Harga Diri Yang Terjual

Harga Diri Yang Terjual
Saksi kunci III


__ADS_3

Di dalam ruang sidang nampak Steven yang sudah duduk di sebelah Cynthia di bangku baris pertama.


Keduanya terlihat tenang. Steven menggenggam tangan Cynthia, walau ia juga tegang, namun ia harus tetap terlihat tenang agar mama mertuanya juga merasa nyaman.


"Steve..." sapa Alexander mendekati putranya


"Papa.." Steven bangkit lalu mencium punggung tangan Alexander. Sesuatu yang kini sering Steven lakukan saat bertemu dengannya. Putranya itu sudah banyak berubah semua berkat Cynthia dan putrinya, Davira.


"Besan" sapa Cynthia sopan


"Apa kabar besan, maaf tempo hari saya belum menjenguk anda"


"Ah pak Alex tidak masalah, saya hanya sakit tua, jantung sudah mulai kendur" ucap Cynthia berseloroh.


"Hahah anda benar, kita ini sudah tua mudah terkejut" ucap Alex menimpali.


Steven senang hubungan papa dan juga mama mertuanya akrab.


Terlebih Alexander menerima Davira dengan tangan terbuka.


"Mas...." sapa margaretha manja langsung memeluk lengan Steven.


"Jaga tingkahmu ini di pengadilan" ucap Steven dengan suara dingin. Ia menghempas tangan Margaretha.


"Steve... Dia ibu dari putramu" ucap Jhon marah


"Duduklah, apa kalian mau di usir??" ucap Alexander membuat Jhon urung mengomeli adiknya.


Ia dan Margareth duduk di baris kedua.


Cynthia melirik ke arah Margareth. ini pertama kalinya ia melihat wanita itu.

__ADS_1


Harus Cynthia akui jika wanita itu sangat cantik, serasi dengan Steven.


Namun perasaan tak bisa di paksakan, Steven lebih menyukai putrinya.


Melihat bahasa tubuhnya, Cynthia bisa melihat jika Margareth orang yang bisa mempengaruhi siapapun, baik sejenis maupun lawan jenis.


Ia terlihat santun, lemah lembut dan juga pengertian.


Tapi wanita ini yang sudah menuduh putrinya ingin membunuhnya. Jelas Margareth wnaita yang berbahaya.


Margareth yang merasa di perhatikan menoleh ke arah Cynthia, ia tersenyum lebar, senyum yang sarat akan penghinaan


"Tersenyumlah sepuas mu, karena sebentar lagi putriku akan terbukti tidak bersalah" ucap Cynthia dalam hati.


Sidang di mulai, Davira di giring masuk


Kali ini davira terlihat sedikit segar, mungkin karena berita bahwa mereka sudah menemukan saksi kunci membuat semangatnya kembali.


Sidang hari ini seharusnya putusan hakim, namun karena ada saksi tambahan, mereka menunda dan mendengarkan pernyataan Saksi.


ruang sidang riuh, hakim sampai mengetuk palu.


Setelah tenang Bu Hindun di bawa ke dalam ruang sidang.


Bu Hindun menjawab semua pertanyaan dengan lancar, nampak hakim anggota menulis beberapa point' penting.


Tanpa di duga saksi bertambah dua orang lagi, yaitu menantu Bu Hindun


Entah bagaimana pria itu kembali lebih cepat, ia juga memberikan kesaksian yang meringankan Davira.


Sementara satu lagi adalah seorang ibu muda yang berada di sisi kanan tangga sedang membuang botol mineral di tempat sampah yang berada di pinggir tangga, sehingga ia melihat kejadian didepannya dengan sangat jelas.

__ADS_1


Davira tidak mendorong Margareth, melainkan menghindar karena Margareth ingin memukulnya.


Semua orang menjadi gempar dan saling bisik.


Margareth terlihat panik, Ia sangat ketakutan jika kebohongannya akan terbongkar.


"Jadi yang mulia hakim, klien saya terbukti tidak bersalah seperti yang di tuduhkan sebelumya, Justru disini klien sayalah yang mengalami tindak kekerasan dari ibu Margaret


Harap yang mulia bisa memutuskan secara adil"


"Seorang petugas masuk ke dalam ruangan sidang, lalu membisikan sesuatu pada hakim anggot.


Hakim anggota menyampaikan pada hakim ketua, terlihat mereka berdiskusi lalu mengangguk, entah apa yang mereka bicarakan.


Tak lama pintu ruang sidang terbuka dan masuklah Sorang pria berwarganegara asing duduk di kursi roda


Margareth yang melihat siapa yang datang melotot lebar, tubuhnya sampai menggigil ketakutan


"Perkenalkan, nama saya Antonio.


Saya berasal dari Belanda,


Saya memberi kesaksian bahwa wanita itu, Margareth adalah wanita kejam dan berdarah dingin"


"Keberatan yang mulia"


"Keberatan di tolak, silahkan saksi lanjutkan"


"Terima kasih yang mulia.


Saya Ingin meluruskan sesuatu, bahwa wanita itu kabur dari rumah saat mengandung anak saya dan dia menggunakan anak itu untuk mengikat pria itu, Steven, demi harta"

__ADS_1


__ADS_2