
Ling menelepon Su Li Xia setelah dia berhasil menemukan informasi yang diinginkan oleh wanita itu.
"Nona, pemilik mobil itu adalah pria yang bernama Hong Li, panggilannya adalah Jack. Pria itu menerima pekerjaan apa saja asal tarifnya sesuai, pekerjaan terakhir yang dia terima berasal dari seorang wanita yang bernama Lan Ching Mei.
"Saya sudah memastikan jika uang masuk yang terakhir kali di terima oleh Jack berasal dari rekening Lan Ching Mei sebesar 50 Juta. Permintaan wanita itu adalah untuk mempermalukan anda di depan umum."
"Hahh... Perempuan itu benar-benar perlu diberi pelajaran!" ucap Su Li Xia dengan wajah kesal.
"Perlu saya bereskan perempuan itu?" tanya Ling.
"Tidak, aku sendiri yang akan membereskan sampah itu!" jawab Su Li Xia.
"Baiklah, kalau begitu saya akan kembali bekerja. Selamat malam Nona." ucap Ling sebelum memutus telepon.
Su Li Xia membatalkan niatnya untuk pergi ke agen perumahan. Dia hendak kembali ke rumah keluarga Su untuk membalas Lan Ching Mei.
Sebelum pulang ke rumah, wanita itu singgah di sebuah toko pakan ikan. Dia membeli satu kantong plastik jangkrik hidup yang biasanya menjadi makanan ikan arwana. Su Li Xia tersenyum licik sambil melihat jangkrik-jangkrik yang ada di dalam kantong plastik itu.
Xiao Xi membuka pintu untuk Su Li Xia begitu dia melihat mobil hitamnya memasuki pintu pagar. Su Li Xia membawa jangkrik itu masuk ke dalam rumah, dia langsung menuju ke kamar Lan Ching Mei.
"Ceklek!"
Pintu kamar di buka oleh Su Li Xia, dia mendengar suara nyanyian dari kamar mandi.
"Sepertinya wanita itu sedang mandi!" pikir Su Li Xia.
Su Li Xia tersenyum lebar sambil menatap ke arah ranjang yang berada di tengah ruangan kamar itu. Wanita itu mengangkat selimut yang terletak di atas ranjang, dia kemudian melepaskan semua jangkrik ke dalam selimut itu.
"Selamat berpesta! Ini hukuman ringan untukmu!" ucap Su Li Xia sambil tersenyum puas.
Su Li Xia kembali ke kamarnya, dia membuka layar ponsel yang telah tersambung ke kamera tersembunyi. Kamera itu sudah dia letakkan di dalam kamar Lan Ching Mei untuk merekam reaksi perempuan itu ketika tidur bersama para jangkrik.
"Sepertinya akan segera dimulai!" ucap Su Li Xia.
"3... 2... 1...!" hitungnya secara mundur.
"Aaaakkkkkhhhhhh!!!!"
__ADS_1
Suara jeritan Lan Ching Mei bergema sampai keluar rumah.
"Ha... Ha... Ha...!"
Su Li Xia tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah Lan Ching Mei yang ketakutan.
Saat itu Lan Ching Mei baru saja keluar dari kamar mandi, wanita itu langsung berbaring di ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
Lan Ching Mei merasa ada sesuatu yang bergerak-gerak di dalam selimutnya. Karena merasa terganggu, wanita itu mengangkat selimut untuk melihat ada apa di dalam selimut itu.
Teriakan yang bergema pun terjadi begitu dia melihat jangkrik-jangkrik yang berjumlah ratusan ekor ada di dalam sana. Lan Ching Mei melompat-lompat di atas ranjang, dia sangat ketakutan hingga akhirnya dia terjatuh dengan posisi mencium lantai.
"Ha... Ha... Ha...! Reaksinya benar-benar kocak!" ucap Su Li Xia sambil tertawa.
