merasa tubuhnya sakit semua hingga tanpa sadar ia tertidur.
Steven tidak kembali ke kantor, ia malah menuju sebuah hotel miliknya melalui pintu belakang, ia bahkan menutup wajah Davira dengan jasnya, seolah melindunginya dari tatapan orang lain, namun reputasi steven yang suka bergonta-ganti pasangan bukan hal yang aneh.
STeven meletakkan Davira diatas kasur, kini mereka berada di president suite hotel milik Steven,
Steven membiarkan Davira tertidur, ia lalu memesan makan siang untuknya dan Davira, sambil menunggu davira terbangun, steven melanjutkan pekerjaannya, kini ia meeting dengan karyawannya melalui Zoom meeting
Satu jam kemudian davira terbangun.
Ia memandang sekeliling kamar yang terasa asing, lalu samar-samar ia mendengar suara steven.
Davira geram dan menghampiri Steven, terlihat pria itu sedang memangku laptopnya
"Dimana aku??? Mau apa kau membawaku kesini????" teriak davira yang tak tahu jika steven sedang melakukan meeting
"Di salah satu hotel ku"jawab steven santai.
"Dasar psikopat mesum, apa yang mau kau lakukan membawaku kesini????
Dengar steve aku masih marah padamu, rasanya aku ingin mencekik mu" teriak Davira membuat beberapa orang peserta meeting menahan nafas. Tak pernah satu orangpun berani memaki steven.
Sekalipun steven suka main perempuan, tapi semua perempuan berada di bawah kakinya, ia memegang kendali penuh. Namun wanita itu berani memakinya bahkan ingin mencekik Bos mereka yang terkenal dingin dan kejam
mereka jadi penasaran siapa wanita itu, yang anehnya bos mereka malah tersenyum, tak ada guratan marah di wajahnya, ini sangat aneh.
Apakah wanita itu berhasil menaklukan sang casanova????
Ruben yang berada di sana tersenyum lebar, ia kini sangat yakin Davira bisa merubah steven menjadi orang yang lebih baik, Buktinya steven tak marah di maki oleh Davira.
Ruben harus mendukung Davira sepenuhnya!!!!!
"Apa kau tega membunuh calon suamimu???"
"Siapa yang mau punya suami buaya darat sepertimu, kau mesum dan menyebalkan"
"cepat buka pintu ini mana kartunya???
Kau mau mati ya???" ucap Davira mendekati steven bermaksud memeriksa pria itu, Davira menduga jika Steven menyembunyikannya di saku celananya namun gerakannya terhenti mana kala ekor mata davira melihat di laptop Steven ada beberapa orang menatapnya tersenyum canggung
"Kakak ipar, aku salut padamu!!
Hajaaarrrr"
"Mas,,,, ini,,,,?????"
"Aku sedang meeting"ucap steven tersenyum simpul
__ADS_1
"kyaaaaaaaaa.... Aaaaaaaa"teriak Davira berlari ke kamar dan masuk kedalam selimut, Ia sangat malu. Malu sekali.
Apa mereka semua mendengar saat ia mengomeli steven
"Kakak ipar aku padamu, baiklah, meeting selesai" teriak Ruben mengakhiri zoom meeting sepihak. Steven tak protes, ia memilih melihat Davira di kamar
"Kenapa kau tidak memberitahu ku??"tanya Davira kesal
"Kau tidak bertanya...."ucap steven tersenyum kecil, melihat kucing galaknya malu-malu terlihat sangat imut, Ingin sekali steven kembali memakannya, namun ia teringat jika Davira belum makan siang, begitu juga dirinya
"MAssss, kamu kan bisa memberitahuku, aku malu!!!!
Bagaimana bisa mereka mendengar bos mereka di marahi olehku, Apa yang akan mereka pikirkan???"
"Dengar baby, aku tak perduli apa yang mereka pikirkan tentangku,"
"Mas....."
