
Tok Tok Tok
Mendengar ada suara di depan pintu, Malik yang
sedang bermain game pun terpaksa menghentikan aktifitasnya. Kakinya melangkah
mendekat ke arah pintu kamar. Mencoba melihat siapa orang yang sedang berada di
depan kamarnya.
“den, ada tamu perempuan. Sudah janjian katanya”
“Oh iya mbok makasih. Suruh tunggu sebentar ya”
Yang ditunggu Malik sudah datang. Dia bergegas
mengambil kunci mobil yang ada diatas meja.. Saking antusiasnya, ia lupa
mengganti bajunya. Dia sedikit berlari menuruni tangga dan menghampiri tamu
yang dimaksud.
“Maaf ya lama.” Suara Malik membuyarkan wanita
yang sedang terkesima dengan isi rumah . Gadis itu menoleh pada sumber suara.
Dia tidak berkata apapun. Matanya terfokus pada pakaian yang digunakan oleh
Malik. Tubuh pria tampan yang biasanya terbalut rapat dengan setelan jas, kini
hanya menggunakan kaos oblong tipis dan celana pendek. Bahkan bentuk tubuh
kekarnya tercetak pas di baju itu.
“Siska??” Lagi-lagi suara Malik mengagetkan
wanita yang ternyata adalah sekretaris pribadi Indira.
“Ah iya pak. Maaf maaf.” Siska berdiri dan
mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Ia kembali duduk setelah mendapat ijin
dari Malik.
Belum sempat berbicara, mbok Lastri datang
membawa dua cangkir teh hangat dan sepiring buah potong.
“emm mbok, bisa minta tolong jaket ga?? Tapi yang
dilantai bawah aja. ” tanya Malik sedikit malu karena siapapun bisa melihat
lekuk tubuhnya yang hanya tertutupi oleh kain tipis.
“ada, tapi punya Aa”
“punya Akbar? Iya gapapa deh. Minta tolong ya.”
Siska kembali terkesima dengan tata bahasasalah satu petinggi di perusahaannya itu.
Sembari menunggu mbok Lastri, Siska mengulurkan
secarik kertas yang berisi daftar-daftar perlengkapan yang harus disiapkan.
Malik mengernyitkan dahinya sedikit kebingungan dengan nama-nama barang yang
menurutnya sedikit asing.
Karena Malik sama sekali tidak memahami mengenai
persiapan pesta ulang tahun, dia memutuskan untuk menemani Siska berbelanja.
Malik menyerahkan sebuah kartu unlimited yang bisa dipakai untuk membeli
pernak-pernik surprise party esok hari.
Malik mulai mengemudikan mobilnya dengan
kecepatan sedang. Tetapi karena situasi yang sedikit canggung, Malik memilih
untuk memutar musik dan melajukan mobilnya sedikit lebih kencang.
__ADS_1
Setelah sampai di toko aksesoris, Siska langsung
mengambil kereta dorong dan mulai memilih apa saja yang dia butuhkan. Mulai
dari lampu tumblr, rumbai-rumbai, beberapa balon huruf, dan beberapa
pernak-pernik lain. Dia juga membeli perlengkapan untuk membuat photoboot
sederhana yang akan dipasang di ruang kerja Indira. Mereka membeli semua barang
bernuansa ungu, sesuai dengan warna kesukaan Indira.
Mereka juga mampir ke sebuah toko bunga untuk
membeli beberapa buket bunga. Mereka memilih bunga baby’s breath, anyelir, dan
lily untuk dijadikan buket. Setelah puas berbelanja, Malik menemani Siska ke
kantor untuk mendekorasi ruangan Indira.
Tidak disangka, ternyata sudah ada 3 pegawai lain
yang sudah berada di dalam ruangan. Mereka bertiga masih menggunakan pakaian
kerja masing-masing, yang artinya mereka belum pulang kerumah selepas jam
kerjanya. Malik berkali-kali meminta maaf karena harus membuat mereka lembur
dengan sukarela.
Mereka mulai mendekorasi ruang kerja Indira. Meniup
balon, menempelkan lampu, mendirikan photobooth sederhana, dan berbagai hal
lainnya. Tanpa diperintah, para pegawai itu dengan cekatan bekerja sesuai
dengan harapan Malik.
1.5 jam berlalu, tapi mereka masih sibuk dengan
pekerjaan masing-masing. Serumit inikah menyiapkan surprise party untuk Indira.
