Harga Diri Yang Terjual

Harga Diri Yang Terjual
Digigit Anjing


__ADS_3

"Kau....


Kau bajingan Steve, aku benci kau!!!!"


Teriak Davira penuh kebencian


"Kau benci aku, tapi tubuhmu berkata tidak.


Tubuhmu menginginkan lebih.


Karena aku sangat menyukaimu, jadi aku akan bermain lembut sayang


Dan kamu hanya cukup mendesah" ucap Steven sambil memeluk tubuh Davira.


Davira seharusnya mengunci pintu saat tadi ia mandi, kini pria mesum itu kembali


Davira merasa jijik pada dirinya sendiri.


"Baiklah, kita ke menu utama, bersiaplah ayang* ucap Steven parah


Steven lalu mulai mencumbu Davira,


Perlahan pasti Steven mulai memasukinya.


"aaaaa hentikan, hentikan sakit....


Aku mohon..." Ucap Davira mengigit bibirnya


Air matanya langsung keluar.


Ia merasakan sesuatu yang sangat besar menusuk area intinya  dan itu sangat menyakitkan, seperti di silet


"aaaaarrrggghhhh sakit, aku mohon berhenti bajingan" maki Davira sambil berusaha meronta.


Namun Steven membungkam mulut Davira.


Ia mencium bibir Davira


Namun di luar dugaan Davira malah mengigit bibir Steven kencang hingga berdarah


"****, kucing liar.


Kau malah membuatku makin bernafsu" ucap pria itu menjilat bibirnya yang berdarah.


Steven tidak marah,


"maafkan aku sayang, aku janji setelah ini kau akan merasakan nikmat" ucap Steven kembali merangsang Davira.


Ia mulai menciumi leher jenjang Davira dan meninggalkan tanda kepemilikan di setiap tempat yang ia mau.


"sayang, kah sungguh nikmat" gumam steven tanpa perduli Davira yang menangis


Sakit di **** ************* tak seberapa di banding hidupnya yang Hancur.


Ia sudah mempersiapkan diri, namun tatap saja ia hancur


Davira merasa jijik dengan tubuhnya sendiri.


Steven tersenyum samar.


"mulai hari ini kau milikku sayang" ucap Steven mulai gencar melancarkan aksinya hingga mencapai puncak kenikmatan bersama hingga tubuh Steven tumbang di samping Davira


Davira hanya bisa menangis kecil.


Kini mahkota yang ia jaga sudah tak ada lagi, ia hanya wanita hina yang menjual harga diri demi kesembuhan mamanya.


Tak ada lagi masa depan untuknya.

__ADS_1


Bahkan tekadnya untuk jujur dengan perasaanya pada dokter Frans kandas sudah.


Davira menangis hingga akhirnya ia kelelahan dan tertidur


"Mau lepas dariku??? Aku tak mengizinkan.


Jangan kira aku tak tahu kau akan menemui dokter sialan itu.


Kau milikku Davira" ucapan Steven lalu memeluk tubuh polos Davira dan menyelimutinya.


Ia ikut tertidur sambil memeluk Davira


Tengah malam Steven terbangun, ia menatap wanita cantik yang tertidur di sampingnya.


Senyum Steven mengembang


Saat membuka selimut, ia kembali di sajikan pemandangan nan indah.


Tubuh molek nan sinyal dengan payudara yang sekal dan menggoda.


"Sial, aku ingin lagi" ucap Steven lalu mulai memposisikan dirinya di belakang Davira.


Davira kembali merasa nyeri ia terkejut karena di belakangnya Steven memeluknya


"aaaaa sakit" ucap Davira mulai sadar


"sayang, maafkan aku.


Aku ingin lagi" ucap Steven lalu mulai


"kau...


Kau bajingan sialan.


Aku ingin sekali membunuhmu!!!" Ucap Davira dengan nafas tersengal


Jangan pernah mengadu pada mama.


Aku menyayangi mama seperti mamaku sendiri. terserah kau percaya atau tidak, yang jelas aku tak ingin mama membenciku, apalagi dia mengetahui perbuatan ku"ucap Steven dengan wajah serius


"kau gila, psikopat sialan.


