Harga Diri Yang Terjual

Harga Diri Yang Terjual
Pria Mesum


__ADS_3

Davira terkejut melihat Steven yang datang dengan nampan makanan dan segelas susu


"mau apa kau??" Bentak Davira marah


"Sayang ini sudah subuh, apa kau mau bermusuhan denganku dan mama melihatnya???


Aku akan bilang kau jatuh sakit karena terjaga semalaman karena menunggui ku, tapi kalau kamu mau mengatakan yang sebenarnya terjadi, itu terserah padamu


Pilihan ada di tanganmu.


Aku tak akan marah" ucap Steven lalu meletakkan nampan berisi makanan dan susu di samping ranjang.


"Oh ya sebaiknya kau pakai ini.


Maaf lehermu" ucap Steven yang mendapat pelototan tajam Davira


"Ini karena semalam ada anjing menggigitku!!!" Ucap Davira ketus yang di balas tawa kecil Steven.


Pria itu lalu berjalan keluar kamar


Davira langsung memeriksa ucapan Steven dan benar saja


Dia memaki kesal, lalu memakai pakaian yang di berikan Steven. Setelah itu mulai memakan sarapan pagi yang di bawa Steven. Sungguh ia sangat lapar dan dalam sekejap semua sudah ludes di makan


Terdengar di luar sana suara mamanya sedang berbicara dengan Steven.


Davira langsung naik ke atas ranjang dan menutup tubuhnya dengan selimut.


Pura-pura tertidur


Mamanya tidak masuk, entah ap yang di katakan Steven pada mamanya sehingga Cynthia tidak masuk memeriksanya.


Davira tersenyum sendiri.


ia jadi malu pada Steven karena semalam ia seperti bukan dirinya.


apa karena ia sedikit merasa lega sebab Steven berjanji akan menikahinya???


Ataukah bahagia karena mengetahui hanya dirinya wanita yang kini berada di sisi Steven.


Namun mengingat tentang wanita hamil yang menampar dirinya, Davira merasa hatinya kecut.


Davira mau tak mau merasa sedikit khawatir jika anak dalam kandungan wanita itu anak Steven.


ia ingin percaya jika wanita itu bukan mengandung benih Steven, namun mengingat prianitu senang sekali menebar benih, Davira jadi ragu.


Satu bulan, satu bulan Steven meminta waktu membuktikan bahwa wanita itu tak mengandung anaknya.


Davira harus menguatkan hatinya menanti selama itu.


Harus Davira akui jika ia takut anak itu anak Steven, lalu bagaimana dengan dirinya???


Ia tak mau merebut suami orang.


tapi....


Davira mengacak-acak rambutnya frustasi.

__ADS_1


ia merasa dilema.


di satu sisi ia ingin menghalalkan hubungannya dengan Steven agar Davira tak merasa terus di bayangin rasa bersalah.


namun apakah hanya karena itu atau Davira sudah jatuh cinta pada Steven???


Jujur Davira merasa cemburu dan takut.


Dua hari sudah Steven  hanya terbaring di kasur, kini wajahnya sudah berangsur membaik walau masih terlihat pucat.


Selama itu juga cynthia meminta davira untuk menjaga dan merawat steven


Bahkan makan pun Steven dengan sengaja meminta Davira menyuapinya.


Ingin protes tapi tidak bisa karena cynthia terus mengawasi Davira saat merawat steven


Davira jadi sangsi apakah Cynthia mamanya atau mamanya Steven 


Davira jadi teringat kejadian sehari lalu waktu Steven  menangis dalam pelukan mamanya, ia terlihat sangat rapuh.


Davira tak pernah menyangka jika pria arogan itu memiliki sisi sentimentilnya juga.


"Kok kamu tumben gak galak?" tanya Steven yang melihat Davira tak membentaknya atau melotot padanya


"Bukanya kamu senang ya gak kena marah?? atau jangan katakan kamu punya kebiasaan unik, suka di marahi" ledek Davira membuat tawa Steven pecah


"Hahaha kau memiliki imajinasi hebat kucing kecil.


Aku hanya menyukai wajahmu saat marah, tak lebih" ucap Steven dengan senyum terpasang


"Dasar aneh, suka kok liat aku marah.


Atau mungkin karena kepala anda terbentur cukup keras.


