Harga Diri Yang Terjual

Harga Diri Yang Terjual
Tom And Jerry


__ADS_3

"Sialan kucing liar ini , mau main-main sama gue ternyata dia, awas aja, sepertinya dia belum kapok gue hukum, minta di buat sampai gak berdaya dia" ucap Steven menyeringai


"Tunggu aja gue bikin gak bisa jalan baru tau rasa, siapa boss nya disini" ucap Steven tersenyum licik


Sementara di ruang tengah terlihat Davira yang sedang bersenda gurau dengan Cynthia, Davira tiduran dipangkuan mamanya layaknya seorang anak kecil yang manja pada mamanya


"Apa kau tidak punya punggung?, mama Cynthia sedang sakit kenapa kau malah enak-enakan tiduran disitu" tanya Steven tak suka


"Sirik aja loe" ucap Davira tak perduli, ia asih asik memainkan ponselnya sambil berbaring dipangkuan mamanya.


"Gak apa nak, mama gak keberatan kok, apa kamu mau juga dimanja kaya Vira hhmm? " goda Cynthia pada Steven membuat pria itu merona merah malu


"Pffffff"Davira menahan tawanya, ia melihat wajah Andrew merah seperti kepiting rebus karena menahan malu


"Gak ma, makasih" ucapnya Steven malu-malu lalu berjalan menuju pantry membuat kopi


Setelah Steven pergi, Davira tak kuat menahan tawanya, ia tertawa terbahak-bahak, membuat Steven yang berada di pantry masih bisa mendengar tawa Davira.


bahkan Cyntia sampai memukul putrinya dan menasihati Davira.


Di pantry Steven makin geram, ia mengaduk kopinya dengan suara kencang


"Hus kamu seneng banget godain nak Steven aja, udah sana bangun, paha mama keram karena menopang kamu" ucap Chyntia


"Hahaha dia gak sadar tuh ma kalau endut" cibir Steven membawa kopi di tangannya dengan senyum mengejek


"Enak aja gendut, langsing gini juga" protes Davira tak terima di katai gendut


"Tapi sepertinya perkataan nak Steven bener juga sayang" ucap Chyntia membela Steven


"mamaaaaaa , ih sebelll kalian berdua berkomplot melawan aku" ucap Arabella memanyunkan bibirnya


"Mba gak gendut kok, kalau mba gendut apa kabar sama saya" ucap suster Dina menahan senyum


"Yeaay ada yang belain, tuh denger mas, aku gak. gendut ya"ucap Vira senang suster Dina membelanya


"Iya gak gendut cuma gembrot" ucap Steven cekikikan lalu berlari masuk ke kamar sebelum bantal sofa mendarat ke wajahnya


"Mama sih, mama gak tahu aja dia itu nyebelin banget tahu ma" ucap Davira memanyunkan bibirnya


"kamu ya, dia itu penolong mama, kamu harus baik dengan dia, anggap saja kakakmu" ucap Chyntia lembut

__ADS_1


"Ih ogah banget punya kakak kaya gitu" protes Davira, jika saja mamanya tahu...


apakah Chyntia a akan tetap menganggap Steven anaknya????


anak angkat yang sudah merusak putri semata wayangnya.


"Saya juga gak mau punya adik kaya dia ma" teriak Steven membuka pintu kamar sedikit dan hanya menjulurkan kan kepalanya keluar


"Gue juga enggak Sudi...." teriak Davira kesal


Cynthia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat kelakuan dua anak tua di depannya.


usia saja tua tapi kelakuan persis anak kecil.


Keesokan paginya


Hari ini Chyntia akan menjalani terapi lagi, ia bersemangat sekali ingin sembuh, karena tak ingin terus menyusahkan putrinya dan membebani putrinya selama hidupnya


Tadi malam Davira tidur di kamar Chyntia, ia memilih tidur di kamar itu karena khawatir Steven akan memasuki kamarnya lagi saat ia tidur.


demi keamanan ia hany bisa beralasan rindu dengan matanya.


sebab rasa sakit itu masih ia rasakan, Bahakan untuk berjalan saja Davira harus menahan sakitnya dan bersikap bisanya saja.


