
"Om....
Vira gak bisa terima.
kami sudah terlalu banyak menyusahkan om Vira takut tak bisa membalas kebaikan om" ucap Davira menundukkan kepalanya
"Hahaha Davira, davira
om ikhlas lillahi ta'alla.
Dulu papamu yang membantu om, kini gantian om yang membantu kalian.
Kita keluarga" ucap Bambang menepuk bahu Vira
"Om....."
"Sudah terima saja, nanti om marah loh" ucap Bambang berlagak marah
"Makasih banyak ya om" ucap Vura seraya bersyukur dalam hati.
kehidupannya memang sulit, namun ia bersyukur di kelilingi orang-orang baik.
"sama-sama.
Apa kau mau makan siang denganku???"
"Anu om... Vira gak enak hati dan juga... takut...."
"Hahaha aku mengerti. mungkin lain kali tapi kau tidak boleh menolak" ucap Bambanv lembut.
sikapnya yang kebapaan membuat davira merasa memiliki fugur papa dalam dirinya
"Siap om, next time Vira yang traktir om, bagaimana" tanya Davira kembali ceria
"Siap om tunggu ya" ucap Bambanv
"vira kembali kerja ya om, gak enak meninggalkan post terlalu lama"
"Baiklah, kembalilah. jangan telat makan.
ingat kesehatan kalau kau sakit mama mu pasti khawatir" ucap Bambang
"Siap om, Vira pamit ya" ucap Vira mencium punggung tangan Bambang , Bambanv dengan penuh kasih sayang mengelus rambut putri sahabatnya itu.
Jika saja istrinya bisa menerima Davira tinggal dengan mereka.
mungkin gadis malang itu tak perlu kesulitan makan dan mencari tempat tinggal yang tak layak untuknya.
Bambang menghela nafas sedih, ia meminta seseorang mengikuti Vira sehingga tahu di mana gadis malang itu tinggal.
sebuah kontrakan di daerah padat penduduk yang hanya satu kamar berukuran tiga kali tiga.
"oh ya, om mau bertanya
apa kau mengenal pria yang tadi dari ruangan om???" tanya Bambang berubah serius
"Enggak om, kami bertemu secara tak sengaja karena insiden kecil "ucap Vera nyengir kuda
"Apa kamu terluka???" tanya bambang dengan tatapan menyelidik
"Enggak kok om, Vira di tolongin pria aneh itu.
siapa sih dia om, nyebelin banget tahu.
masa katanya pot bunga nya lebih mahal dari pada aku
__ADS_1
ngeselin banget gak sih om???" Bambang terlihat menghela nafas, ada kelegaan terlihat di wajahnya
"Lain kali lebih baik kamu menghindar ya, demi kebaikanmu" ucap Bambang tersenyum getir
ia tak mau Vera mengenal bahkan dekat dengan pria itu, jika saja Pria itu bukan pemilik hotel ini,
Bambang tak akan menaruh hormat sedikit pun padanya.
Bambang tak pernah senang dengan pria itu.
lebih tepatnya tak suka kepribadiannya.
Hanya saja karena pria itu bos ya bambang berusaha menahan
"Baik om, tapi...."
"Sudah sana kembali, katanya gak mau lama-lama" ucap Bambang mengalihkan pembicaraan
"Owh iya, Vira pergi dulu om.
Assalamu'alaikum" ucap vira langsung berjalan cepat menuju lobi, tempatnya bertugas.setelag mencium punggung tangan Bambang
"Aneh banget om Bambang sepertinya gak respek sama pria itu.
Siapa sebenarnya pria itu ya???
Wajar sih aku aja gak suka sama pria aneh itu, super nyebelin.
Tapi bodo ah, selama dia gak ganggu aku, bukan urusanku" ucap Vira kembali ke balik meja kerjanya.
Keesokan Harinya
Hari ini Davira libur kerja, baik yang di hotel maupun yang di cafe.
ia ingin menghabiskan waktunya seharian dengan mamanya.
