Her Wedding Dress

Her Wedding Dress
CH15- ISI HATI MALIK


__ADS_3

Aku terduduk diatas pondok bambu ini bersama


dengan 2 orang sahabat terbaikku dan seorang laki-laki paruh baya yang sangat


menyayangiku. Pondoknya sudah mulai reot. Warnanya sudah sedikit usang. Tali ada disana dan


disini. Akan keluar suara decitan apabila salah satu


diantara kami bergerak. Semoga saja tidak ambruk kalau aku, Indira dan Akbar


mulai bertengkar lagi.


Kubalut tubuhku menggunakan handuk. Ketajaman air


tadi membuatku sedikit merasa kelu. Tulangku seperti ada yang menusuk. Entah


apa yang sedang kurasakan. Tapi hal itu tidak membuatku merasa kedinginan


sedikitpun. Ada rasa hangat yang sedang menyelimuti hatiku. Seakan mengusir


semua rasa dingin yang seharusnya bersarang ditubuhku.


Terimakasih Tuhan.. Engkau telah menghadirkan


orang-orang baik yang sangat menyayangiku.Sesaat aku terdiam dan memikirkan mereka.


Papi, sudah lama aku tidak merasakan kehangatan


seorang bapak. Dia menawarkan keteduhan tempat tinggal untukku. Menjanjikan keindahan masa depanku. Tidak ada kebohongan dari sorot matanya. Dia juga memberikan


ijin untuk aku bekerja. Membalas jasa-jasa yang akan dia berikan kepadaku


kelak. Papi, Apa aku bisa menjadi anak yang baik untukmu pi?? Apakah aku bisa


mewujudkan semua mimpi-mimpimu?? Apakah aku akan menjadi seorang manusia


seperti yang kau harapkan?? Aku takut mengecewakanmu pi. Aku bukanlah anak baik


seperti yang kau bayangkan.


Mama dan Papa. Memang tidak banyak waktu yang


mereka luangkan untukku. Tapi kasih sayang yang mereka berikan kepadaku,


sungguh aku sangat menikmatinya Tuhan.. Belaian lembut di kepalaku membuatku


tersadar, mereka tidak pernah menganggapku sebagai orang lain. Tapi seperti


anaknya sendiri. Mereka tidak pernah membedakanku dengan Indira. Perlakuannya


sama. Apa yang diterima Indira, itu pula yang aku terima. Kehangatan selalu


terasa ketika aku datang ke rumah mereka. Kehangatan yang selalu aku rindukan.


Yang dulu pernah aku rasakan. Dirumah kecil bersama bapak dan ibuku. Aku akan


sangat bahagia Tuhan, jika Engkau membiarkanku untukselalu berada diantara


keluarga ini..


Bapak.. Apa kabar pak?? Tunggu Malik ya. Kelak


setelah aku dewasa, aku akan berjuang menjadi seorang polisi. Agar bisa

__ADS_1


menangani kasus bapak. Aku tidak ingin menuntut apa-apa pada orang yang sudah


mengambil nyawa bapak. Aku hanya ingin melihat, seperti apakah hidupnya


sekarang. Bahagiakah dia, setelah merebut bapak dariku dan ibu. Tenangkah


hidupnya setelah meninggalkan bapak yang tergeletak dipenuhi darah. Ingatkah


dia, dengan dua orang anak kecil yang sedang menangis berteriak melihat


bapaknya yang meregang nyawa dihadapannya. Seperti apakah dia sekarang.


Sungguh, aku tidak mengharapkan apa-apa darinya pak. Aku hanya ingin mengenalnya. Saat ini Aku masih tidak berdaya. Tunggu aku dewasa ya pak.. doakan aku, agar bisa mencapai cita-citaku.


Ibu.. aku rindu buk.. Apa Ibu sudah bahagia? Apa


Ibu sudah tidak sakit?? Apa Ibu sudah bertemu bapak disana?? Buk.. Kenapa


berbohong padaku buk.. Kenapa Ibu tidak cerita kondisi Ibu yang sesungguhnya.


