Harga Diri Yang Terjual

Harga Diri Yang Terjual
Alergi


__ADS_3

Steven datang ke meja makan setelah mandi dan berganti pakaian, ia juga mencukur kumisnya yang kemarin terlihat sudah mulai tumbuh, ia terlihat sangat tampan membuat Davira beberapa saat terkesima, namun ia buru-buru menguasai dirinya karena ia melihat senyum mengejek di wajah Steven


"Anak mama sudah pulang, kapan kamu pulang??? maaf mama gak tahu kamu pulang" ucap Cynthia tak enak hati


"Gak apa-apa ma, mama kan harus banyak istirahat, lagi pula aku pulang sudah larut malam setelah menyelesaikan pekerjaan.


Aku gak mau ganggu istirahat mama" ucap Steven tersenyum, sementara Davira memutar bola matanya malas, sungguh ia harus mengacungi jempol pada Pria di depannya, jika untuk urusan bersandiwara sungguh sangat sempurna


Pria itu bisa dengan lancar mengarang cerita tanpa ada kegugupan sedikitpun, sungguh pria yang harus ia hindari, gumam Davira dalam hati.


"Sayang, cepat siapkan sarapan untuk nak steven"perintah Cynthia pada putrinya


Dacira lalu menyiapkan piring, menyendok nasi goreng seafood dan meletakkannya di depan Steven.


ia juga membawakan Steve teh hangat untuk


Davira dana mamanya sudah mulai makan, namun Steven hanya dia menatap piring di depannya


ia terlihat ragu


"Makanlah nak, nasi goreng seafood buatan Vira sangat enak, mama saja kalau tidak ingat penyakit, mama mau. tapi kamu tahu sendiri ada bodyguard cantik yang galak ngelarang mama"gerutu Cynthia menghela nafas


"Ma...." ucap Davira tak senang


"Iya, iya " ucap Cynthia tak mau anaknya tambah kesal


Steven hanya tertawa kecil melihat perdebatan ibu dan anak, ia merasakan kehangatan sebuah keluarga yang sudah lama ia tak rasakan


Akhirnya mereka semua sarapan pagi sambil di selingi pembicaraan ringan, terkadang terdengar canda tawa di meja makan.


Satu Jam Kemudian

__ADS_1


Davira sedang sibuk menyiram tanaman yang ia tanam di balkon apartemen tersebut, sementara Cynthia lebih memilih berjemur di pagi hari menemani putrinya yang bercocok tanam


Sedangkan Steven pamit meneruskan istirahatnya, karena jujur sejak ia meninggalkan apartemen dan tinggal di apartemen lainnya bersama Margaret ia tak bisa tidur tenang , ditambah tingkah Margaret yang menyebalkan membuat Steven makin pusing di buatnya, ia sampai ia terpaksa harus memberikan obat tidur setiap malamnya agar Margareth tidak naik keatas kasurnya sampai ia menemukan bukti, kini bukti itu semakin dekat dengan kebenaran


Tiba-tiba Steven mulai merasakan panas dingin, nafasnya sesak, ia memiliki alergi seafood namun ia tak bisa menolak makanan itu didepan mama Cynthia, terlebih ya tak ingin mengecewakan Davira yang sudah cape memaksakan sarapan pagi untuk nya.


Kini Steven mulai merasa pusing, keringat dingin mengucur deras di dahinya, bajunya menjadi basah kuyup karena keringat sebesar biji jagung


stengah jam lalu Steven sudah meminum obat anti alerginya, namun entah mengapa ia tetap merasakan alerginya kambuh, Steven berusaha bangkit dari tempat tidurnya, namun tubuhnya terlalu lemah, matanya berkunang-kunang


Arabella sedang berjalan menuju kamar Steven, ia melupakan ponselnya yang berada di dalam kamar itu.


Davira berniat ingin mengabadikan moment-moment saat mamanya sedang berjemur sambil menikmati cantiknya keindahan beraneka ragam bunga yang Davira tanam


Davira memasuki kamar perlahan karena khawatir Steven sedang tidur, ia berjalan menuju sofa meraih ponselnya, namun telinganya mendengar suara steven yang mengerang, dengan penasaran ia menuju ke tempat tidur, betapa terkejutnya ia melihat Steven yang dengan wajah pucat dan bibir membiru


"Mas ...


dengan susah payah Steven mengeluarkan suaranya


"Obat, laci, obat" ulangnya dengan suara samar


.Davira mendekatkan kupingnya, ia berusaha tenang dan mendengar apa yang berusaha Steven katakan,


Dengan susah payah Steven mengulang lagi ucapannya, walau Davira tak mengerti, ia langsung membuka laci, dan ia mengerti jika Steven meminta obat nya.


Davira lalu menuangkan air putih yang berada di atas nakas, meminumkan obat tersebut.


Kemudian Davira juga menelpon dokter untuk mengantisipasi jika keadaan Steven makin buruk.


sebab ia melihat sendiri betapa pucat nya wajah Steven

__ADS_1


Cyntia dan suster Dara masuk dan ikut panik melihat keadaan Steven, pria itu bahkan sempat pingsan membuat situasi semakin tegang.


Setelah minum obat, Kini Steven tertidur, namun ia masih terlihat kesulitan bernafas.


Beberapa menit kemudian dokter datang dan memeriksa kondisi Steven, lalu menuliskan resep obat untuknya


"Dok apa yang terjadi pada mas Steve ???" tanya Davira khawatir


"Anda istrinya??? bagaimana anda tidak tahu jika suami anda alergi seafood????


beruntung anda cepat memberikan obat anti alerginya, jika telat sedikit saja nyawanya bisa tidak tertolong.


kini kondisinya sudah sedikit membaik, namun akan sedikit demam, kali ini sepertinya alergi yang terparah, mungkin ia memakan beberapa makanan yang tidak seharusnya ia makan sehingga reaksinya luar biasa walaupun ia sudah meminum obatnya, jadi lain kali tolong perhatikan makanannya, kalau begitu saya permisi"ucap dokter tersebut pamit


Davira hanya mengangguk canggung, bagaimana dokter itu menganggap Steven adalah suaminya?????, menyebalkan


Namun ia memilih diam karena semua karena kesalahannya membuat Steven seperti ini.


Kini Cynthia sudah tenang. beberapa waktu lalu Cynthia sampai menangis melihat kondisi Steven, jelas terlihat mamanya menyayangi Steven seperti anaknya sendiri.


Davira tak ada tega melihat mamanya terus khawatir, ia meminta mamanya untuk istirahat di kamarnya dan meyakinkannya jika kondisi Steven akan segera membaik


Setelah mengantar mamanya istirahat, Davira kembali ke kamar nya,


Davira memilih tidur di sofa di dalam kamar agar ia bisa menjaga Steven yang kini masih tertidur, sesekali terdengar ia merintih


dengan telaten Davira mengelap wajah steven yang mengeluarkan keringat, Steven hanya membuka matanya sedikit saat meminta minum lalu kembali tidur kembali


Davira merasa sangat bersalah karena sudah membuat Steven seperti sekarang, namun itu juga bukan murni kesalahannya karena ia juga tak tahu jika Steven alergi seafood


Steven yang biasanya usil dan menyebalkan kini terlihat lemah.

__ADS_1


berangsur wajahnya tidak pucat lagi membuat Davira sedikit lega hingga ia memutuskan tertidur di sisi ranjang Steven dengan posisi duduk.


__ADS_2