
"Aku senang kau cemburu.
tapi percayalah kau hanya satu-satunya wanitaku.
mungkin dulu aku pemetik bunga namun sejak bersamamu hanya kau yang ku ingin"
"Kau bohong" ucap Davira mulai terisak kecil.
entah mengapa ia jadi sensitif.
"Maafkan aku, jangan menangis hmm
aku tak ingin kau menangis"
"Kau bajingan"
"Iya, aku bajingan.
jangan menangis lagi Davira.
kau selamanya adalah wanitaku"
"Kau pembohong, jika aku wanita mu, kenapa ada wanita itu yang sedang hamil anakmu.
Kau bahkan tidak pulang untuk bersama wanita itu kan??" Steven tersenyum dalam hati.
Davira benar-benar cemburu pada margaretha.
"Tapi aku sayangnya hanya sama kamu" ucap Steven tersenyum
"Dasar playboy cap ikan teri.
buaya rawa" maki Davira.
Steven ingin tertawa mendengar makian Davira, namun ia tahan.
melihat wanitanya merajuk ingin sekali Steven ******* bibir merekah Davira, namun Steven tahan, ia tak mau membuat Davira makin marah padanya
"Apa yang membuatmu percaya jika aku hanya milikmu hmmm???"
"Kau tak akan mau
karena kau kadal buntung yang doyan wanita" maki Davira masih sesenggukan
"What apa lagi itu, kadal buntung....
banyak sekali perbendaharaan makian Davira membuat Steven gemas sekali.
ia tak marah justru ia menyukainya.
ekspresi marah Davira sangat mengemaskan
"Aku janji akan melakukan apapun Asal kau tak marah lagi, apa itu cukup???"
"Tinggalkan wanita itu" ucap Davira tegas.
ia tak ingin egois hanya saja logikanya seakan ia abaikan.
"Akan ku lakukan saat aku sudah menemukan bukti.
dengan baby, wanita itu sedang mengandung, dan dia mengaku anakku.
__ADS_1
aku tak ingin dia mengacau di luar sana jika tak ku amankan"
"Alasanmu saja" Dengus Davira
"Beri aku waktu sebulan
aku akan menyingkirkan wanita itu.
aku yakin anak itu bukan anakku"ucap Steven
"Jika terbukti itu anakmu???"
"Aku akan bertanggung jawab
aku akan membiayai anaknitu tapi tidak dengan wanita itu, aku tidak mencintainya"
"Lalu siapa yang kau cinta???" tanya Davira tanpa sadar
"Apa perlu di tanya lagi???
Hanya kau wanita ku Davira..."
"Apa kau mencintaiku???"
"Apa kau ingin bukti???" tanya Steven merasa dapat angin segar
"Wanita perlu di yakinkan" ucap Davira merona merah.
Steven langsung menarik Davira hingga kini posisi Avira berada diatasnya
"Apa begitu tak sabaran hmm"
"Kau yang ..mmppgghhhhh"Steven langsung membungkam mulut Davira
Steven memejamkan matanya menikmati ciuman mereka.
Davira menatap Steven.
ia ikut terbuai, mulutnya berkata membenci Steven namun tubuhnya bereaksi lain.
ia merindukan Steven.
"Kau merindukanku sayang???" Tanya Steven di sela ciuman mereka
"Tidak" Steven kembali ******* bibir Sandra
kini tangannya bergerilya mencumbu titik sensitif Davira hingga erangan kecil lolos dari bibirnya.
Davira memaki dirinya sendiri yang tak bisa mengontrol diri
"Lepas ..."ucap Davira lirih
"Aku menginginkanmu.
aku tak pernah bohong saat aku mengatakan kau wanitaku selamanya.
aku tak pernah berhubungan dengan wanita lain setelah ada kamu.
kamu membuatku gila Davira" ucapan Steven parau
"Kau bohong"
__ADS_1
"Tidak, aku tak pernah merasa seperti ini.
kamu wanita satu-satunya yang membuatku selalu merindukanmu" ucap Steven kini menciumi kuping davira lalu turun ke leher Davira Davira, meninggalkan kiss Mark di sana
"Kau milikku, hanya milikku" gumam Steven kini ciumanya makin turun
"Stop...
Steven stop"
"Baby aku menginginkanmu"
"Aku mohon nikahi aku...
tak perlu pesta asal resmi secara agama aku ikhlas menemanimu selamanya
"Apa kau yakin ingin menjadi istriku???" tanya Steven menatap Davira tajam
"Ya"
"Baiklah, setelah semua urusanku selesai aku akan menikahi mu" ucap Steven kembali ******* bibir Davira
"Janji??"
"Ya, janji wanitaku" ucap Steven lalu keduanya kembali berciuman , kali ini Davira membalasnya.
keduanya hanyut dalam perasaan mereka.
Steven tersenyum.
ia sangat senang Davira percaya padanya.
mereka akhirnya melakukan penyatuan tanpa paksaan.
Davira menikmati malam itu dan mereguk manisnya cinta lagi dan lagi hingga akhirnya keduanya tumbang setelah beberapa kali pelepasan
Steven menatap Davira sambil tersenyum.
ia manrik selimut dan menutupi tubuh polos Davira.
"Aku akan menikahi dan jangan pernah berfikir lari dariku setelahnya.
selamanya kau hanya milik ku" ucap Steven merapihkan anaknrambut Davira dan mencium kening Davira lama .
Steven bangkit dan mengambil handuk basah, ia membersihkan tubuh Davira
Steven tersenyum sendiri bertapa gilanya mereka berdua memadu kasih, bahkan Davira mengekspresikan dirinya beberapa kali dengan mendesah merdu.hamprindi sekujur tubuh Davira terdapat tanda kepemilikan Steven, Steven tertawa kecil membayangkan davira yang besok akan mengamuk padanya.
Setelah membersihkan tubuh Davira, Steven menutupi kembali tubuh polos Davira dan ia berjalan ke kamar. mandi mendinginkan pikirannya.
hanya melihat davira saja sudah membuat hasratnya kembali naik.
setelah selesai mandi Steven menghubungi Ruben untuk memintanya menyelesaikan semuanya sesegera mungkin
ia ingin mengabulkan permintaan Davira karena tidak ingin kehilangan Davira.
Cinta???
entahlah, yang jelas Steven merindukan wanita itu dan tak ingin melihat Davira menderita.
Steven naik ke atas ranjang, merebahkan tubuhnya di samping Davira
__ADS_1
ia membawa Davira ke dalam pelukannya lalu memejamkan matanya untuk tidur.