Apa Ibu tau betapa menyesalnya Malik sekarang bu?? Malik seperti menjadi anak


yang paling durhaka di dunia bu.. Bagaimana bisa seorang anak tidak mengetahui


penyakit yang diderita ibunya. Belum sempat Malik membahagiakan Ibu, Ibu sudah


pergi meninggalkan Malik. Sungguh, Malik belum siap bu..Malik masih ingin


bersama dengan Ibu. Merasakan betapa hangatnya pelukan Ibu. Melihat betapa


lembut tatapan penuh kasih sayang Ibu kepadaku. . Saat ini, bukannya Malik


ingin melupakan ibu.. Ibu akan selalu memiliki tempat dihati Malik bu.. Tapi


ingin aku bahagia. Selalu tersenyum.. Apakah aku berkhianat pada Ibu?? Apa Ibu


marah padaku?? Maafkan aku.. Kalau air mataku tidak lagi keluar saat


mengingatmu, bukan berarti aku sudah melupakanmu bu. Aku hanya ingin


mengikhlaskan kepergian ibu.  Aku menyayangimu bu.. Semoga Ibu mengerti apa maksudku. Maafkan aku tidak bisa menjadi anak yang membanggakan Ibu. Selama Ibu hidup, aku hanya bisa


merepotkanmu. Membuat Ibu juga harus mengasuh sahabat-sahabatku. Maafkan


aku.. Terimakasih karena Ibu telah melahirkanku. Menjadi ayah dan ibu untukku.


Selalu menyediakan apa yang aku butuhkan. Dengan segala keterbatasan yang kita


miliki, Ibu selalu memenuhi apa yang aku inginkan. Aku merindukanmu bu.. Malik


yang durhaka ini sangat merindukan Ibu.. Datanglah sesekali kedalam mimpiku


bu.. Aku ingin memelukmu bu..


Akbar.. Terimakasih karena selama ini kau selalu


ada untukku. Selalu tertawa denganku. Menghibur hari-hariku dengan tawamu.


Dengan tingkah konyolmu. Berbagi semua hal denganku, dan sekarang kau harus


mulai berbagi ayah denganku. Sungguh aku bersyukur memiliki sahabat sepertimu


bar.. Keceriaanmu yang selalu menghangatkan hatiku. Usia kita memang tidak jauh

__ADS_1


berbeda, tapi kau selalu melindungiku dan Indira. Kau selalu berperan sebagai


kakak bagi kami. Kau adalah lelaki tangguh bar. Tapi untuk yang pertama


kalinya, aku melihat air mata jatuh dari mata indahmu. Bukan karena kepergian


Ibuku. Tapi karena kau melihatku meratapi nasibku yang harus hidup tanpa Ibu


lagi. Sesayang itukah kau denganku?? Jangan khawatir bar, aku juga


menyayangimu. Aku berharap kau selalu ada disampingku, menemani hari-hariku.


Merangkulku dengan kehangatan senyummu. Menghiburku di saat-saat terburukku.


Aku berjanji akan membalas semua kasih sayangmu padaku bar. Kau sudah kuanggap


seperti kakakku. Semoga hubungan kita akan seperti ini sampai tua..


Indira.. Kamu adalah gadis cantik yang selalu ada disampingku..


lebih dari 10 tahun kita selalu bersama. Makan, tidur, belajar, bermain.. Kamu


yang selalu memeluku, menggenggam tanganku setiap waktu. Keceriaanmu


menghidupkan hari-hariku. Kita memang sering bertengkar. Bukan karena kita


tidak cocok. Tapi inilah cara kita menunjukkan kasih sayang satu sama lain. Aku


hanya senang mengganggumu, karena ketika kamu marah wajahmu berubah  sangat aneh, tapi manis dan aku senang


melihatnya. Tapi aku adalah orang pertama yang akan marah kalau melihat ada


orang lain yang menyakitimu. Aku tidak suka melihat air matamu keluar. Apa kau tau kalau Aku selalu memperhatikanmu. Bagaimana caramu berjalan, tersenyum, bicara.


Apapun akan aku lakukan agar kamu bahagia ndi..Bagiku kebahagiaanmu


adalah yang utama. Kamu selalu menjadi yang nomor satu untukku. Aku sangat


menyayangimu, bukan hanya sebagai sahabat. Tapi lebih dari itu.  Ya, aku menyukaimu. Mungkin saat ini hanya


sekedar cinta monyet. Tapi semoga kelak rasa ini akan tetap ada…


Suasana menjadi semakin sendu ketika gerimis kecil membasahi pondok ini. Kulihat


Indira sedang bercanda dengan Akbar dan Papi. Tersenyum dengan lembut. Senyum


manis yang sangat aku sukai. Senyuman yang selama ini menghiasi hari-hariku.


Akupun


tersenyum melihat kebahagiaan yang saat ini sedang hadir diantara kami. Terasa


tangan hangat papi merangkul pundakku, membuatku larut dalam keceriaan sore


hari ini.


Ahh


sekali lagi terimakasih Tuhan, telah menghadirkan orang-orang luar biasa


didalam hidupku. Aku akan selalu bersyukur atas hidup yang telah Kau berikan


kepadaku.. Tapi kumohon Tuhan, jagalah mereka. Termasuk Ibu dan Bapaku yang ada

__ADS_1


disana.


__ADS_2