
"Dia tersangka kecelakaan Margaretha"
"Apaaaa????, bagaimana bisa???" tanya Steven terkejut sampai bangkit dari duduknya
Ruben menghela nafas kembali.
"Jangan bercanda...."ucap Steven lirih
"Loe pasti dah tahu kalau wanita yang jadi tersangka kini di tahan pihak rumah sakit, itu adalah ruangan yang loe masukin tadi" ucap Ruben, lalu apa saja yang mereka lakukan di dalam jika tak menceritakan kenapa Davira di sana?????
Ruben langsung mengerti, pasti sahabatnya yang mesum itu membuat ulah disana, Astaga tak bisakah sekali saja Steven berfikiran logis bukan hanya memikirkan yang satu itu????
"Bagaimana ini bisa? Bagaimana..."
"Denger bro, saat ini jangan bertanya bagaimana mungkin, karena kenyataanya sudah seprti ini,
Vira tersangka utama walau kasusnya masih saksi. Namun posisi CCTV di rumah sakit ini terlihat seolah Davira adalah pelakunya."ucap Ruben yang mengikuti perkembangan kasus ini.
Steven jatuh terduduk. Beberapa saat lalu ia mengatakan akan menangkap pelaku, namun kini setelah tahu itu Davira, ia tak ingin Davira ditangkap sekalipun Margaretha kini kritis namun rasa cinta Steven lebih besar pada Davira, terutama kini jelas Davira mengandung anaknya,
Egois, biarlah egois. Ia percaya davira bukan orang yang bisa menyakiti orang lain sekalipun orang itu sudah menyakitinya.
Steven yakin Davira bukan pelakunya, ia menduga jika MArgaretha murni jatuh karena kecelakaan dan hanya kebetulan davira disana
__ADS_1
"Lalu apa lagi???"
"Parahnya para saksi melihat pertengkaran mereka. Dari cerita mereka, Margaretha mengaku sebagai istri sah dan Davira seorang pelakor, Mereka bertengkar hebat dan berujung jatuhnya MArgaretha dari tangga" ucap Ruben
"Itu tak menjelaskan apapun, Davira bukan pelakunya"
"Dari kacamata hukum bisa iya bisa tidak, perlu bukti lain dalam kasus ini dan sedang diselidiki, namun..."ruben terlihat ragu
"Namun????"
"Para saksi yang kebanyakan adalah ibu hamil membela margareth dan mereka mendukung margareth sebab mereka mengira Margareth adalah wanita yang malang karena di khianati suaminya saat hamil besar"
"****......" maki steven memukul telapak tangannya sendiri.
"Ruben tolong bantu Vira, dia sekarang mengandung anak gue. Gue enggak mau terjadi sesuatu yang buruk padanya terutama saat ini kondisi mamanya sudah membaik, gue enggak mau karena ini mama cynthia jatuh sakit lagi"ucap steven teringat calon mama mertuanya
"Serahin sama gue. Gue akan handle masalah MArgareth. Gue hanya berharap anak dalam kandungan wanita itu baik-baik saja sehingga masalah ini tak terlalu parah"
"semoga saja"ucap Ruben berharap dalam hati.
"Tolong jaga Davira, gue harus ke ruang operasi"
"Oke"
__ADS_1
"Kabari jika ada informasi apapun dan sampaikan pada Davira gue perlu pergi sebentar, nanti gue ke sini lagi Oh ya urus rawat inap untuknya, pastikan mendapat fasilitas terbaik dan tempatkan orang-orang kita untuk mengamankan lokasi, aku yakin berita ini akan segera menyebar jika mereka tahu siapa pria dibalik kecelakaan margareth.
Hanya soal waktu saja kakakku akan tahu...
Sial mengapa semuanya jadi rumit begini sih"maki steven memukul tembok di sampingnya
"Loe serahin semua sama gue disini,"
"Oke kalau gitu gue cabut dulu" ucap steven langsung menuju ruang operasi di lantai tiga.
Ruben memanggil anak buahnya, ia membisikkan sesuatu setelah itu mereka pergi.
"Gue harus menemukan saksi kunci yang bisa meringankan atau bahkan bisa membebaskan Davira dari tuduhan ini"ucap Ruben
Davira sudah di pindahkan ke ruang VVIP yang ada di rumah sakit itu, penjagaan juga ketat karena ruben tak ingin seseorang menerobos masuk tanpa kepentingan ke ruangan tersebut,
Steven juga sudah mengklarifikasi maslah sebenarnya pada pemilik rumah sakit yang kebetulan juga teman papanya dan juga pihak berwajib,
Sementara semalam Margareth harus menjalankan operasi darurat dan juga cecar untuk menyelamatkan ank dalam kandungannya, beruntung bayi prematur itu selamat dan kini dalam ruang khusus dan dalam pengawasan ketat team dokter,
Margaret juga sudah di pindahkan keruang perawatan intensif karena masih dalam keadaan koma, ini membuat kasus davira semakin rumit.
Jika margareth siuman itu lebih baik.
__ADS_1
Dua hari kemudian Davira sudah di perbolehkan pulang,
Davira diantar Steven pulang ke apartemen, nampak Cynthia terlihat khawatir sebab Davira berbohong jika ia ikut sahabatnya Nita berlibur ke luar kota, Cynthia tak keberatan karena ia tahu putrinya pasti butuh refreshing.