Munafik.!!!"


"Diam dan tidur lah.


Aku tahu kau lelah.


Kau tahu davira.


Mulai hari ini kau milikku!"


"Aku tak Sudi, aku akan mencari uang dan membayar semua hutangku padamu" ucap Davira geram


"Dengan mengandalkan dokter sialan itu??


Come on Davira. Dokter Frans dari latar belakang yang hebat


Apa kau pikir dia mau menerima seorang wanita yang sudah tak perawan lagi???" Cibir Steven langsung menusuk ke jantung Davira.


Ya Frans tak akan Sudi.


Sekalipun dia mau, Davira masih punya sedikit harga diri


Ia menyukai Frans tak akan membuat Frans menderita.


"patuh lah dan tidur "ucap Steven sambil memeluk Davira.

__ADS_1


Ia juga mengecup puncak kepala Davira, sesuatu yang sangat langka yang ia lakukan pada seorang wanita yang habis ia pakai.


Tapi Dimata Steven Davira berbeda. Davira mengingatkan Steven pada seorang wanita yang pernah ia cintai, Dian.


memberontak Davira sudah tak mampu, seluruh persendian tubuhnya seakan rontok, akhinya ia hanya pasrah dan tertidur


Steven bangkit dari ranjang, membenarkan rambut Davira yang menutupi wajah ayunya


Terdengar Davira menangis di dalam tidurnya


Steven merasa bersalah. Tapi kecemburuan membuatnya gelap mata, di tambah malam itu seorang klien memberinya obat perangsang dan akhinya ia lepas kendali.


"maafkan aku sayang, aku akan menjagamu mulai detik ini" ucap Steven lalu berjalan menuju balkon dan mulai merokok.


Satu jam kemudian ia memakaikan kimono dan membawa Davira ke kamarnya


Ia tak mau Cynthia tahu perbuatannya.


Perkataanya bahwa ia menyayangi Cynthia seperti mamanya sendiri memang benar adanya.


Setelah itu Steven memilih tidur di depan tivi. Di sebuah sofa panjang yang tak bisa menampung tubuhnya yang tinggi besar.


Namun ia tak mau Cynthia mendapati sisa keganasan Steven di tubuh Davira yang polos. Ia harus melarang Cynthia masuk ke kamar itu.


azan subuh berkumandang, Davira terbangun dan terkejut kini ia tidur di kamarnya


Dengan menahan sakit di area intinya Davira turun. Namun sialnya ia terjatuh


Steven yang mendengar sesuatu terjatuh langsung terbangun dan bergegas menuju kamar Davira


"Astaga apa yang kau lakukan sayang???"


"Tutup mulut mu biadap.


Kau yang membuatku seperti ini"ucap Davira meringis kesakitan


"Baik, baik kau mau kemana???" Tanya Steven berusaha sabar


"Bukan urus mu!!!" Bentak Davira mencoba bangkit dan melangkah dengan susah parah menuju kamar mandi.


Steven yang tidak sabaran langsung membopong Davira sampai kamar mandi, walau akhinya ia mendapat dua buah cakaran di wajah tampannya.


"kau memang kucing liar" ucap Steven bukan marah marah tersenyum


"Dasar gila!!!" Ucap Davira lalu membanting pintu kamar mandi dan mulai mandi.


Ia menatap tubuhnya yang banyak tanda kissMark.


Tanpa terasa air mata Davira jatuh


"Ya Allah, ampuni hamba.


Mama maafkan anakmu yang tak suci ini" ucap Davira menangis


Ia segera mandi wajib dan berwudhu, lalu berjalan keluar, terlihat Steven sudah tak ada di sana.


Ia segera memakai mukenah dan sholat


Davira merasa tubuhnya sangat kotor.


Ia menangis dalam sujudnya.


pintu kamar terbuka, Davira mengira itu mamanya, ia segera menghapus air matanya


"Apa yang gadis itu lakukan??? Berdoa? Sudah lama sekali aku tak melihat orang berdoa.


Terakhir kali aku melihat mama...

__ADS_1


Apa wanita ini orang yang religius???" Gumam Steven dalam hati.


__ADS_2