
"Apa alasannya apa Kau pikir aku bodoh???? Kau pria Flamboyan yang biasa menghamburkan uangmu untuk membeli seorang wanita. Dan harus kau tahu sekalipun aku tak memiliki uang spesial pun aku tak ingin mengemis di bawah kakimu. Aku masih bisa mencari uang dengan kakiku sendiri"ucap Devira menatap tajam ke arah Steven.
"Aku akan mengembalikan uangmu dan membatalkan operasi mamaku. Permisi"ucap davira langsung bergegas pergi meninggalkan Steven yang masih terdiam di tempatnya.
Steven menatap punggung davira yang menjauh senyum lebar terukir di bibirnya
"Aku jadi semakin semangat untuk mendapatkan mu kucing liar"gumam Steven lirik.
Sementara berita tentang operasi Cynthia sudah sampai ke teling wanita tua itu.
Desas desus mengenai siapa yang membiayai operasi tersebut juga sudah Cynthia dengar.
a terlihat berfikir keras.
Pasalnya selama ini Davira selalu jujur dan terbuka padanya. Cynthia juga tak pernah tahu jika putrinya dekat dengan seorang pria.
Namun kendati putrinya belum jujur padanya namun ada yang terasa aneh.
Jika memang pria itu adalah kekasih putrinya mengapa ia harus membiayai pengobatan dirinya yang nominalnya fantastis, sangat tidak masuk akal.
Tiba-tiba terbesit dalam pikiran wanita paruh baya itu jika putrinya melakukan sesuatu yang......
Cynthia berusaha menghalau segala pikiran buruknya, ia harus percaya pada putrinya.
Cynthia tak sabar menunggu kedatangan Davira.
Baru saja Cynthia memikirkan Putri semata wayangnya itu, tiba-tiba pintu ruangannya diketuk dan masuklah davira dengan senyum lebarnya
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam sayang"jawab Cynthia.
Cynthia tak langsung bertanya, melihat wajah lelah Davira ia harus mencari waktu yang tepat untuk menanyakan prihal operasi itu
Namun satu kalimat pun tak mampu Cynthia tanyakan pada putrinya
Jika memang putrinya memilih jalur salah, maka Cynthia lah yang merasa bersalah, karena ia putrinya seperti ini
Hingga hari berganti malam, Cynthia tak bisa memejamkan matanya.
Hingga kondisinya drop dan kejang-kejang.
beban pikiran dan tertekan membuat kesehatannya menurun drastis.
Davira menangis histeris ia takut membayangkan sesuatu yang buruk terjadi pada mamanya. Hanya mamanya yang ia miliki di muka bumi ini
Cynthia langsung di tangani oleh dokter dan di beri obat penenang, setelah itu ia baru tenang.
__ADS_1
Sepanjang malam Davira Menggenggam tangan Cynthia hingga ia tertidur di sisi ranjang Cynthia dengan posisi duduk
Cynthia membuka matanya dan mendapati putrinya yang tertidur, dengan penuh kelembutan, ia mengelus puncak kepala putrinya, tanpa terasa air matanya jatuh
"Putriku yang malang, maafkan mama nak.
Mama gagal menjadi mama yang baik untukmu" ucap Cynthia menangis
"Mama, mama sudah bangun???
Semalam mama membuatku takut, jangan seperti itu lagi ma, aku mohon.
Jika terjadi sesuatu pada mama, aku tak sanggup hidup lagi" ucap Davira langsung memeluk Cynthia
"Anak bodoh, mama adalah wanita kuat,
Mama tak akan menyerah untuk kamu" ucap Cynthia berusaha menghibur putrinya.
Dokter Frans seperti biasa melakukan kunjungan untuk pemeriksaan rutin, ia terlihat lebih lama dari biasanya saat memeriksa Cynthia.
namun ia berusaha tetap tenang dan meminta Davira menemuinya di ruanganya setelah i selesai memeriksa Cynthia.
Davira segera menemui dokter Frans dengar perasaan khawatir dan takut, dan sepeti dugaannya, dokter Frans memberi tahu jika Cynthia harus segera di operasi. Kanker terus tumbuh dan membahayakan nyawa Cynthia.
