Harga Diri Yang Terjual

Harga Diri Yang Terjual
Memakanmu


__ADS_3

Seminggu sudah Davira dan Cynthia tinggal di rumah baru mereka.


Di sana juga tinggal Steven namun di kamar berbeda.


Sejauh ini semua nampak normal, dan pria itu juga tak menunjukkan perilaku yang aneh.


Steven jarang pulang kerumah, ia terkadang akan pulang setelah tiga atau empat hari tak pulang.


itupun hanya beberapa jam kemudian kembali pergi


Davira tak memiliki keinginan bertanya, karena itu urusan pribadi Steven.


Ia perduli dan tidak ingin tahu menahu mengenai kehidupan pribadi Steven.


Berbeda dengan Cynthia yang terlihat khawatir tak kala Steven tidak pulang beberapa hari membuat Davira pusing oleh pertanyaan mamanya itu.


Malam ini Steven pulang dalam keadaan mabuk, Davira yang kesal karena suara bel pintu terus berbunyi jadi terbangun membukakan pintu apartemen, terlihat Steven yang berdiri sempoyongan membuat Davira mau tak mau membantu Steven menuju kamarnya


Bukan hanya Davira yang terbangun, Cynthia juga ikut terbangun karena suara gaduh yang pria itu timbulan.


"ya Allah nak, kenapa kamu pulang mabuk gini??" Tanya Cynthia merasa kasihan


"ma, dia gak akan bisa jawab ucapan mama, dia mabuk berat" ucap Davira yang kewalahan membawa tubuh Steven yang gede tinggi.


Bahkan Davira sampai hampir limbung mengimbangi berat badan Steven.


Ingin sekali Davira melempar pria itu atau membiarkan nya tergelatak di lantai, tapi ia tak bisa, Mamanya sedang melihat ke arah mereka.


"buatkan teh hangat sayang buat Steven, mama harus apa ini ya, mama enggak punya pengalaman merawat orang mabuk" ucap Cyntia panik


"Ma, mama balik istirahat sana, biar Steven Vira yang urus.


"Tapi mama...."


"Ma, Steven sudah pulang, jadi mama enggah usah khawatir lagi ya.


Mama kan masa pemilihan , harus banyak istirahat.


Nanti kalau ada apa-apa, Vira akan panggil mama"


"ya sudah mama kembali ke kamar, ayo sus" ucap Cynthia pada perawat yang memang di sewa Steven untuk mengurus mamanya, bahkan kamar mamanya dan perawat paruh baya itu terhubung, itu Steven lakukan agar Cynthia dalam pengawasan pengasuhnya


"Davira kamu wangi" ucap Steven mengendus-endus rambut Davira.


Davira langsung mendorong Steven hingga pria itu jatuh terlentang di kasur


"Dasar pria gila"


"Davira aku ingin memakanmu" ucap Steven Steven menarik tangan Davira.


"kau kanibal apa suka makan orang, diam dan menurut" ucap Davira lalu melemparkan Steven ke kasur. Tubuh Steven yang lemah hanya bisa jatuh ke kasur.


"davira....


Aku panas" ucap Steven mulai menarik dasinya sendiri


"ya iya lah AC nya kan belum di nyalahin" Davira langsung berjalan menyalahkan pendingin ruangan hingga akhirnya udara di kamar itu sejuk.

__ADS_1


Ia membantu melepas sepatu Steven, lalu jas Steven dengan susah payah, sementara kemeja, Steven sudah Membuka sendiri hingga kini terpampang jelas tubuh atletis pria itu.


Davira merasa wajahnya panas, ini pertama kalinya ia melihat pria bertelanjang dada di depannya.


Di tambah dada Steven yang berbulu membuatnya bergidik sendiri.


"astaga apa pria itu monyet??? Mengapa bulunya....


ah sial, mata perawanku" ucap Davira mengumpat kecil.


Davira lalu membawa baskom berisi air, saat Kemabli ia melihat Steven sudah membuka pakaian bagian bawahnya ,kini hanya tinggal boxer saja.


"Uhuk uhuk, dasar cabul.


Mabuk saja masih sempat buka baju di depan wanita, dasar gila" gumam Davira merasa wajahnya sudah merah padam karena malu


Daviramengelap wajah Steven, Davira tertegun


Jika terpejam begini pria itu sangat tampan.


