
"Tidak perlu, aku tidak memerlukan pemeriksaan lebih lanjut." jawab Su Li Xia.
Lu Xuan Cheng sedari tadi sedikit berharap jika wanita di sampingnya memang hamil bayi dari benihnya. Dia terlihat sedikit kecewa saat mendapat hasil negatif. Ditambah lagi penolakan Su Li Xia yang tidak ingin di periksa oleh dokter kandungan. Semakin kecewa dirinya melihat sikap cuek dari wanita itu.
"Ayo pergi!" ajak Su Li Xia dengan wajah dinginnya.
Lu Xuan Cheng hanya menurut, dia berdiri dari tempat duduk lalu berjalan mengikuti Su Li Xia. Sesampainya di parkiran, George membuka pintu untuk Su Li Xia yang lebih dulu tiba. Lu Xuan Cheng berjalan ke pintu yang berlawanan arah, dia membuka pintu mobil tanpa menunggu George.
Lu Xuan Cheng masuk ke dalam mobil, dia masih terlihat kesal dan kecewa. Tatapannya dialihkan keluar jendela, dia tidak ingin menatap Su Li Xia yang berwajah dingin dan selalu mengabaikan dirinya. Seolah dia hanya manusia tak kasat mata yang tidak perlu dipedulikan di mata wanita itu.
Selama perjalanan, hanya ada keheningan. Membuat George merasa canggung dan gugup karena terasa hawa dingin dan menakutkan dari belakang punggungnya. Sesekali George melirik kaca spion, dia menatap wajah kedua orang yang duduk di belakang.
"Mereka kenapa ya? Kelihatan seperti pasangan yang sedang bertengkar saja!" pikir George.
Mobil pun tiba di rumah keluarga Su, George membuka pintu untuk Su Li Xia, wanita itu turun. Dia lalu berbalik menatap Lu Xuan Cheng yang masih diam membisu.
"Terima kasih untuk hari ini!" ucapnya lalu masuk ke dalam tanpa menunggu jawaban.
George merasa bingung dengan sikap Tuannya, tapi dia tidak berani bertanya. George kembali masuk ke dalam mobil lalu dia berkata kepada Tuannya, "Saya akan mengantar Tuan Muda pulang ke rumah."
Lu Xuan Cheng mengalihkan tatapan matanya, dia menatap asistennya itu sambil bertanya, "George, apa yang harus ku siapkan sebelum bayi ku lahir?" senyum yang bahagia terlukis di wajahnya. Senyum yang belum pernah George lihat seumur hidupnya, meski dia sudah lama bekerja untuk Lu Xuan Cheng.
"Tunggu! Tadi Tuan Muda bilang apa? Bayiku? Tuan Muda sudah punya bayi???" tanya George berulang karena terkejut mendengar kata-kata dari Tuan Mudanya.
__ADS_1
"Hahaha... Aku akan segera menjadi seorang ayah!" ucap Lu Xuan Cheng dengan senyuman lebar.
"Tuan Muda kita akhirnya sudah memiliki keturunan!" benak George.
"Aku yakin dia ingin menyembunyikan kehamilannya. Itu sebabnya dia bersikap acuh tak acuh saat di rumah sakit. Untung saja aku menyadari hal ini lebih cepat, jika tertipu lagi dengan sifat liciknya bukankah aku akan ditertawakan oleh anakku yang bahkan belum lahir?" ucap pria itu dalam hati, ia lalu tersenyum dan berkata, "Aku akan melamarnya secara resmi!"
"Tuan Muda, apakah tidak apa-apa jika Nona Su tetap tinggal di rumahnya? keluarganya sangat memusuhi Nona Su, entah hal buruk apa yang akan terjadi jika dia tetap di sana." ucap George yang khawatir dengan calon bayi Tuan Mudanya.
Lu Xuan Cheng berpikir sesaat, satu-satunya cara untuk membuat Su Li Xia datang kepadanya adalah dengan menghancurkan keluarga Su. Setidaknya itulah yang bisa ia lakukan, meski wanita itu tidak datang kepadanya, dia akan terbebas dari penyiksaan yang diberikan oleh keluarganya.
George, selidiki semua kejahatan yang dilakukan oleh Su Cang Cing, kita akan menghancurkan orang tua licik itu terlebih dulu, agar ia tidak bisa memperlakukan gadisku seenaknya.
"Baik, Tuan Muda!" jawab asistennya.
"Aku perlu alat test pack!" jawab Su Li Xia.
"Mau merek apa Nona?" tanya wanita itu dengan tatapan iba, dalam hati wanita itu berkata, "Gadis semuda ini kok udah cari test pack? Apa mungkin dia di hamili oleh pria yang tidak bertanggung jawab? Aduh... Kasihan sekali Nona Muda ini. Padahal wajahnya cantik banget, tapi malah jadi korban lelaki buaya darat."
Mendapat pertanyaan itu, Su Li Xia menjadi bingung. Bagaimana cara dia menjawab pertanyaan dari wanita tersebut, jika ia bahkan tidak pernah tau merek apa saja yang ada pada test pack.
Agar tidak perlu repot mencari tau, Su Li Xia pun menjawab, "Berikan masing-masing satu untuk semua merek!"
Wanita itu terkejut mendengar jawaban pelanggannya, namun ia tetap mengambil test pack dari segala macam merek. Semuanya dimasukkan ke dalam kantong plastik, ia lalu memberikan kantongan itu kepada Su Li Xia.
__ADS_1
"Berapa?" Su Li Xia bertanya harga dari test pack yang harus ia bayar.
"980 Ribu." jawab wanita tersebut.
"What? Test pack ini ada berapa banyak sih sampai seharga 980 Ribu? Benak Su Li Xia.
Dia lalu membayar menggunakan kartu ATM, selesai pembayaran, Su Li Xia langsung pergi dari apotik. Dia kembali ke rumah untuk memakai alat test pack yang barusan dibeli olehnya.
Setibanya di rumah, Su Li Xia mengeluarkan semua alat test pack dari kantong plastik. Dia sedikit kaget karena ternyata di dalam kantong plastik itu terdapat puluhan alat test pack dari berbagai macam merek. Su Li Xia menyambar salah satu alat itu, dia lalu menuju ke kamar mandi setelah mengambil sebuah gelas plastik dari dapur.
"Deg Deg Deg!"
Suara jantung Su Li Xia berdebar keras, gugup dan gelisah menunggu hasil test pack.
Beberapa menit kemudian, muncul dua garis merah di alat test pack yang dipakai oleh Su Li Xia. Dia merasa jantungnya akan segera lepas dari tempatnya. Karena tak percaya, dia pun membuka test pack dengan merek lain. Test pack itu di celupkan ke dalam gelas yang berisi urine.
Muncul dua garis merah lagi di alat test pack, membuat hati Su Li Xia semakin gelisah. Dia kembali membuka alat test pack yang lain, berharap jika kedua alat yang tadi dia pakai itu hasilnya salah.
Berkali-kali, Su Li Xia membuka dan memakai alat itu hingga semuanya habis terpakai. Hasil di test pack itu semuanya sama, dua garis. Membuat Su Li Xia mau tak mau harus menerima kenyataan jika dirinya tengah hamil muda.
"Ah... Bisa gila aku! Kenapa aku malah hamil hanya dengan satu kali berhubungan?" keluhnya dalam hati.
"Bagaimana ini? Apa yang harus ku lakukan sekarang? Aku bahkan belum membalas dendam untuk kedua Ibu ku!" benak Su Li Xia.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^