Davira yang mendengar penjelasan dokter Frans menangis, ia baru saja berfikir akan mengembalikan uang itu, namun keadaan mamanya harus segera di operasi.
Seharian Davira terus berfikir, ia sampai izin tidak masuk kerja.
Ia memikirkan baik buruknya jika menerima bantuan Steven, jela Apria itu memiliki maksud yang tak baik.
Namun hati gini mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu ingat bagaimana caranya????
Sekalipun ia menjual ginjalnya, apa bisa dalam waktu seminggu ini ia bisa dapat???
Ya Dalam waktu seminggu mamanya harus segera di operasi, jika lebih dari itu, kemungkinan nyawa Cynthia akan terancam.
Akhirnya Davira memutuskan menerima bantuan Steven salah konsekuensi nya akan ia terima nanti angkat tidak menyenangkan, Davira siap.
Demi Cynthia, Davira rela walau nyawa Taruhannya.
Dokter Frans menjadwalkan mereka akan mengoperasi Cynthia dua hari lagi, karena itu dokter Frans meminta Davira untuk membuat mamanya dalam kondisi tenang dan stabil.
Rencana Davira untuk mengembalikan yang pria itu terpaksa ia tunda.
Ia tak ingin kehilangan mamanya.
Walau harus bekerja seumur hidup membayar hutang itu, ia rela!!!
__ADS_1
Davira mengirimkan pesan singkat pada pria itu, untuk menemuinya di cafe yang berada di dalam rumah sakit, karena Davira tak mau jauh dari mamanya
Ia juga mengajukan cuti di semua pekerjaannya selama seminggu,
"Ma...,
Sepertinya ada yang Mama ingin sampaikan padaku????"tanya Davira yang melihat mamanya terlihat gelisah
"Mama ingin bertanya padamu sayang,.....
Mama ingin bertanya padamu sayang, dari mana kau mendapatkan biaya operasi itu, siapa orang yang sudah membayarkan semua biaya operasi mama?????
Kamu tidak menjual diri kan untuk pengobatan mama???? Tanya Cynthia hati-hati walau ia merasa menyesal setelah mengatakannya
Davira terkejut ia tak menyangka jika mamanya memiliki pemikiran seperti itu, namun setelah davira pikir itu hal yang wajar karena biaya operasi mamanya mencapai 300 juta.
Pria bodoh mana yang mau mengeluarkan uang sebanyak itu dengan status hanya pacar.
"Apa mama menuduhku sudah menjual diri?????"tanya davira lili dengan air mata yang menetes di pipinya
Cynthia tak menyahut, ia hanya menangis
"Aku masih suci ma, tak ada seorang lelaki pun yang menjamah ku.
Seberat apapun hidup kita Aku tak akan menjual diriku sendiri karena hanya harga diri yang aku miliki ma" ucap Davira tak bisa membendung air matanya lagi.
Cynthia merasa sangat bersalah sudah menuduh putrinya.
Ia memeluk Davira dan mereka menangis bersama
"Maafkan mama sayang, mama telah menuduh mu yang bukan-bukan, maafkan mama selalu membuatmu dalam kesulitan"
Davira menghapus air mata mamanya keduanya menautkan tangan mereka.
"Vira tidak pernah merasa di susahkan mama, sudah kewajiban Vira menjaga dan merawat mama" ucap Vira menghapus air matanya,. ia berusaha tegar dan akan berjuang demi mamanya.
Hanya mamanya keluarga yang ia miliki.
"Makasih sayang, mama sangat bangga padamu" ucap Cynthia memeluk putrinya
"Ma, sebenarnya ada yang mengganggu pikiran Vira tentang operasi mama" ucap Davira yang selalu terbuka dengan mamanya
"Maksud kamu sayang? "
"Seorang pria yang baru Davira kenal yang membiayai semua nya" ucap davira lirih menunduk, takut Cynthia marah.
Cynthia memang terkejut, namun ia tah mau putrinya takut karena ia marah.
__ADS_1
Cynthia ingin berbicara dari hati ke hati.