
Meskipun tubuhnya kesakitan, Lu Xuan Cheng masih tersenyum. Dia menatap mata Su Li Xia lalu menjawab, "Aku masuk melalui pintu."
Su Li Xia mengingat jika pintu kamar sudah dikunci sebelumnya, tidak mungkin Lu Xuan Cheng bisa masuk kecuali laki-laki itu memiliki kunci pintu. Dia langsung memeriksa tubuh Lu Xuan Cheng, sebuah kunci ditemukan dari dalam kantong celananya yang berwarna hitam.
"Dari mana kau memiliki kunci ini?" tanya Su Li Xia dengan sorot mata yang tajam.
Lu Xuan Cheng menyadari jika dia tidak akan bisa membohongi Su Li Xia yang berotak jenius. Dia akhirnya mengatakan hal yang sebenarnya kepada Su Li Xia jika apartemen ini dulunya adalah milik Lu Xuan Cheng.
"Hei Nona, bisakah kau menyingkirkan kakimu dari tubuhku?" pinta Lu Xuan Cheng sambil tersenyum.
__ADS_1
Su Li Xia mengangkat kakinya, dia kembali berbaring di atas tempat tidur dan memejamkan matanya yang terasa lelah. Lu Xuan Cheng berdiri, dia berjalan ke sisi tempat tidur lalu ikut berbaring di sebelah Su Li Xia. "Kau tidur?" tanya laki-laki itu sambil menolehkan wajahnya menghadap Su Li Xia.
"Hmm!" jawab Su Li Xia yang malas berbicara.
Lu Xuan Cheng mengalihkan tatapannya ke atas langit-langit kamar, dia merasa hatinya menjadi tenang begitu berada di samping Su Li Xia. Meskipun mereka hanya sekedar berbaring di atas ranjang yang sama. "Rasa yang cukup nyaman dan menenangkan." pikir Lu Xuan Cheng.
Beberapa saat kemudian Su Li Xia sudah terlelap di alam mimpi, sementara Lu Xuan Cheng masih menatap wajah Su Li Xia dengan ratusan pemikiran terlintas di dalam benaknya. Dia merasa aneh karena perasaannya untuk Su Li Xia semakin lama semakin membesar. Meskipun mereka baru saling bertemu beberapa hari saja, tetapi perasaan Lu Xuan Cheng seperti sudah lama menjadi milik wanita itu.
Beberapa jam kemudian, Su Li Xia terbangun dengan napas yang memburu. Dia langsung terduduk di atas tempat tidur, setelah menenangkan diri beberapa saat, Su Li Xia menoleh ke samping. Dia menatap wajah Lu Xuan Cheng yang sedang tertidur di sampingnya.
__ADS_1
"Hanya mimpi buruk? Terasa sangat nyata sampai hatiku merasa gelisah dan ketakutan." benak Su Li Xia.
Su Li Xia turun dari tempat tidur, dia berjalan masuk ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamarnya. Dia menatap wajahnya di sebuah cermin besar, "Ternyata aku benar-benar kembali ke tubuhku, tubuh yang ku kira akan segera menjadi mayat tak bernyawa. Tapi kenapa, aku tidak merasa senang sedikitpun? Aku berharap bisa kembali ke tubuh adikku." benak Su Li Xia.
Su Li Xia membuka keran air di wastafel yang berada di depannya. Dia mencuci wajah dengan air dingin lalu mengeringkan air yang menempel dengan sebuah handuk kecil yang di ambil dari dalam lemari yang berada di atas wastafel.
Selesai membersihkan wajahnya, Su Li Xia berjalan keluar dari kamar. Dia menuju ke dapur untuk memasak sesuatu karena perutnya terasa lapar. Kebetulan dia sudah membeli banyak bahan makanan sebelumnya.
Lu Xuan Cheng terbangun ketika mendengar suara ribut dari arah dapur. Dia membuka matanya, bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan menuju ke dapur. Dia melihat Su Li Xia sedang sibuk memasak makanan. Awalnya memang terlihat seperti itu, namun ketika Lu Xuan Cheng mendekat, dia melihat banyak bahan makanan yang berserakan di meja dapur.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?" tanya laki-laki itu dengan wajah yang mengerut.
^^^BERSAMBUNG...^^^