
Hari ini adalah hari wawancara Su Li Xia di perusahaan Zenus, Su Li Xia bersiap-siap dipagi hari untuk pergi ke perusahaan Zenus. Namun saat dia turun untuk sarapan, Lan Ching Mei dan Su Ching Yi kembali mengusiknya.
"Bu, aku tidak suka melihat kelakuan wanita itu yang semakin hari semakin sombong!" keluh Su Ching Yi ke ibunya.
Lan Ching Mei memperlihatkan wajah kesal ketika nama Su Li Xia disebut. "Kau pikir ibu tidak tau hal itu? Ibu juga sangat membenci kelakuan anak itu! Memang darah tidak bisa berbohong, dia persis dengan ibunya yang selalu membuat ibu kesal dan marah!"
Su Li Xia mendengar percakapan kedua ibu anak itu dari atas, dia turun ke ruang makan tanpa memperdulikan ocehan kedua wanita itu. Su Li Xia meminta Xiao Xi untuk menyiapkan dua butir telur setengah matang dengan roti tawar yang diberi sedikit olesan mentega.
Wanita itu duduk di meja makan bersama Su Ching Yi dan Lan Ching Mei yang kini terang-terangan menatapnya dengan tatapan tidak suka. Karena tidak ingin melihat Su Li Xia makan dengan tenang, Su Ching Yi memulai percakapan dengan ibunya untuk menghina Su Li Xia.
"Bu, sampai kapan rumah kita akan memelihara anjing buangan ini?"
Lan Ching Mei langsung mengerti apa yang dibicarakan oleh anaknya, dia pun menjawab sambil tersenyum sinis ke arah Su Li Xia.
"Tentu saja sampai ayahmu pulang, kita akan meminta ayahmu untuk mengusir anjing buangan ini dari rumah. Benar-benar anjing yang tidak tau diri!"
Su Li Xia yang tengah menikmati sarapannya merasa sangat terganggu dengan suara kaleng yang ada di dekatnya, dengan sengaja dia menjatuhkan gelasnya ke lantai untuk membungkam mulut mereka.
"Pranggg!!!"
Kedua wanita itu langsung terdiam, mereka melihat Su Li Xia dengan mata tercengang.
"Jika kalian tidak menggunakan lidah kalian dengan baik, suatu hari nanti, lidah kalian pasti akan menghilang dari sana!" ucap Su Li Xia sambil menatap kedua wanita itu secara bergantian.
__ADS_1
Tatapan mata Su Li Xia yang mengerikan seakan bisa membunuh orang, tangan dan kaki kedua wanita itu gemetaran hanya karena menatap mata itu. Suasana diruang makan akhirnya hening, dan Su Li Xia melanjutkan menikmati sarapan paginya dengan nyaman.
Hingga Su Li Xia beranjak dari tempat duduk, Lan Ching Mei dan Su Ching Yi hanya duduk diam dengan tangan yang masih gemetaran. Beberapa kali mereka mencoba untuk mengendalikan tangan mereka, namun semua hanya sia-sia saja. Semakin mereka mencoba, semakin kencang pula tangan itu bergetar.
Su Li Xia keluar dengan menumpang taxi online yang sudah dia pesan sebelum sarapan pagi, mobil berwarna biru muda itu langsung meluncur ke perusahaan Zenus. Setelah tiba disana, Su Li Xia diminta untuk menunggu di sebuah ruangan kosong, dia diberikan secangkir teh hangat oleh seorang wanita cantik yang bernama Candy.
"Apakah Nona Su datang untuk mengisi posisi kosong asisten?" tanya Candy memulai pembicaraan.
"Iya." jawab Su Li Xia dengan wajah dingin.
"Wah... Saya sangat senang jika Nona Su bisa diterima bekerja disini, saya sangat kesepian karena hanya saya satu-satunya wanita yang bekerja di kantor ini." ucap Candy dengan bersemangat.
