
Aku terduduk diatas pondok bambu ini bersama
dengan 2 orang sahabat terbaikku dan seorang laki-laki paruh baya yang sangat
menyayangiku. Pondoknya sudah mulai reot. Warnanya sudah sedikit usang. Tali ada disana dan
disini. Akan keluar suara decitan apabila salah satu
diantara kami bergerak. Semoga saja tidak ambruk kalau aku, Indira dan Akbar
mulai bertengkar lagi.
Kubalut tubuhku menggunakan handuk. Ketajaman air
tadi membuatku sedikit merasa kelu. Tulangku seperti ada yang menusuk. Entah
apa yang sedang kurasakan. Tapi hal itu tidak membuatku merasa kedinginan
sedikitpun. Ada rasa hangat yang sedang menyelimuti hatiku. Seakan mengusir
semua rasa dingin yang seharusnya bersarang ditubuhku.
Terimakasih Tuhan.. Engkau telah menghadirkan
orang-orang baik yang sangat menyayangiku.Sesaat aku terdiam dan memikirkan mereka.
Papi, sudah lama aku tidak merasakan kehangatan
seorang bapak. Dia menawarkan keteduhan tempat tinggal untukku. Menjanjikan keindahan masa depanku. Tidak ada kebohongan dari sorot matanya. Dia juga memberikan
ijin untuk aku bekerja. Membalas jasa-jasa yang akan dia berikan kepadaku
kelak. Papi, Apa aku bisa menjadi anak yang baik untukmu pi?? Apakah aku bisa
mewujudkan semua mimpi-mimpimu?? Apakah aku akan menjadi seorang manusia
seperti yang kau harapkan?? Aku takut mengecewakanmu pi. Aku bukanlah anak baik
seperti yang kau bayangkan.
Mama dan Papa. Memang tidak banyak waktu yang
mereka luangkan untukku. Tapi kasih sayang yang mereka berikan kepadaku,
sungguh aku sangat menikmatinya Tuhan.. Belaian lembut di kepalaku membuatku
tersadar, mereka tidak pernah menganggapku sebagai orang lain. Tapi seperti
anaknya sendiri. Mereka tidak pernah membedakanku dengan Indira. Perlakuannya
sama. Apa yang diterima Indira, itu pula yang aku terima. Kehangatan selalu
terasa ketika aku datang ke rumah mereka. Kehangatan yang selalu aku rindukan.
Yang dulu pernah aku rasakan. Dirumah kecil bersama bapak dan ibuku. Aku akan
sangat bahagia Tuhan, jika Engkau membiarkanku untukselalu berada diantara
keluarga ini..
Bapak.. Apa kabar pak?? Tunggu Malik ya. Kelak
setelah aku dewasa, aku akan berjuang menjadi seorang polisi. Agar bisa
__ADS_1
menangani kasus bapak. Aku tidak ingin menuntut apa-apa pada orang yang sudah
mengambil nyawa bapak. Aku hanya ingin melihat, seperti apakah hidupnya
sekarang. Bahagiakah dia, setelah merebut bapak dariku dan ibu. Tenangkah
hidupnya setelah meninggalkan bapak yang tergeletak dipenuhi darah. Ingatkah
dia, dengan dua orang anak kecil yang sedang menangis berteriak melihat
bapaknya yang meregang nyawa dihadapannya. Seperti apakah dia sekarang.
Sungguh, aku tidak mengharapkan apa-apa darinya pak. Aku hanya ingin mengenalnya. Saat ini Aku masih tidak berdaya. Tunggu aku dewasa ya pak.. doakan aku, agar bisa mencapai cita-citaku.
Ibu.. aku rindu buk.. Apa Ibu sudah bahagia? Apa
Ibu sudah tidak sakit?? Apa Ibu sudah bertemu bapak disana?? Buk.. Kenapa
berbohong padaku buk.. Kenapa Ibu tidak cerita kondisi Ibu yang sesungguhnya.
