
Steven memikirkan rencana apa yang akan mereka pakai, sebab kasus davira sudah mengarah ke tersangka. Demi mempersiapkan yang terburuk, Steven merencanakan alasan untuk itu
"Maaa...
Davira mulai besok akan bekerja lagi di perusahaan ku"
"Benarkah??"
"Iya ma,"ucap Davira tak ingin banyak bicara takut ketahuan berbohong
"Owh ya ma, aku tidak bisa memberi keistimewaan pada davira hanya karena aku yang memasukkan dia kerja, semua mulai dari awal siapapun dia, jadi..."
"Mama tidak keberatan. Semua orang harus melalui proses sehingga saat ia memiliki kuasa, ia tak akan lupa diri dan sombong, memerintah seenaknya, mama serahkan semua padamu nak"ucap Cyntia menyukai prinsip Steven
"Terima kasih ma atas pengertiannya"
"Tak perlu sungkan, harusnya mama yang berterima kasih, lagi pula davira sudah lama tidak bekerja, selama mama sakit dia sibuk merawat mama, kini saat nya davira mengejar impiannya sebelum menikah denganmu.
setelah nikah itu urusan kalian, biasakan bicarakan semua dari hati ke hati dalam memutuskan sesuatu"
"Mama..."Davira memeluk mamanya, tak terasa asir mata davira menetes
"Maafkan aku mama, maafkan aku"gumam davira dalam hati
__ADS_1
"Baik ma, akan steven selalu ingat pesan mama"
"Ya sudah ayo ,makan dulu, mama sudah masak opor ayam kampung"
Akhirnya mereka berempat makan malam, Dara sang perawat di panggil oleh steven ke ruang kerjanya, Sebab selama beberapa bulan kedepan kemungkinan masa sulit, atau malah membaik, semua belum jelas.
Demi keamanan Steven akan mengajak Davira pindah, sehingga saat menjalani pemeriksaan lebih mudah.
Jika keadaan memburuk, Cynthia akan aman di apartemen tanpa tahu apa yang terjadi, itu lebih baik untuk kesehatan Cynthia. Davira juga setuju dengan usulan Steven.
Kemungkinan terburuk jika di penjara, ia tak di gelandang pihak berwajib di depan mamanya.
Dara sangat terkejut dengan berita itu, untungnya Dara perawat yang baik, ia sudah menganggap Cynthia seperti mamanya sendiri, sehingga ia siap membantu Davira dan merasa kasihan dengan musibah yang menimpa davira.
Davira menangis tersedu-sedu memeluk mama nya, ini pertama kalinya ia jauh dari Cynthia, begitu juga Cynthia.
Dara juga ikutan sedih, perawat itu memilih pergi ke dapur agar tak melihat kepergian Davira, namun stelah pamit dengan Cynthia, davira mencarinya.
Davira berpamitan, memeluk Dara
"Mba Dara, aku titip mama ya, tolong jaga mama untukku"
"Jangan khawatir mba Vira, aku sudah anggap ibu seperti ibuku sendiri"ucap dara membuat Davira lega.
__ADS_1
Pagi itu juga davira pindah ke apartemen lain yang juga milik steven
"Mas..."
"Jangan khawatir baby, aku akan selalu ada untukmu, semua akan baik-baik saja" ucap steven mencium kening Davira
"Bagaiman jika aku terbukti bersalah mas?? Aku tak ingin di penjara untuk kejahatan yang tak pernah ku lakukan"ucap Davira menangis
"sayang dengar, semua akan baik-baik saja, mas akan cari bukti ketidak bersalahamu. Mas percaya kau tak bersalah"
"Terima kasih mas"ucap davira sedikit lega, walau tak bisa menghilangkan kekhawatirannya apalagi ia kini sedang mengandung, sulit ia bayangkan mendekam di penjara dengan dalam kondisi badan dua.
Davira memang merasa bersalah, bukan karena ia yang mendorong Margareth, tapi bersalah karena ia seharunya tak meladeni MArgareth dan segera meninggalkan tempat itu jadi tidak terjadi kecelakan itu.
Seminggu sudah Davira harus mondar mandir memenuhi panggilan pihak berwajib,
pertanyaan demi pertanyaan terus di ajukan masih seputar kejadian bagaimana kronologisnya, namun pertanyaan itu berulang-ulang membuat davira depresi.
Davira sampai mengalami kontraksi karena psikologisnya tertekan dan harus di larikan kerumah sakit sehingga penyelidikan di hentikan sementara demi kemanusiaan.
Sementara Margareth sudah siuman, ia sangat senang mengetahui jika Davira menjadi tersangka, Margareth malah menambahkan bumbu yang membuat Davira makin terlihat bersalah dalam kasus ini.
Margaret juga menggunakan air mata buayanya untuk menarik simpati, ia meminta pihak berwajib menghukum Davira sesuai kejahatannya, karena Davira ia hampir kehilangan anak dalam kandungannya.
__ADS_1