Malik segera mengambil ponsel dari saku
pizza dan ayam goreng khas restoran cepat saji. Dia merasa bersalah karena
membuat pegawai-pegawai itu harus bekerja ekstra. Setidaknya, Malik harus
membayarnya dengan mengenyangkan perut mereka.
Begitu security datang mengantarkan makanan yang
dipesan, Malik segera membuyarkan semua aktifitas yang sedang dikerjakan oleh
gerombolan wanita itu.
“Ayo semuanya, kita makan malam dulu”
“emm, kita belum lapar kok pak.” Ucap salah
seorang karyawan sedikit sungkan.
“Ini saya pesan buat kalian juga. Saya mau
berterimakasih, karena kalian mau membantu saya menyiapkan semua ini. Jadi
jangan terlalu terbebani dengan makanan ringan seperti ini.”
Mendengar perkataan Malik membuat para pegawai
itu segera duduk dan menyantap hidangan yang sudah disuguhkan. Mereka makan
dengan lahap seperti orang yang belum makan berhari-hari. Terlalu fokus mengisi
perut mereka hingga membuat mereka lupa siapa yang sedang ada diantara mereka.
Malik tersenyum tipis melihat tingkah pegawai Indira itu. Sepertinya keputusan
yang tepat membeli makanan cepat saji seperti itu.
“Wuaahh. Pak Malik kalau lagi senyum ganteng
__ADS_1
banget” Salah seorang pegawai segera menutup mulutnya sendiri setelah
mengucapkan hal konyol itu didepan subjek yang dimaksud.
“haha, gapapa. Kali ini kita sedang tidak
bekerja. Jadi kalian santai saja” Jawab Malik sembari mengunyah sepotong pizza
yang ada di genggamannya.
“Serius pak?? Kalau gitu saya jujur saja ya.
Bapak ketampanannya naik 1000% kalau lagi pakai pakaian formal seperti ini pak.
Pakai kaos oblong, celana pendek, uhhh seksi banget Pak. Bener-bener kaya
artis. Hehe” wanita ceroboh itu kembali bersuara. Pegawai yang lain segera
mencubit untuk menyadarkannya. Sedangkan Malik hanya tertawa kecil mendengar
pujian itu.
“bapak kasih kado apa buat Bu Indira besok??”
“Rahasia dong. Saya menyiapkan beberapa kado.
Tapi kado yang spesial saya tinggal dirumah, besok saya Cuma kasih kado kecil
supaya dia tidak curiga”
“Pak, saya boleh tanya??” Ucap Siska. Malik
menganggukan kepalanya dengan santai
“Pak Malik sudah lama bersahabat sama Bu
Indira??”
“emm. Berapa tahunnya saya sudah lupa. Tapi saya
sahabatan sama Indi mulai kami umur 4 tahun. Dari kecil sekolah kami sama,
rumahnya juga sebelahan. Jadi ya bisa dibayangkan lah berapa tahun. Dulu orang
tua Indi pulang kerjanya sore, jadi dia lebih sering dirumah saya ” entah
mengapa wajah Malik memerah ketika menceritakan masa lalunya
Para pegawai itu ternganga mendengar ucapan
Malik. Pantas saja atasan mereka yang super disiplin dan tegas itu bisa berubah
menjadi wanita manja ketika berhadapan dengan Malik.
“Bapak sama Bu Indira itu so sweet banget loh
pak. Pasti waktu kecil kaya cerita-cerita di korea gitu ya pak?”
“Haha. Dari kecil, saya dan Indira itu ga pernah
akur. Tiap hari berantem terus, jadi saya sama Indi sering banget dihukum sama
ibu saya. Jangankan dulu, sekarangpun juga masih sering berantem. Haha” Jelas
Malik antusias. Malik yang terkenal diam dan tegas dikalangan para karyawan
kini berubah menjadi ceria dan hangat.
“Karena kuenya besok datang jam 7, jadi saya akan
mengantar Indira sedikit lebih siang ya. Saya harap teman-teman bisa membantu
persiapan disini besok. Emm, dan satu lagi. Tolong acara ini jangan sampai
tersebar ke karyawan divisi lain ya.”
Setelah makan malam usai, Malik memberi pengarahan
tentang apa saja yang akan mereka laksanakan esok hari. Dia meminta Siska untuk
mengosongkan Jadwal Indira, dan merubahnya menjadi jadwal palsu. Malik ingin
__ADS_1
membuat Indira sedikit kesal esok hari, sebelum akhirnya melancarkan semua
rencananya untuk melamar Indira.