"Ya." jawab Su Li Xia tanpa melihat wanita yang sedang mengajaknya berbicara.
Ling baru saja tiba di perusahaan Zenus, dia memarkirkan mobilnya di depan pintu lobby. Wanita itu langsung menuju ke ruang wawancara yang sudah disiapkan oleh Candy.
"Ceklek!"
Pintu dibuka, Su Li Xia langsung menatap Ling dengan perasaan campur aduk. Ingin rasanya dia memeluk Ling yang dia rindukan selama ini, namun niat itu dia tahan, dia tidak ingin langsung diusir karena dianggap wanita gila.
"Selamat pagi, saya Ling yang akan memimpin wawancara hari ini." ucap Ling memperkenalkan diri.
"Ling!" Su Li Xia memanggil nama Ling seperti yang dulu sering dia lakukan setiap hari.
__ADS_1
"DEG!"
Jantung Ling tersentak begitu mendengar namanya dipanggil oleh wanita asing di depannya. Sesaat, Ling merasa jika panggilan itu sangat mirip dengan panggilan dari Presdir Su.
Ling mencoba berpikir dengan logis, tidak mungkin wanita yang ada di depannya itu adalah Presdir Su yang dia kenal. Ling memulai wawancara, dia bertanya kenapa Su Li Xia ingin bekerja di Perusahaan Zenus yang tidak terkenal.
Su Li Xia tersenyum, dia memikirkan awal perusahaan Zenus didirikan. Saat itu, keadaan di perusahaan Internasional H.M kurang baik. Dia memikirkan cara untuk menjadi mandiri tanpa harus tergantung dengan pendapat orang lain.
Setelah melalui banyak pertimbangan, akhirnya Su Li Xia memutuskan untuk membangun perusahaan sendiri tanpa adanya campur tangan dewan direksi dan pihak lain. Wanita itu mendirikan perusahaan Zenus yang hanya memiliki satu penguasa di dalamnya. Kekuasaan mutlak yang tidak dapat diganggu gugat oleh pihak manapun.
Su Li Xia menatap Ling kemudian dia menjawab, "Saya ingin bekerja di perusahaan yang hanya memiliki satu orang raja."
Ling menatap Su Li Xia, dia terdiam mendengar jawaban yang diberikan oleh wanita itu. Setelah beberapa saat, Ling kembali bertanya, "Apakah Nona Su bisa bekerja 24 jam tanpa istirahat saat diperlukan?"
"Tentu saja, saya bisa bekerja 24 jam penuh jika perusahaan membutuhkan saya." jawab Su Li Xia setelah dia mengingat jawaban yang diberikan oleh Ling dulunya.
Di masa lalu, Su Li Xia pernah bertanya kepada Ling dengan pertanyaan yang sama. Jawaban Ling saat itu adalah, "Ling akan selalu bersedia bekerja 24 jam penuh selama Ling dibutuhkan oleh perusahaan."
Pertanyaan terakhir dari Ling, "Apakah Nona Su tau arti dari kalimat Rintik hujan membuat payung hilang dalam sekejap mata, namun dua wanita mendapatkan berkah?"
Su Li Xia tersenyum, dia kembali mengingat kenangannya bersama Ling. Saat itu hujan turun sangat deras, mereka terjebak macet di daerah pegunungan ketika akan kembali dari rapat yang diadakan diluar kota. Namun saat itu merupakan hari sial bagi mereka berdua, dimana mobil mereka masuk ke dalam selokan yang baru saja digali oleh para pekerja.
Ling mengeluarkan payung dari dalam bagasi mobil, dia keluar untuk mencari mobil lain yang bisa mereka tumpangi untuk kembali ke kota. Kesialan lain datang saat Ling baru saja membuka payung, hujan yang sudah mulai reda tiba-tiba saja menderas kembali. Payung yang dipegang oleh Ling terbawa oleh angin kencang yang datang bersamaan dengan air hujan yang deras.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^