Sesaat kemudian, tawa di wajah Su Li Xia menghilang. Wajahnya kini berubah menjadi dingin dan serius. "Sejak kapan aku bisa tertawa seperti ini?" tanyanya dalam hati.
Su Li Xia menatap cermin yang ada di dalam kamarnya, dia bertanya kepada diri sendiri, "Apakah ini masih aku yang dulu? atau ini adalah sifat dari pemilik tubuh ini?
"Aku tidak ingat kapan aku pernah tersenyum dan tertawa seperti tadi. Sejak kapan aku berubah? Aku berubah menjadi ... lebih bahagia."
"Dan kamu... Kamu, pemilik dari tubuh ini!" Su Li Xia menunjuk jari telunjuknya ke arah cermin.
"Aku berjanji aku akan menghukum semua orang yang pernah melakukan hal buruk kepadamu. Anggaplah itu sebagai ungkapan terima kasihku untukmu yang sudah memberikan tubuh ini.
"Terima kasih karena kamu telah memberikan aku kesempatan untuk hidup lagi.
"Terima kasih karena kamu telah membuat ku menyadari jika hidup ku yang dulu terlalu sia sia.
"Dan juga, terima kasih karena berkat tubuhmu ini, aku bisa hidup bebas sesuai dengan keinginanku."
Su Li Xia masih tersenyum, kali ini dengan wajah dan hati yang ceria. Dia tidak lagi memaksakan diri untuk bersikap dingin dan acuh seperti yang dulu dia lakukan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Chen Han Nie mendatangi kantor tempat Ling bekerja, wanita itu adalah ibu tiri dari Su Li Xia dan Su An Jie.
"Keluar kau!" teriak Chen Han Nie dari luar pintu.
__ADS_1
Ling membuka pintu untuk melihat siapa orang yang membuat keributan di sana.
"Ada apa Nyonya Chen datang kemari?" tanya Ling.
"Aku ingin bertemu dengan Su Li Xia, di mana wanita itu?" tanya Chen Han Nie.
"Nona sedang tidak ada di sini." jawab Ling.
"Di mana dia?" tanya Chen Han Nie dengan wajah kesal.
Ling menghela nafas, dia kemudian berkata, "Nyonya Chen, saat ini Nona muda sedang berada di luar negeri. Apabila Nyonya ada keperluan dengan Nona, tolong tunggu hingga Nona kembali dari sana."
"Plakkk!" sebuah tamparan mendarat di pipi Ling.
Chen Han Nie menampar Ling dengan keras, wanita itu selalu memperlakukan orang lain dengan semena-mena.
Ling bukannya tidak bisa melawan, namun situasi saat ini tidak mendukung untuk melawan Nyonya Chen di depan umum. Dengan terpaksa, Ling merelakan pipinya untuk menerima tamparan dari Chen Han Nie.
"Nyonya, tolong jaga martabat anda!" ucap Ling tanpa rasa takut.
"Kau!!" geram Chen Han Nie.
Wanita itu ingin menampar wajah Ling lagi, namun dia menghentikan gerakan tangannya saat melihat banyak orang sudah berkumpul di sana.
"Tolong keluar dari sini jika urusan anda sudah selesai!" ucap Ling sambil menatap mata Chen Han Nie .
"Aku tidak akan keluar dari sini sampai aku bertemu dengan Su Li Xia!" ancam Chen Han Nie.
"Kalau itu keinginan anda, silahkan menunggu di sini sampai Nona muda kembali." jawab Ling, setelah itu dia masuk ke ruang kerja dan menutup pintunya.
"Kurang ajar sekali ya pembantu itu! Awas saja nanti kalau aku sudah menjadi pemilik perusahaan ini, akan ku usir pembantu tidak berguna itu!" ucap Chen Han Nie dalam hatinya.
Ling menghubungi Su Li Xia, dia melaporkan kepada wanita itu jika Chen Han Nie datang ke kantor dan membuat keributan di sana.
"Aku akan ke sana sekarang juga! Siapkan posisi asisten untukku!" ucap Su Li Xia.
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1