Her Wedding Dress

Her Wedding Dress
CH35- Persiapan kejutan


__ADS_3

Tok Tok Tok


Mendengar ada suara di depan pintu, Malik yang


sedang bermain game pun terpaksa menghentikan aktifitasnya. Kakinya melangkah


mendekat ke arah pintu kamar. Mencoba melihat siapa orang yang sedang berada di


depan kamarnya.


“den, ada tamu perempuan. Sudah janjian katanya”


“Oh iya mbok makasih. Suruh tunggu sebentar ya”


Yang ditunggu Malik sudah datang. Dia bergegas


mengambil kunci mobil yang ada diatas meja.. Saking antusiasnya, ia lupa


mengganti bajunya. Dia sedikit berlari menuruni tangga dan menghampiri tamu


yang dimaksud.


“Maaf ya lama.” Suara Malik membuyarkan wanita


yang sedang terkesima dengan isi rumah . Gadis itu menoleh pada sumber suara.


Dia tidak berkata apapun. Matanya terfokus pada pakaian yang digunakan oleh


Malik. Tubuh pria tampan yang biasanya terbalut rapat dengan setelan jas, kini


hanya menggunakan kaos oblong tipis dan celana pendek. Bahkan bentuk tubuh


kekarnya tercetak pas di baju itu.


“Siska??” Lagi-lagi suara Malik mengagetkan


wanita yang ternyata adalah sekretaris pribadi Indira.


“Ah iya pak. Maaf maaf.” Siska berdiri dan


mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Ia kembali duduk setelah mendapat ijin


dari Malik.


Belum sempat berbicara, mbok Lastri datang


membawa dua cangkir teh hangat dan sepiring buah potong.


“emm mbok, bisa minta tolong jaket ga?? Tapi yang


dilantai bawah aja. ” tanya Malik sedikit malu karena siapapun bisa melihat


lekuk tubuhnya yang hanya tertutupi oleh kain tipis.


“ada, tapi punya Aa”


“punya Akbar? Iya gapapa deh. Minta tolong ya.”


Siska kembali terkesima dengan tata bahasasalah satu  petinggi di perusahaannya itu.


Sembari menunggu mbok Lastri, Siska mengulurkan


secarik kertas yang berisi daftar-daftar perlengkapan yang harus disiapkan.


Malik mengernyitkan dahinya sedikit kebingungan dengan nama-nama barang yang


menurutnya sedikit asing.


Karena Malik sama sekali tidak memahami mengenai


persiapan pesta ulang tahun, dia memutuskan untuk menemani Siska berbelanja.


Malik menyerahkan sebuah kartu unlimited yang bisa dipakai untuk membeli


pernak-pernik surprise party esok hari.


Malik mulai mengemudikan mobilnya dengan


kecepatan sedang. Tetapi karena situasi yang sedikit canggung, Malik memilih


untuk memutar musik dan melajukan mobilnya sedikit lebih kencang.

__ADS_1


Setelah sampai di toko aksesoris, Siska langsung


mengambil kereta dorong dan mulai memilih apa saja yang dia butuhkan. Mulai


dari lampu tumblr, rumbai-rumbai, beberapa balon huruf, dan beberapa


pernak-pernik lain. Dia juga membeli perlengkapan untuk membuat photoboot


sederhana yang akan dipasang di ruang kerja Indira. Mereka membeli semua barang


bernuansa ungu, sesuai dengan warna kesukaan Indira.


Mereka juga mampir ke sebuah toko bunga untuk


membeli beberapa buket bunga. Mereka memilih bunga baby’s breath, anyelir, dan


lily untuk dijadikan buket. Setelah puas berbelanja, Malik menemani Siska ke


kantor untuk mendekorasi ruangan Indira.


Tidak disangka, ternyata sudah ada 3 pegawai lain


yang sudah berada di dalam ruangan. Mereka bertiga masih menggunakan pakaian


kerja masing-masing, yang artinya mereka belum pulang kerumah selepas jam


kerjanya. Malik berkali-kali meminta maaf karena harus membuat mereka lembur


dengan sukarela.


Mereka mulai mendekorasi ruang kerja Indira. Meniup


balon, menempelkan lampu, mendirikan photobooth sederhana, dan berbagai hal


lainnya. Tanpa diperintah, para pegawai itu dengan cekatan bekerja sesuai


dengan harapan Malik.


1.5 jam berlalu, tapi mereka masih sibuk dengan


pekerjaan masing-masing. Serumit inikah menyiapkan surprise party untuk Indira.


