
Seorang wanita paruh baya menyambut kedatangan Cynthia dan rombongan, wanita tua itu sangat ramah kendati mereka orang yang tidak di kenal.
Mungkin sang anak sudah mengabarkan kedatangan mereka.
"Maaf kedatangan kami jadi merepotkan ibu"
"Tidak masalah nak, tapi ya begini keadaan di desa mohon maklum" ucap wanita tua itu
"Jadi kedatangan kamu mau meminta pertolongan ibu, Saya Cynthia mama dari Davira. Wanita yang diduga melakukan rencana pembunuhan Bu"
"Jadi apa kaitannya dengan saya ya Bu"
"Ma, biar Steven yang menjelaskan" ucap Steven, Cynthia mengangguk sambil menghapus air matanya
"Saya ikut prihatin dengan musibah yang menimpa ibu,
Ibu yang tabah ya" ucap Ibu Hindun, nama wnaita tua itu, terlihat simpatik dengan musibah yang menimpah Cynthia. Ia memegang tangan Cynthia menepuk pelan menenangkan.
"Begini Bu, saya Steven,dan beliau mama cynthia mertua saya, beberapa bulan lalu terjadi kecelakaan dimana istri saja tertuduh sebagai tersangka kecelakaan itu.
Ini foto istri saya
Menurut istri saya ibu saat itu berada di sebelahnya dan melihat kejadian tersebut"
"Astaghfirullah, iya, ibu ingat nak
Wanita muda ini di maki-maki didepan umum dan wanita itu ingin menghajarnya, tapi wanita ini mengelak dan akhirnya wanita itu jatuh menggelinding di tangga
Saat itu anak menantu saya juga melihat, dia yang memanggil perawat karena tak berani mendekat dan saya mendekati wanita muda ini yang terlihat shock" terang ibu Hindun
__ADS_1
"Jadi .. "
"Tapi menantu saya sedang dinas keluar kota, mungkin akhir bulan baru kembali"
"Ibu Hindun, saya mohon dengan sangat ibu bis membantu anak saya.
Saat ini anak saya di tuduh melakukan percobaan pembunuhan sebab semua saksi dan bukti CCTV mengarah padanya"
"Astaghfirullah, bagaimana bisa, itu kecelakaan.
Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri wanita muda itu tidak membalas, dia justru menghindari"
"Ibu mau kan membantu kami Bu.
saat ini putri saya sedang hamil dan harus mendekam di balik jeruji besi" ucap Cynthia menangis sesenggukan.
"Kamu akan membantu"
"Wanita muda itu seperti putri kita Bu, sedang mengandung juga.
Bantu mereka. Bapak bisa mengurus diri sendiri" ucap pria paruh baya itu yang ternyata sedang sakit.
Kepulangan bu Hindun ke kampung mendadak juga karena suaminya jatuh sakit.
"Tapi..."
"Bagaimana jika bapak saya bawa ke jakarta, saya akan membiayai semua pengobatan bapak juga tempat tinggal untuk kalian.
Ini sebagai balasan atas bantuan kalian"
__ADS_1
Hidung dan suaminya saling pandang
"Tolong jangan menolak, sebab kamu juga berhutang Budi dengan bapak dan ibu" ucap Cynthia.
Akhirnya dengan ambulance, suami Bu Hindun di bawa kerumah sakit untuk menjalani perawatan,
Steven juga mengatur tempat tinggal untuk Bu Hindun.
Sidang ketiga di gelar.
Berita di ketemukan nya saksi kunci menjadi angin segar bagi Davira, ia berharap ketidak bersalahannya bisa terbukti dan ia bisa terbebas dari jeruji besi.
Margareth sudah berdandan cantik, ia meninggalkan anak yang baru berusia sebulan di rumah dengan perawat, Jhon sedikit kecewa pada calon adik iparnya itu, alih-alih khawatir meninggalkan anak, Margaretha malah terlihat santai dan lebih perduli dengan hasil sidang.
Namun Jhon tak punya hak melarang Margaretha ikut, Wanita itu ikut Jhon ke persidangan hari ini
Sementara alexander sejak Margareth tinggal di kediaman Jonathan memilih kembali ke rumah nya.
Ia tak suka melihat Margareth yang berkeliaran di dalam rumah Jhon, berlagak layaknya nyonya rumah, sementara menantunya tak bisa membantah perintah Jhon.
"Kau datang"
"Papa juga, sudah ku katakan papa istirahat saja, aku akan melaporkan pada papa hasil sidangnya" ucap Jonathan menyambut kedatangan Alexander
"Papa..." sapa Margareth, Alex hanya berdehem lalu berjalan melewati.
"Kak..."adu Margareth dengan wajah sedih.
ia selalu memang wajah wanita lemah di depan Jhon. Itulah yang membuat Jhon memihak pada Margaretha.
__ADS_1
Jhon pria yang menyayangi wanita, ia pria naif yang mudah di tipu oleh Margareth
"Sudah jangan di ambil hati, papa Menag orangnya sedikit dingin, tapis sebenarnya beliau sosok yang penyayang, ayo masuk" ajak Jhon