Dagu yang terbelah, bibir yang penuh, sepasang mata yang berwarna abu-abu dan rahang yang tegas.


"sial kenapa gue jadi terpesona sama wajah dia sih??


Davira sadar woi, dia predator" ucap Davira pada dirinya sendiri.


Davira sudah mencari tahu siapa Steven, pria itu terkenal Flamboyan dan suka bergonta-ganti pasangan.


bahkan pria itu kerap membeli keperawanan.


Tanpa sadar Davira menelan aslinya dengan sulit. Ia sangat shock saat mengetahui kenyataan itu, terlebih om Bambang, manager hotel sekaligus sahabat papanya meminta Davira menjauhi pria itu, namun terlambat.


Davira melanjutkan mengelap tubuh Steven.


Tiba-tiba tangannya di cengkam kuat


"aaawww lepasin"pekik Davira terkejut saat melihat mata Steven terbuka


"kenapa kau masih di kamarku hmmm


Apa kau tak sadar?? Apa yang kau lakukan membuatku makin menginginkanmu"ucap Steven lalu membalikkan tubuhnya hingga kini posisi davira di Bawahnya.


Pria itu tersenyum licik


"le..lepasin brengsek" ucap Davira melorot marah


"kau harus di hukum" ucapan steven


Steven mulai ******* bibir Davira dengan lembut membuat wanita itu kelabakan.


Steven melepaskan ciumannya dengan senyum mengejek


"apa ini pengalaman pertamamu??? Aku tak percaya kau tak pernah ciuman"


"lepasin Steven, aku mohon" ucap Davira ketakutan


"aku masih belum selesai menghukum mu" ucap Steven kembali melancarkan aksinya.

__ADS_1


Ia ******* dan mendesak Davira membuka mulutnya, kemudian ia mengakses hingga mulut Davira hingga Saliva keduanya bertukar.


StevenĀ  menciumi leher Davira dan meninggalkan tanda kepemilikan di sana.


Awalnya ia ingin menggoda Davira, obat perangsang itu nyatanya baru bekerja sekarang


Steven mengumpat kesal.


Ia kini terbakar gairah, terlebih karena melawan, pakaian Davira tersingkap dan Menampilkan paha putih serta ****** ***** Davira membuat sesuatu yang ada disana langsung berekasi


"ah ****, maaf baby, aku tak tahan


Percayalah aku akan memberikan surga dunia untukmu" ucapan Steven mulai mencumbu dada Davira.


Wanita itu terus berontak dengan air mata yang membasahi pipinya, sayangnya kamar itu kedap suara, sekuat apapun Vira berteriak tidak akan ada yang dengar


"bajingan kau Steven, lepasin aku mohon.


Aku akan membayar hutangku tapi jangan sentuh aku"ucap Davira memohon belas kasihan pada Steven


Namun steven yang sudah terbakar gairah tak memperdulikan rengekan Davira.


Ia menarik pakaian


Ia mulai mengelus bagian inti Davira sementara bibirnya terus ******* takut dua bukit ranum milik Davira.


"ya Tuhan sangat menggairahkan" ucap Steven dengan air liur menetes.


"le...lepasin


ba...bajingan kau, biadap kau"


"maki lah aku terus, namun sebentar lagi kau akan berteriak keenakan sayang.


Malam ini kau milikku" gumam Steven langsung melancarkan serangannya, ia melakukan perlahan namun tetap aja Davira merasa kesakitan ia menangis.


satu jam yang menyiksa hingga akhirnya Steven pelepasan.


Davira menangis sesenggukan.


ia merasa marah dan hancur


"Maafkan aku, ini..."


"Ba*Ingan kau


pergiiii...


aku benci kamu..." teriak Davira


sesuatu yang selama ini ia jaga sudah di renggut oleh Steven.


kini Davira merasa kotor dan hina.


Steven membiarkan Davira di dalam kamar.


ia keluar dan menyalahkan rokoknya.

__ADS_1


sementara Davira berjalan ke arah kamar mandi dan mandi


ia menggosok tubuhnya kencang berharap ia bersih, namun perasaan kotor membuat ia menangis makin kencang.


__ADS_2