Harga Diri Yang Terjual

Harga Diri Yang Terjual
Jujur dengan Perasaan


__ADS_3

Melihat Steven berjalan ke arah kamar, DAvira segera berlari kearah ranjang, menghapus air matanya, lalu berbaring membelakang pintu, ketika mendnegar pintu terbuka, Davira memejamkan matanya pura- pura tertidur


"sayang...., "tak ada sautan. Steven lalu duduk di sisi ranjang, ia tersenyum mengingat sebentar lagi davira akan menjadi istrinya. Davira kaan menjadi miliknya selamanya.


Melihat punggung wanita itu saja Steven merasa tentram.


"Sayang..." panggil steven menyentuh bahu davira, wanita itu tetap tak bergeming.


Ssteven mengira davira tertidur. IA lalu naik keats ranjang, merebahkan diri di belakang davira dan memeluknya, membawa davira dalam pelukanya


"Aku bahagia karena mama merestui kita sayang, sebentar lagi kucing galakku akan menjadi milikku selamanya" ucap steven menoel hidung bangir davira.


Bulu mata davira tanpa sadar bergerak dan steven melihatnya


"Kau tidak tidur, apa kau mau ku cium hmmm?


"dasar mesum"


"hehehe dasar nakal, kau mau membohongiku???


aku sudah meminta izin mama dan mama merestui kita"


"Hmm"


"Apa kau tak bahagia???"


"Tentu aku lega" ucap davira membuang pandnaganya ke arah lain


"Lega karena aku hanya milikmu hmm???" tanya steven mencium kening Davira


"Pede"


"Harus, sebagao seorang pemgusaha aku harus selalu percaya diri. Baby aku mencintaimu. Aku harap kau mempercayaiku"


"Tergantung" ucap Davira kikuk. Ini perta kalinya ia mendengar pria mesum itu mengatakan mencintainya, hati davira berbunga-bunga


"Aku akan menikahi sebulan lagi dan sebelum itu aku harus mengurus margaret"


"Jadi wanita itu Margareth???"


"Jangan cemburu, aku hanya milikmu"


"Aku engak cemburu mas, hanya saja aku takut jika..."


"Aku yakin anak itu bukan anakku, jika itu yang kamu takutkan. Aku hanya melakukan hubungan tanpa pengaman denganmu karena kau wanita ku satu-satunya"

__ADS_1


"Mas, pakai pengaman tidak menjamin wanita tak bisa hamil"


"Aku tahu tapi aku masih yakin dia bukan anakku"ucap steven tegas


"Jika memang dia anakmu, apa yang akan kau lakukan??'


"sayang, bisakah kita merawatnya??? Aku tak akan menikahi wanita itu tapi akau berjanji akan merawat anaknya dan menyayanginya. Anak itu tak bersalah, yang berslah adalah aku. Aku tak ingin ada anak yang tak pernah merasakan kasih sayang orangtuanya karena keegoisan mereka.


Aku tahu permintaan aku egois, aku..."


"Aku setuju"


"sayang.... Terima kasih, aku tahu kau wanita yang baik"


"Aku tidak baik, saat aku menjadi istrimu nanti maka siapkan dirmu menerima hukuman dariku"


"Apa hukuman enak??"


"Pikiranmu mesum, cuci tuh otak"gerutu Davira membuat Steven tertawa.


"Aku berangkat kerja dulu. Mungkin aku tak akan kembali selama seminggu. Tapi aku akan menghubungimu saat ku senggang, atau kau bisa menghubungiku jika kau rindu aku"


"Tidak akan"


"Pergi sana, kau terlalu lama di kamar ini, nanti mama masuk"


"Biarkan aku mengisi rinduku dulu, biar seprti ini sayang" ucap steven memeluk davira dan menyenderkan kepalanya di dada davira


Davira tersenyum, ia harus memberi Steven waktu untuk menyelesaikan semuanya.


Sepupuh menit kemduaian steven melepas pelukahnya, ia mencium bibir davira sekilas, lalu mencium kening davira lama


"Aku pergi dulu"


"Ma, hati- hati, aku menantimu, selalu" ucap davira malu-malu, steven memeluknya lagi, mereka lalu berciuman lama, penuh dengan perasaan karena keduanya kini tahu perasaan masing-masing


" I love u baby, ingat hubungi aku jika ada apa-apa, dan aku akan menghubungi kamu nanti"


"iya mas"


Keduanya lalu berjalan keluar sambil bergandengan, Cynthia yang melihat kebahagiaan terpancar di mata keduanya tersenyum bahagia,.


Davira berusha melepaskan pegangan tanganya karena ia menyadari mamanya di ruang tengah, namun Steven makin mengeratkan gengamannya


"Mama...."

__ADS_1


"Sykurlah kalian saling mencintai, mama lega"davira hanya menunduk malu.


"Ma, steve pamit dulu ya ma"


"Iya sayang, ingat jaga kesehatan sekalipum kamu sibuk"


"siap ma"


"Vira anter calon suamimu"ucap cynthia membuat wajah davira meorna merah malu


"mama...."


Davira lalu mengatar Steven sampai di depan pintu, untuk pertama kalinya davira mencium punggung tangan steven, ada rasa bahagia yang tak bisa steven ungkapkan


"aku berangkat, jaga dirimu" ucap steven kembali mengecup kening Davira, lalu dengan ragu steven melangkah pergi


hingga tubuh steven tak terlihat lagi davira masih berdiri dengan senyum mengembang


"Ehemmm, orangnya sudah gak ada tapi masih di liatin aja, kangen ya??' ledek cynthia yang heran putrinya lama tak masuk-masuk juga ke kamar


"mama nih suka banget godain aku"


"ayo masuk'


"Ya' ucap davira tersenyum


"Sayang apa kau mencintai nak steve???"


"Mama kenapa tanya???" tanya davira, jelas mamanya bis amelihat jika ia juga mencintai Steven


"Sayang, masa lalu Steven buruk, masa kecilnya membuat ia terluka dan trauma, mama harap kamu bisa menyembuhkan lukanya dan menyanginya selamanya,


bantu dia menjadi lebih baik, bantu dia menjadi imam mu dunia akhira"


"Davira sudah mendgar semua ma, Davira mencintai mas steven dan akan melakukan yang terbaik yang vVira bisa"


"Mama tahu kau akan begitu, putri mama sudah dewasa"


"Mama... Apa mama menyukai ma steven"tanya davira


"Tentu saja, mama menyayngi kalian berdua, mama mendukung kalian bersama. Nak steven sebenarnya pria yang baik"


"Hmmm' gumam davira. Keduanya lalu memilih duduk menonton acara televisi bersama


"Mama terima kasih"

__ADS_1


__ADS_2