Apa Ibu tau betapa menyesalnya Malik sekarang bu?? Malik seperti menjadi anak
yang paling durhaka di dunia bu.. Bagaimana bisa seorang anak tidak mengetahui
penyakit yang diderita ibunya. Belum sempat Malik membahagiakan Ibu, Ibu sudah
pergi meninggalkan Malik. Sungguh, Malik belum siap bu..Malik masih ingin
bersama dengan Ibu. Merasakan betapa hangatnya pelukan Ibu. Melihat betapa
lembut tatapan penuh kasih sayang Ibu kepadaku. . Saat ini, bukannya Malik
ingin melupakan ibu.. Ibu akan selalu memiliki tempat dihati Malik bu.. Tapi
ingin aku bahagia. Selalu tersenyum.. Apakah aku berkhianat pada Ibu?? Apa Ibu
marah padaku?? Maafkan aku.. Kalau air mataku tidak lagi keluar saat
mengingatmu, bukan berarti aku sudah melupakanmu bu. Aku hanya ingin
mengikhlaskan kepergian ibu. Aku menyayangimu bu.. Semoga Ibu mengerti apa maksudku. Maafkan aku tidak bisa menjadi anak yang membanggakan Ibu. Selama Ibu hidup, aku hanya bisa
merepotkanmu. Membuat Ibu juga harus mengasuh sahabat-sahabatku. Maafkan
aku.. Terimakasih karena Ibu telah melahirkanku. Menjadi ayah dan ibu untukku.
Selalu menyediakan apa yang aku butuhkan. Dengan segala keterbatasan yang kita
miliki, Ibu selalu memenuhi apa yang aku inginkan. Aku merindukanmu bu.. Malik
yang durhaka ini sangat merindukan Ibu.. Datanglah sesekali kedalam mimpiku
bu.. Aku ingin memelukmu bu..
Akbar.. Terimakasih karena selama ini kau selalu
ada untukku. Selalu tertawa denganku. Menghibur hari-hariku dengan tawamu.
Dengan tingkah konyolmu. Berbagi semua hal denganku, dan sekarang kau harus
mulai berbagi ayah denganku. Sungguh aku bersyukur memiliki sahabat sepertimu
bar.. Keceriaanmu yang selalu menghangatkan hatiku. Usia kita memang tidak jauh
__ADS_1
berbeda, tapi kau selalu melindungiku dan Indira. Kau selalu berperan sebagai
kakak bagi kami. Kau adalah lelaki tangguh bar. Tapi untuk yang pertama
kalinya, aku melihat air mata jatuh dari mata indahmu. Bukan karena kepergian
Ibuku. Tapi karena kau melihatku meratapi nasibku yang harus hidup tanpa Ibu
lagi. Sesayang itukah kau denganku?? Jangan khawatir bar, aku juga
menyayangimu. Aku berharap kau selalu ada disampingku, menemani hari-hariku.
Merangkulku dengan kehangatan senyummu. Menghiburku di saat-saat terburukku.
Aku berjanji akan membalas semua kasih sayangmu padaku bar. Kau sudah kuanggap
seperti kakakku. Semoga hubungan kita akan seperti ini sampai tua..
Indira.. Kamu adalah gadis cantik yang selalu ada disampingku..
lebih dari 10 tahun kita selalu bersama. Makan, tidur, belajar, bermain.. Kamu
yang selalu memeluku, menggenggam tanganku setiap waktu. Keceriaanmu
menghidupkan hari-hariku. Kita memang sering bertengkar. Bukan karena kita
tidak cocok. Tapi inilah cara kita menunjukkan kasih sayang satu sama lain. Aku
hanya senang mengganggumu, karena ketika kamu marah wajahmu berubah sangat aneh, tapi manis dan aku senang
melihatnya. Tapi aku adalah orang pertama yang akan marah kalau melihat ada
orang lain yang menyakitimu. Aku tidak suka melihat air matamu keluar. Apa kau tau kalau Aku selalu memperhatikanmu. Bagaimana caramu berjalan, tersenyum, bicara.
Apapun akan aku lakukan agar kamu bahagia ndi..Bagiku kebahagiaanmu
adalah yang utama. Kamu selalu menjadi yang nomor satu untukku. Aku sangat
menyayangimu, bukan hanya sebagai sahabat. Tapi lebih dari itu. Ya, aku menyukaimu. Mungkin saat ini hanya
sekedar cinta monyet. Tapi semoga kelak rasa ini akan tetap ada…
Suasana menjadi semakin sendu ketika gerimis kecil membasahi pondok ini. Kulihat
Indira sedang bercanda dengan Akbar dan Papi. Tersenyum dengan lembut. Senyum
manis yang sangat aku sukai. Senyuman yang selama ini menghiasi hari-hariku.
Akupun
tersenyum melihat kebahagiaan yang saat ini sedang hadir diantara kami. Terasa
tangan hangat papi merangkul pundakku, membuatku larut dalam keceriaan sore
hari ini.
Ahh
sekali lagi terimakasih Tuhan, telah menghadirkan orang-orang luar biasa
didalam hidupku. Aku akan selalu bersyukur atas hidup yang telah Kau berikan
kepadaku.. Tapi kumohon Tuhan, jagalah mereka. Termasuk Ibu dan Bapaku yang ada
__ADS_1
disana.