Sengaja Davira memasak dengan peralatan apa adanya, setelah itu ia segera mengemasnya dan segera menuju rumah sakit.
Davira bersenandung riang turun dari sepeda motor nya, ia merindukan mamanya.
Namun langkahnya terhenti saat ia mendengar seseorang bersiul mengiringi senandung lagunya.
Davira menoleh ke arah sumber suara dan terkejut bukan main.
Ia melihat orang yang paling ia tak ingin temui.
Pria misterius menjengkelkan.
"Hai kucing nakal, kita bertemu lagi" ucap pria itu dengan senyum lebar
"Dasar gila.
mimpi apa aku semalam sampai ketemu orang gila. apes-apes" ucap Davira memaki dalam hati
"Aku tahu kau senang karena melihatku" ucap pria itu dengan kepercayaan tinggi
"Narsis" dengus Davira mempercepat Langkahnya.
namun langkah kaki pria itu lebih lebar.
"Kamu stalker ya???" tanya Davira ketus
"Iya" ucap pria itu santai
"Dasar pria gila" ucap Vira kesal
__ADS_1
"Nona, apa tak ada yang mengatakan padamu jika kau marah sangat cantik dan menggemaskan????.
Sepertinya kita jodoh.
Jika bertemu sekali namanya tak sengaja.
Dua kali namanya kebetulan.
Tapi tiga kali namanya jodoh" ucap pria itu terus mengekor Davira
"Apa kau pasien rumah sakit jiwa????
mengapa kau mengikuti ku???"Dengus Davira mulai kehilangan kesabaran
"Aku????
aku memang sedang berkunjung kok" ucap pria itu dengan senyum tersungging
"Kalau begitu berhenti dekat-dekat aku atau aku teriak"
ancam Vira sudah di batas kesabarannya
"Pengumuman semuanya.
dia istriku, apa cantik???.
Dia terus merajuk katanya wajahnya tak cantik lagi" ucap pria itu memeluk pinggang Davira tiba-tiba membuat davira sukses melorot marah, malu dan kesak
"Dasar psikopat lepasin" runtuk Davira geram
"Mba cantik dan mas nya tampan,.kalian pasangan serasi" ucap ibu-ibu yang berada di sana.
kini mereka jadi pusat perhatian karena ulah pria aneh ini.
"Iya mba nya cantik banget, kalau punya anak, pasti anak kalian cantik dan tampan" timpal yang lainnya
"Masalahnya istriku ini sedang marah, dia merajuk terus karena salah paham" ucap pria itu memasang wajah sedih
"Udah maafin aja mba, selesaikan masalah kalian" komentar salah seorang pengunjung rumah sakit yang berada di sana
"Kau mau mati ya???" ucap Davira lirih melotot galak ke arah pria itu
"Ikut denganku minun kopi baru aku akan melupakanmu" ucap pria itu .
dengan terpaksa Davira mengikuti pria itu ke sebuah coffee shop yang berada di dalam rumah sakit Davira segera meminum kopinya segera setelah pesanannya tiba. ia ingin segera pergi dari tempat itu.
"Siapa namamu??"
"Bukan urusanmu" jawab Davira ketus.
"Mau aku buat gaduh lagi???" ancam pria itu tersenyum licik
"Astaga, ya tuhan, dosa apa yang ku perbuat sampai bisa bertemu dengan mahluk tak tahu malu seperti kamu"
"Anggap saja anugrah" ucap pria itu menyeringai membuat Davira makin kesal di buatnya
"Dasar pria tak waras...." dengus Davira
"Manusia harus punya mimpi agar hidupnya berwarna.
cepat katakan namamu atau...." Ucap pria itu dengan senyum menggoda
"Vira, jika tak ada yang perlu di katakan aku permisi" ucap Vira menyambar minumannya dan segera kabur dari tempat itu sebelum pria itu berbuat hal aneh lagi
Pria itu tertawa terkekeh melihat kelakuan davira
__ADS_1
"Kucing liar, bukankah dia cute Ben????" tanya pria itu pada asistennya