Harga Diri Yang Terjual

Harga Diri Yang Terjual
Bukan anak Margareth


__ADS_3

"Tidak akan pernah pa, Steven cinta mati sama Davira" ucap Steven membuat Alex tertawa kecil.


putranya itu mirip dengannya.


hanya mencintai satu wanita. Meisya.


Walau Alexander di kelilingi banyak wanita namun di hatinya hanya ada Meisya, Alex telat menyadari dan sudah terlalu melukai hati Meisya, sehingga wanita itu memilih bunuh diri, membawa cinta dan putu adanya pergi.


"pa, maafkan Steven selama ini sudah membenci papa"


"Mama memang patut kau benci


Papa pria brengsek yang membuat mamamu mengakhiri hidupnya.


papa...."


"Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua.


Bisakah papa memberi kesempatan kedua itu untuk Steven???" tanya Steven menunduk malu.


Terbayang jelas dalam ingatan Steven bagaimana ia memperlakukan Alexander, menghina Alexander. Kini ia menyesal. papanya itu tetap menyayanginya.,


bahkan kini membantunya membebaskan istrinya.


Sekalipun hubungannya sebelumnya sudah kembali menyapa namun sikap Steven masih sama dingin dan kaku. Ia hanya mengatakan sesuatu jika perlu sisanya mereka berdua seperti orang asing.


"Tentu nak...


Tentu saja, bahkan kesempatan berapapun akan papa berikan untuk putra bungsu papa"


Alexander menangis bahagia


ia merasa beban yang selama ini berada di hatinya lepas sudah.

__ADS_1


Jhon tersenyum menang melihat papa dana doknya kembali rukun. Ia menghampiri keduanya dengan mata berkaca-kaca


"Kak Jhon, maafkan sikapku selama ini. Kau yang selalu mendamaikan kami dan aku adik yang keras kepala"


"Yang terpenting kau sudah menyadari kesalahanmu.


Ayo kita bahagiakan papa di usia senjanya" ucap Jhon bijak, ia memeluk papa dan adiknya. Pria tampan bertubuh besar itu menitikkan air mata, air mata bahagia.


Alexander memberi kode pada asistennya mendekat, sanga sistem mendekat sambil menyerahkan lembar amplop


"Ini untukmu nak.


Papa tahu hatimu bersih, kau orang yang penyayang dan teguh pendirian. Tapi itu menjadi kelemahan terbesarmu. Bukalah, di dalam sana ada sesuatu yang akan membuka matamu" ucap Alex.


Steven menatap papanya dengan tatapan bertanya


Jhon membukanya, alisnya berkerut dan wajahnya masam. Ia terlihat sangat kecewa dan marah


"Jadi....????"


"Sampel itu aku dapat dari istrimu, dia sudah curiga sejak lama tapi kau... Tidak mempercayainya.


di dalam sana ada dua test DNA, satu milik Margareth dan bayi itu, satu lagi milik Steven dan bayi itu"


"Dia bukan keponakanku!!!" geram Jhon sangat marah sudah di tipu mentah-mentah oleh margareth


"Anak itu???" tanya Steven yang membaca hasil test DNA di tangan Jhon


"Anak itu bukan nak Margareth.


ibu kandung anak itu meninggal di waktu yang sama saat margareth menjalani operasi, dokter yang menangani margareth adalah dokter itu dan atas permintaan margareth mereka menukarnya


Anak kandung Margareth sudah wafat saat terjatuh. Sebab anak itu memiliki kelainan fisik karena Margareth mengkonsumsi obat dan juga minum minuman keras, jikapun selamat anak itu cacat" terang Alex membuat kedua putranya melongo.

__ADS_1


terkejut dengan kenyataan didepan mata mereka.


Ketiga orang itu menatap ke satu tempat, di mana margareth sedang duduk menunggu Jhon, ia tak berani mendekat.


Terlihat ia sangat gugup dan gelisah tak kalah Alex dan kedua anaknya menatapnya


"Sial, apa gue udah ketahuan ya???


Lebih baik selamatkan diri, sial, sial.


Tahu gitu gue enggak nuduh Davira percobaan pembunuhan, jadi gue aman.


Davira.... Tunggu pembalasan gue.


loe harus mati!!!!!!" geram margareth lalu i bangkit dan berlari sekuat tenaga


"Pa... wanita itu mau kabur"


"Kalian bereskan, papa mau berbicara dengan besan saja" ucap alexander santai


Jhon, Steven dan anak buah mereka mengejar Margareth. Wanita putus asa itu berusaha sekuat tenaga kabur dari Steven dan Jhon, ia berlari sekuat tenaga seperti di kejar setan, tanpa perduli sekira hingga


Bruuuggghhhh


Aaaaarrrhhhhggghh


Tubuh Margareth tertabrak sebuah mobil DNA terpental jauh, berguling-guling dan akhirnya berhenti.


ia tak Berkutik lagi.


Darah segar keluar dari tubuhnya, semua orang menjerit ngeri, terkejut dan juga takut melihat tabrakan itu.


Steven langsung menghubungi ambulance, sepuluh menit kemudian ambulance datang dan langsung membawa margareth menuju rumah sakit

__ADS_1


entah kali ini apakah dia bisa selamat atau tidak,


Tidak ada rasa kasihan di hati mereka sebab mengingat semua kejahatan Margareth.


__ADS_2