Apa kau pikir marah itu enak???


Kau membuat ku tua lebih cepat.


Apa kau tahu??? di dekatmu hanya terdapat energi negatif yang membuat orang naik darah, apa kau mengerti?????" ucap Davira panjang lebar dengan penuh emosi, yang membuatnya tambah kesal adalah Steven seolah mendengar cerita romantis, ia terus tersenyum sepanjang Davira berceloteh.


"apa pria itu normal???" tanya Davira sinis


"Kenapa berhenti??" tanya Steven dengan senyum simpul


"dasar orang aneh.


Cepat habiskan makan mu.


dan cepat sembuh agar wanita mu tak khawatir"


"Apa kau cemburu kucing kecil??" goda Steven 


"Aku hanya Kasian pada anak dalam kandungan wanita itu, jika saja wanita itu tak mengandung, mana ku rela di tampar tanpa membalas???


Aku juga punya harga diri walau harga diriku sudah kau rampas habis" ucap Davira lalu berjalan keluar dengan kesal


"Ya, aku memang sudah merampas harga dirimu, tapi bukan berarti orang bisa merendahkan mu.

__ADS_1


hanya aku yang boleh menekan mu dan kau lah kekasihku" ucap Steven lirih sambil menatap kepergian Davira


Sejak kejadian pagi tadi, Davira tak masuk lagi ke dalam kamar hingga malam hari.


Sepertinya kali ini Davira benar-benar marah.


Steven berusaha bangkit, walau kondisinya bisa dikatakan sudah baikan, namun tubuhnya masih terasa lemas tak bertenaga.


Namun rasa rindunya karena tak melihat Davira membuatnya nekat bangun.


Dengan tubuh sempoyongan Steven berjalan dengan memegang tembok kamar.


Sudah jam sembilan malam.


Suster yang menjaga mama Cynthia  sudah istirahat, sementara mama Cynthia sudah berada di kamarnya.


Steven langsung menuju kamar Davira pintu kamar tersebut tak tertutup


Steven  melihat Davira yang sedang berganti pakaian ingin tidur.


Kulit mulus Davira terekspos dengan jelas di bawah lampu kamar yang masih terang benderang.


Tubuh Steven  langsung bereaksi.


Ia merasa ada sesuatu yang terbangun di bawah sana.


entah tenaga dari mana, Steven  masuk ke kamar Davira tanpa bersuara lalu menutupnya.


Ia segera mendekati Davira dan memeluknya


"Siap....." Steven  membalikan tubuh Davira dan ******* bibir Davira dengan rakus.


Sementara tangannya bergerilya bebas.


Davira memberontak, namun sepersekian detik kemudian ia tak berkutik karena Steven mampu memporak-porandakan pertahannya.


Tangan Steven dengan bebas bermain di tubuh Davira membuat tubuh Davira menegang bereaksi.


Steven tersenyum dan makin gencar memainkan area sensitif Davira hingga tubuh wanita cantik itu bergetar hebat, ia mendapatkan pencapaiannya yang pertama


"Sial, mengapa aku murahan sekali, bisa-bisanya aku malah menikmati permainannya, sial" umpat Davira berusaha menahan


"Apa kau suka sayang??" tanya steven di telinga davira yang sedang mengatur nafas sehabis pencapaiannya.


Suara serak Steven membuat bulu kuduk Davira berdiri.


Ia menyukai suara pria itu yang terdengar sangat sexy.


Steven menciumi kuping Davira membuat davira menggelinjang geli.


lalu kembali ******* bibir Davira tanpa memberi waktu wanita itu protes.


Steven langsung melancarkan serangannya yang ke dua. dalam beberapa menit tubuh Davira menegang kembali, ia mendapatkan pencapaian keduanya


"Apa kau suka sayang???" tanya steven kembali


"Tii .. tidak" ucap Davira dengan susah payah.

__ADS_1


"Baiklah aku akan membuatmu merasakan yang lebih nikmat" ucap Steven kembali melancarkan serangannya yang ketiga, kali ini ia akan membuat kucing liar ini berteriak, menangis keenakan.


Steven langsung melakukan penyatuan dan mulai berpacu. terkadang terdengar ******* Davira yang langsung ia bungkam dengan mulutnya karena khawatir suara bercinta mereka terdengar oleh mama Cynthia 


__ADS_2