Malik segera mengambil ponsel dari saku


pizza dan ayam goreng khas restoran cepat saji. Dia merasa bersalah karena


membuat pegawai-pegawai itu harus bekerja ekstra. Setidaknya, Malik harus


membayarnya dengan mengenyangkan perut mereka.


Begitu security datang mengantarkan makanan yang


dipesan, Malik segera membuyarkan semua aktifitas yang sedang dikerjakan oleh


gerombolan wanita itu.


“Ayo semuanya, kita makan malam dulu”


“emm, kita belum lapar kok pak.” Ucap salah


seorang karyawan sedikit sungkan.


“Ini saya pesan buat kalian juga. Saya mau


berterimakasih, karena kalian mau membantu saya menyiapkan semua ini. Jadi


jangan terlalu terbebani dengan makanan ringan seperti ini.”


Mendengar perkataan Malik membuat para pegawai


itu segera duduk dan menyantap hidangan yang sudah disuguhkan. Mereka makan


dengan lahap seperti orang yang belum makan berhari-hari. Terlalu fokus mengisi


perut mereka hingga membuat mereka lupa siapa yang sedang ada diantara mereka.


Malik tersenyum tipis melihat tingkah pegawai Indira itu. Sepertinya keputusan


yang tepat membeli makanan cepat saji seperti itu.


“Wuaahh. Pak Malik kalau lagi senyum ganteng

__ADS_1


banget” Salah seorang pegawai segera menutup mulutnya sendiri setelah


mengucapkan hal konyol itu didepan subjek yang dimaksud.


“haha, gapapa. Kali ini kita sedang tidak


bekerja. Jadi kalian santai saja” Jawab Malik sembari mengunyah sepotong pizza


yang ada di genggamannya.


“Serius pak?? Kalau gitu saya jujur saja ya.


Bapak ketampanannya naik 1000% kalau lagi pakai pakaian formal seperti ini pak.


Pakai kaos oblong, celana pendek, uhhh seksi banget Pak. Bener-bener kaya


artis. Hehe” wanita ceroboh itu kembali bersuara. Pegawai yang lain segera


mencubit untuk menyadarkannya. Sedangkan Malik hanya tertawa kecil mendengar


pujian  itu.


“bapak kasih kado apa buat Bu Indira besok??”


“Rahasia dong. Saya menyiapkan beberapa kado.


Tapi kado yang spesial saya tinggal dirumah, besok saya Cuma kasih kado kecil


supaya dia tidak curiga”


“Pak, saya boleh tanya??” Ucap Siska. Malik


menganggukan kepalanya dengan santai


“Pak Malik sudah lama bersahabat sama Bu


Indira??”


“emm. Berapa tahunnya saya sudah lupa. Tapi saya


sahabatan sama Indi mulai kami umur 4 tahun. Dari kecil sekolah kami sama,


rumahnya juga sebelahan. Jadi ya bisa dibayangkan lah berapa tahun. Dulu orang


tua Indi pulang kerjanya sore, jadi dia lebih sering dirumah saya ” entah


mengapa wajah Malik memerah ketika menceritakan masa lalunya


Para pegawai itu ternganga mendengar ucapan


Malik. Pantas saja atasan mereka yang super disiplin dan tegas itu bisa berubah


menjadi wanita manja ketika berhadapan dengan Malik.


“Bapak sama Bu Indira itu so sweet banget loh


pak. Pasti waktu kecil kaya cerita-cerita di korea gitu ya pak?”


“Haha. Dari kecil, saya dan Indira itu ga pernah


akur. Tiap hari berantem terus, jadi saya sama Indi sering banget dihukum sama


ibu saya. Jangankan dulu, sekarangpun juga masih sering berantem. Haha” Jelas


Malik antusias. Malik yang terkenal diam dan tegas dikalangan para karyawan


kini berubah menjadi ceria dan hangat.


“Karena kuenya besok datang jam 7, jadi saya akan


mengantar Indira sedikit lebih siang ya. Saya harap teman-teman bisa membantu


persiapan disini besok. Emm, dan satu lagi. Tolong acara ini jangan sampai


tersebar ke karyawan divisi lain ya.”


Setelah makan malam usai, Malik memberi pengarahan


tentang apa saja yang akan mereka laksanakan esok hari. Dia meminta Siska untuk


mengosongkan Jadwal Indira, dan merubahnya menjadi jadwal palsu. Malik ingin

__ADS_1


membuat Indira sedikit kesal esok hari, sebelum akhirnya melancarkan semua


rencananya untuk melamar Indira.


__ADS_2