"Sudahlah kita makan dulu, aku lapar.
Aku tak punya energi bertengkar denganmu.
Perutmu juga pasti sudah keroncongan"ucap steven menyiapkan makan siang yang ia sudah hangatkan di microwave
"Aku tak lapar"
"Apa kau mau aku suapi???
sindir Steven, davira juga tahu jika bobot tubuhnya turun sampai lima kilo, wajahnya jadi sangat tirus
"Duduk dan makanlah, aku tak mengulangi perkataanku,
Makan atau aku makan"
"dasar mesum sialan" maki davira, ia duduk dan mulai makan siangnya
Davira tak menatap kearah steven, ia menunduk dan terus makan
"Aku tak perduli apa kata orang aku tak keberatan di gunjing pria yang tunduk pada wanita, asal itu kamu dan hanya kamu.
karena kau wanitaku"
"Jangan membuatku tertawa, aku tak percaya mereka akan menggunjing mu. Lagi pula mereka lebih tahu siapa bos mereka dan kau terbiasa jadi buaya darat, sudah berapa wanita yang memaki mu??? Jawabnya tak terhitung" ucap davira sinis
" percaya atu tidak, kau yang pertama dan terakhir. Kau bisa mengeceknya"
"haha...
Aku tersanjung tuan Smith"cibir Davira"Terserah kau mau percaya atau tidak"ucap Steven santai menikmati makan siangnya, gaya steven yang elegan saat makan membuat davira terpana, pria itu selalu membuat davira dag dung dung mengagumi ketampanan nya, namun di saat bersamaan dia juga memaki betapa mesumnya pria itu.
"Aku sudah kenyang"
"Habiskan, aku tak suka wanita kurus"
__ADS_1
"Itu bagus, kau punya alasan meninggalkanku bukan??"
steven meletakkan sendok dan garpu nya, ia menatap tak suka pada davira, lalu berdiri
Davira beringsut mundur, steven langsung mengurung tubuh Davira
"Jangan pernah berfikir meninggalkanku, karena aku selamanya tak akan meninggalkanmu,
Kau wanita ku selamanya"
"Ya.... Aku gundikmu selamanya"ucap Davira tercekat, matanya entah menapa berkaca-kaca ingin menangis
"Tak akan ada yang memandang mu dengan tatapan merendahkan Davira, aku juga tak bermaksud menjadikanmu simpananku.
Apa tak bisakah kau percaya padaku sedikit saja???"
"Aku tak bisa, tak pernah bis sekalipun aku mencoba.
Kau tak bisa di percaya"
"BAiklah, apa yang kau inginkan???
Apapun aku akan kabulkan asal bukan memintaku meninggalkanmu"
"KAu tak akan bisa"
"Menikahi Mu????" Davira diam, steven bisa menebak apa yang ia inginkan.
"Lekas habiskan makan mu, akan ku antar kau pulang, mama pasti sedang mengkhawatirkan mu" Davira meremas dadanya, air matanya lolos begitu saja.
Apakah permintaan itu terlalu sulit Steven kabulkan????
Setelah selesai makan seperti janji Steven mengantar davira hingga apartemen, bahkan pria itu mengantarnya sampai masuk, Davira tak perduli, ia berlari ke kamar dan menangis
"Nak steven pakai antar pulang segala, kamu pasti sibuk kan??"
Enggak apa-apa ma, aku justru khawatir jika bukan aku yang antar, dia sedang marah padaku"
"Anak itu selalu saja bertengkar denganmu, biar nanti mama nasihati dia"ucap Cynthia menghela nafas
"Ma...
Steven mau meminta sedikit waktu mama"
"Katakanlah nak, mama selalu punya waktu untukmu"ucap cynthia menepuk sofa di sampingnya.
Steven lalu duduk di samping Cynthia
Steven terdiam. Ia terlihat gugup.
"Ma.... Steven ingin menjadikan Davira istri steve"
"Apa....???????
__ADS_1