Harga Diri Yang Terjual

Harga Diri Yang Terjual
Kritis


__ADS_3

Sementara di depan ruang operasi


Steven berjalan mondar mandir di depan ruang operasi, ia khawatir dengan keselamatan Margaretha sebab saat di bawa ke ruang operasi kondisinya kritis, pendarahan juga sehingga dokter sedang berusaha menyelamatkan ibu dan anak di dalam sana.


Berkantong Kantong darah sudah di transfusi sebab margareth kehilangan banyak darah.


Nyawanya saat ini terancam, di tambah cidera parah di kepalanya, Sungguh steven khawatir.


Hasil test DNA pun bar keluar dua hari kemudian.


Steven merasa kesal dengan ruben, asisten sekaligus sahabatnya itu belum juga datang menemuinya.


Akhirnya menggunakan ponsel anak buahnya steven menghubungi Ruben.


Ia sudah menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan wanita yang dicurigai membuat kecelakaan itu, namun seseorang sudah membawanya dan saat ini wanita itu tidak bisa di temui karena tempat ia di rawat di jaga petugas keamanan dan tidak memperbolehkan siapapun masuk.


Akibat kecelakaan itu, pihak berwenang juga sudah berada di lokasi, Steven bertekad tak akan melepaskan wanita yang menyebabkan margareth terjauh,


sekalipun hasil penyelidikan menunjukkan margareth pernah dekat dengan seorang pria, sayangnya pria itu menghilang sehingga sulit membuktikan.


Steven merasa tertekan, di satu sisi ia harus segara menikahi Davira, wanita yang ia cintai.


Namun di sisi lain masalah Margareth yang harusnya selesai satu bulan kini molor sebab pria kekasih margareth menghilang tanpa jejak.

__ADS_1


duaan yang paling masuk akal mungkin pria itu bersembunyi, atau malah sudah berkalang tanah?? Entahlah, yang jelas saksi kunci harus di temukan agar Steven bisa bebas dari jerat Margareth.


Yang menyebalkan adalah margareth mencari tahu keluarga Steven dan sudah bertemu dengan kakak satu-satunya steven, Jhon. Dan parahnya jhon yang tak ahu menahu membela margareth dan mengancam akan menghapus Steven dari kartu kelurga, dengan kata lain Steven akan kehilangan beberapa asetnya yang merupakan warisan dari alexandr. Beruntung beberapa hotel sudah menjadi milik pribadinya.


Steven tak pernah keberatan aset milik keluarganya diambil karena sejatinya itu bukan miliknya, namun yang membuatnya gamang adalah ia harus memperkenalkan Davira pada keluarganya, jangan sampai Davina dan Cynthia menduga jika steven yang memutuskan tali persaudaraan.


Steven mengacak-acak rambutnya frustasi, belum selsai satu masalah kini timbul masalah lain.


Panggilan tersambung


"Ruben setiawan dimana kau!!!"bentak Steven begitu panggilan tersambung


"Steven, ini gawat"


Aku tahu tapi.... Ini lebih penting.


Kau akan menjadi seorang ayah" ucap ruben semangat


"Aku tak akin apakah aku masih bisa jadi ayah, keselamatan anak itu dan margareth sedang di perjuangkan disana"ucap steven menatap ruang operasi


"bukan dari wanita itu, tapi dari yang lain"


"Ruben sialan, saat ini aku sedang panik, janfan berputar-putar katakan langsung, wanita mana lagi yang mengandung anakku, sial." Maki Steven membuat ruben menjauhkan ponselnya karena suara keras Steven

__ADS_1


"Segera ke lantai dua, ruangan dokter kristine. Aku menunggumu"


Klik


Panggilan berakhir, Ruben mengakhiri panggilan telepon sepihak membuat steven sangat kesal. Steven meminta anak buahnya menjaga di depan ruang operasi, ia harus menghajar Ruben. Steven segera menuju ruangan yang dimaksud, ternyata ruben terlihat sedang berbicara dengan seorang petugas polisi, wajahnya terlihat tegang


"Steven akhirnya kau tiba juga,


Pak Rahmat dia adalah suami pasien"


"Whaatttt??? Steven melotot sambil bertanya tanpa suara, namun ia tetap menjabat tangan polisi bernam Rahmat itu dan berkenalan


"JAdi pak steven, untuk sementara istri anda sebagai saksi, namun tidak menutup kemungkinan jika bukti-bukti mengarah pada istri anda dia bisa di jadikan tersangka, mohon anda dan istri anda bisa koperatif'


"Baik" ucap steven singkat, ia sendri juga belum mengerti duduk permasalahanya. Stelah berbincang sebentar polisi terebut pergi, Ruben mengajak steven masuk ke dalam ruangan, kebetulan tangan steven sudah gatal. Ia ingin sekali menonjok ruben sejak tadi dan kini waktunya.


Begitu masuk, Steven langsung menarik kerah baju Ruben


"Sialan loe gue lagi panik loe malah menghilang dan apa-apaan loe bilang kalau..."


"Mas, mas steven apa itu kamu???"sebuah suara yang familiar membuat gerakan tangan steven terhenti


"APa kau mendengar suara ruben???"

__ADS_1


"Masss.... Apa itu kamu??? Tanya Davira dari ruang sebelah yang tertutup tirai


Steven melepaskan Ruben, ia berjalan perlahan lalu menyingkap tirai pembatas, matanya membulat sempurna begitu melihat siapa yang berbaring disana


__ADS_2