Steven bangun dengan wajah kusut, ia mengucek matanya nya yang masih sepat karena tidur hanya dua jam


"Sudah bangun nak Steven? " sapa Chyntia tersenyum, ia sedang meminum wedang jahe buatan Davira


"Eh mama sudah bangun? " tanya Steven menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Iya nak, sini duduk, itu kopimu sudah di siapkan" ucap Chyntia menunjuk kopi di meja makan yang mungkin sudah dingin karena di buat sejak tadi


"Steve mau cuci muka dulu ma" ucapnya sambil melirik kearah dapur dimana Davira a sedang sibuk memasak. Ia tak pernah menyangka jika gadis galak itu bisa masak, ia jadi sedikit khawatir dengan keadaan Davira.


mengingat kemarin mereka baru saja berhubungan dan itu pertama kalinya untuk Davira, pasti gadis itu masih merasa sakit di sana.


Namun Steven juga takut menunjukkan perhatian lebih, ia takut Cynthia akan curiga padanya.


Terlihat di kejauhan Davira berkeringat, dia terlihat serius memasak dengan senyum tersungging di bibirnya yang merah, terlihat sexy di mata Steven


"Huh kucing liat itu, mengapa membuat aku tak bosan memandangnya, apa dia bisa masak? aku gak yakin dengan masakannya, bisa-bisa aku berakhir di rumah sakit karena keracunan" gumam Steven meremehkan Davira.

__ADS_1


Steven berjalan masuk kembali ke dalam kamarnya untuk membasuh muka dan menggosok gigi


Saat kembali Davira sudah menyelesaikan masakannya, ia menatanya di meja makan, entah sudah berapa lama ia tidak menikmati hobinya memasak, mungkin sejak papanya meninggal dan mereka jatuh miskin


Dulu ketika papanya masih ada, Davira akan menyempatkan diri masak saat ia tidak kuliah, namun setelah mereka miskin dan Davira harus membanting tulang bekerja di dua tempat, ia tak memiliki waktu untuk masak, ia kerap kali membeli makanan siap saji untuk mereka berdua makan


Di meja sudah terlihat kopi hangat yang masih mengeluarkan asap, Davira juga mengganti kopi Steven dengan yang baru, mereka semua sudah duduk di meja makan, menanti kedatangan steven


Steve terlihat sudah fresh, dan langsung duduk di meja makan, menyeruput kopinya yang masih panas


"Pfffff hah hah" Steven menyembur kopi yang ia minum, lidahnya terbakar karena kopi yang panas


"Pelan-pelan nak, kopi kamu baru dibuatkan lagi sama Vira" ucap Sinta mengelap kopi di bibir Steven begitu perhatiannya Cynthia membuat Steve tersentuh


"Makasih ma, Steve yang teledor main minum aja"


Cynthia juga mengambilkan nasi dan lauk untuk , menuangkan air putih untuk Steven membuat Davira iri, Ia juga ingin di layani dan menyodorkan piring kosong ke arah mamanya dengan muka penuh harap.


Namun Cynthia malah mengambil nasi dan lauk untuk dirinya sendiri dan kembali duduk


"Ma... buat Vira mana? mama kok ngambilin mas Steve aja sih? " protes Davira kesal


"Kamu itu perempuan, harusnya kamu belajar melayani laki-laki, bagaimana nanti kalau punya suami? Mama gak bisa bayangkan nak" ucap Cynthia menggeleng pelan


"Ya suami Vira yang ngambilin makan" ucap Davira membela diri


"Kasian banget yang jadi suaminya nanti ya ma" timpal Steven menahan senyumnya


"Diam kamu, aku lagi gak bicara sama kamu ya" ucap Davira melotot


"Sudah-sudah, kalian kalau bertemu kaya tom and jerry aja, nanti lama-lama mama nikahin kalian" ancam Cynthia bercanda


"Ogaaaahhh" teriak keduanya


"Ih siapa juga yang mau sama kamu" ucap Davira tak mau kalah


"Hadeh pusing mama jadinya, sudah nak Steven di makan sarapannya, masakan Vira enak loh" ucap Cynthia memuji membuat Vira melayang


"beracun gak? " ledek Steven


Dugg

__ADS_1


"Adaaaawwww" pekik Steven terkena injakan kaki Davira sebab ia memang duduk tepat di samping Davira


Kakinya di injak Davira dengan keras


__ADS_2